Tabir Kematian 2 Bocah di Benawa HST, Korban Dipocong Hidup-Hidup oleh Ibu Kandung INNALILLAHI, Anggota TNI AL Ditemukan Membusuk di Indekos Banjarmasin Pembunuhan Wakar di Kelayan B Sudah Direncanakan, Pelaku Khilaf karena Luka Lama Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN

Warga Desa Bebayau Bertaruh Nyawa Meniti Jembatan Darurat

- Apahabar.com Senin, 13 Januari 2020 - 15:29 WIB

Warga Desa Bebayau Bertaruh Nyawa Meniti Jembatan Darurat

Jembatan utama yang menghubungkan Desa Babayau dengan kebun warga ambruk sebelum selesai dibangun, Sabtu sore kemarin. Praktis warga yang menggantungkan hidup dari berkebun mesti menggunakan jembatan darurat. Foto-apahabar.com/Agus Suhadi

apahabar.com, PARINGIN – Belakangan ini, warga Desa Bebayau di Kabupaten Balangan harus bertaruh nyawa meniti jembatan darurat.

Mereka menggunakan jembatan pengganti untuk menuju kebun lantaran jembatan penghubung utama ambruk, Sabtu (11/1) sore.

Jembatan utama itu ambruk lantaran besi angker sebagai penahan tali besi jembatan tak kuasa menahan beban dan patah.

Padahal, 70 persen dari total jumlah penduduk di Desa Bebayau menggantungkan hidup di kebun karet. Saat ini jumlah penduduk Desa Bebayau sendiri mencapai 659 jiwa.

Pantauan apahabar.com, kondisi jembatan darurat yang berada persis di samping jembatan yang ambruk jauh dari layak. Warga mesti ekstra waspada jika ingin melintasinya.

Irpan, seorang warga Desa Babayau mengeluhkan kondisi jembatan darurat yang miring tersebut.

“Padahal jembatan yang baru dibangun tersebut adalah jembatan utama warga di sini untuk menyadap karet ke kebun. Dengan putusnya jembatan tersebut mau gak mau harus melalui dengan berhati-hati, jembatan darurat di sebelahnya,” ujar Irpan kepada apahabar.com.

Sementara, jika ingin menggunakan jalan alternatif warga mesti melintasi desa sebelah yang jaraknya terpaut lumayan jauh.

Karena jembatan yang ambruk merupakan akses utama, Kepala Desa Babayau Doni mengaku tak ada pilihan lain selain menggunakan jembatan darurat.

“Saat ini pemerintah desa akan melakukan musyawarah bersama masyarakat, mencari jalan solusi dan juga meminta pendapat kepada pemerintah daerah,” ujar Doni.

Sementara ini, pihaknya masih menginventarisir total kerugian akibat jembatan ambruk.

“Hanya besi angker sebagai penahan tali besi jembatan saja patah, untuk kayu dan papan jembatan masih bisa kami ambil,” ucap Doni.

Sementara, tampak sejumlah pekerja berada di tengah sungai mengais kayu jembatan untuk dinaikan ke atas tebing.

Sebagaimana diketahui, jembatan gantung yang dikerjakan medio Oktober 2019 kemarin sejatinya belum rampung dikerjakan.

Untuk diingat, jembatan gantung tersebut ambruk dan membuat tiga warga dan dua sepeda motor tercebut.

Jembatan tersebut ambruk tiba-tiba saat hendak dilintasi warga setempat.

Dari laporan Doni, tiga korban mengalami luka ringan. Dua di antaranya warga sekitar, dan satu pekerja jembatan.

Sementara, nasib motor yang terjun bebas mengalami ringsek di bagian muka.

“Satunya lagi hanyut ke sungai,” jelas Doni.

apahabar.com

Jembatan utama yang menghubungkan Desa Babayau dengan kebun warga ambruk sebelum selesai dibangun, Sabtu sore kemarin. Praktis warga yang menggantungkan hidup dari berkebun mesti menggunakan jembatan darurat. Foto-apahabar.com/Agus Suhadi

Baca Juga: Jembatan Ambruk di Balangan, 3 Warga dan Motor Terjun Bebas

Baca Juga: Jelang Haul Sekumpul, Dinas PUPR Kalsel Rampungkan Dua Pelebaran Jembatan

Reporter: Agus Suhadi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rasa dan Ketebalan Durian Tala Diadu
apahabar.com

Kalsel

Bipih Sudah Lunas, CJH Batola Tinggal Tunggu Jadwal
apahabar.com

Kalsel

Dorr!! Spesialis Pencuri Mobil Mewah Bati-Bati Dilumpuhkan Polisi
Tanah Laut Layak Pemuda

Kalsel

Wujudkan Tanah Laut Layak Pemuda, Dispora Gelar Rakor
apahabar.com

Kalsel

Banyak Nyawa Melayang di Jalan, Ini Aksi Polres Batola
apahabar.com

Kalsel

Cerita Dua Mahasiswa Banjarmain Susur Sungai Bersama BI
apahabar.com

Kalsel

Kabar dari Tabalong, Ibu dan Bayi yang Dilahirkan Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Kisah Seorang Kakek di Barabai, Titip Nyawa di Selembar Kartu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com