Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Youtuber Mualaf Jay Kim: Dulu Takut Masjid, Sekarang Favorit

- Apahabar.com Senin, 13 Januari 2020 - 06:00 WIB

Youtuber Mualaf Jay Kim: Dulu Takut Masjid, Sekarang Favorit

Mualaf Jay Kim beralih nama Islam menjadi Daud Kim. Foto-Youtube

apahabar.com, JAKARTA – Mereka yang gemar berselancar di jejaring media sosial Youtube, nama Jay Kim tidaklah asing. Youtuber dengan 1,16 juta subscriber itu telah memeluk Islam sejak Jumat 25 September 2019) di Masjid Agung Itaewon, Seuol. Jay Kim dibimbing langsung Imam Masjid Itaewon, Rahman Lee Ju Hwa.

Sebenarnya, dia bertemu imam masjid tersebut bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya dia beberapa kali mengunjungi Masjid Itaewon untuk salat dan melihat kehidupan umat muslim di masjid tersebut.

Jumat, (11/9) tepatnya dia melaksanakan salat Jumat dan bertemu pertama kali dengan imam masjid di sana. Tujuh bulan lalu adalah pertama kalinya dia datang ke masjid.

“Awalnya aku takut datang ke masjid, tapi kini masjid merupakan tempat favoritku dan aku merasa damai berada di masjid,” ujar pria yang memiliki nama asli Kim Jae han dalam unggahan video di channel youtube pribadinya @jaykim. Ketika datang ke majid dia merasa ada banyak keberkahan dan bertemu Muslim. Jay Kim merasa bahagia karena dapat berkumpul dengan orang-orang baik. “Mereka seperti mendapat cahaya dari Allah,” tutur dia.

Ketika bertemu imam masjid tersebut, dia menyambutnya karena tertarik dengan Islam. Berbeda dengan yang lain, dia tidak langsung memaksa untuk langsung bersyahadat.

Dia justru meminta Jay untuk tidak terlalu terburu-tetapi, tetapi kapan saja dia siap untuk membimbingnya bersyahadat. Menurut Imam tersebut melaksanakan perintah Allah sama halnya dengan sebuah keimanan, ini yang harus dipikirkan lebih mendalam.

Karena banyak orang Korea yang menjadi mualaf karena pernikahan atau penasaran, tetapi mereka jarang shalat dan memilih murtad. Melaksanakan perintah Allah SWT jauh berbeda dengan budaya yang selama ini ada di Korea. “Aku harus benar-benar memikirkannya dan yakin sanggup untuk menjalani perintah Allah, aku dapat bersyahadat kapanpun,” jelas dia.

Dia memahami bahwa menjadi Muslim harus memiliki dua hal, iman dan ketakwaan. Jadi, sekalipun sangat beriman tetapi tidak melakukan perintah Allah SWT itu tidak akan berhasil, sebaliknya melakukan perintah Allah tetapi tidak beriman itu akan percuma. Iman dan takwa merupakan gabungan untuk menjadi mulim yang sempurna.

Tidak mudah melakukannya terutama ketika hidup di Korea, tetapi jika memiliki keinginan yang kuat dan iman akan bisa melakukannya dimana saja. Dalam mempelajari Islam juga banyak paham dan luas, sehingga imam tersebut menyarankan untuk berpegang pada hal yang utama yakni Alquran dan hadis.

Menurut Jay, Islam itu seperti istana, membutuhkan kunci keimanan untuk memasukinya. Namun tak cukup hanya memiliki kunci, sebagai Muslim wajib memiliki petunjuk arah agar dapat berjalan dengan benar, Alquran dan hadis inilah petunjuk arah terebut.

Ketika memiliki keduanya maka mulim akan benar-benar melihat istana yang indah tersebut bertahan lama di sisa hidup bahkan hingga akhirat. Dia tidak benar-benar meyakininya. Ini berawal ketika dia belajar di sekolah dan mempelajari ilmu sains.

Ilmu Sains mengajarkan berbagai hal yang ada di bumi, bumi yang begitu besar dan isinya membuat Jay berpikir bahwa mereka pasti ada yang menciptakan dan itu adalah sesuatu yang sangat besar dan hebat. Dia meyakininya bahwa ini hanya satu saja yang terhebat, bertentangan dengan keyakinannya.

Kini dia menemukan jawabannya, Allahlah yang terhebat dan menciptakan bumi serta segala isinya. Semakin lama, dia semakin ingin mencari jati dirinya, seperti untuk siapa dia diciptakan dan akan kemana setelah dia meninggal nantinya.

Setelah dia banyak melakukan penelitian dan mempelajari Islam dari berbagai sumber, Jay kembali menemui Lee Ju Hwa. Dia yakin untuk bersyahadat dan menjalani segala perintah dan larangan Allah.

Jumat, (25/9), Jay kembali mengunjungi Masjid Besar Itaewon. Sebelum bersyahadat ju Hwa kembali mengingatkan agar Jay benar-benar yakin untuk memeluk Islam.

Ju Hwa kemudian menjelaskan beberapa hal mengenai kewajiban seorang Muslim. Hal yang paling penting dalam menjadi Muslim adalah meyakini dan menjalani apa yang ada di dalam rukun iman dan rukun Islam.

Selain itu menjadi seorang Muslim tidak boleh mendapat paksaan dari siapapun. Bersyahadat harus niat dari diri sendiri. Imam Masjid tersebut berharap, bersyahadatnya Jay bukan karena ketenaran, tetapi karena dia meyakini bahwa Islam adalah agama yang benar yang dapat menjadi cara hidupnya

Ju Hwa pun menasehati, beryahadat di hadapan kamera bisa saja akan ada sebagian orang yang berpikir bahwa ini akan menurunkan nilai religiusnya. Namun Jay juga mendapat pujian karena mampu belajar puasa satu bulan ketika Ramadhan karena telah memiliki keimanan.

Setelah bersyahadat, dia pun mendapat ucapan syukur dan selamat dari teman dan ustaz yang mendampinginya. Kini dia memiliki nama Muslim Daud Kim, yang memang sebelumnya dia memiliki nama baptis David. Karena di Islam, nama David merupakan Nabi Daud.

Sebagai seorang Muslim, Daud berusaha agar dapat menjadi muslim yang sesuai dengan perintah Allah. Kini dia memiliki pakaian Muslim sehingga tidak bisa sembarangan dalam bersikap.

Dia harus mampu membuktikan Islam sejati dengan menjalani perintah dan menjauhi larangan-Nya. Dia juga disarankan untuk sering-sering mengunjungi masjid sehingga semakin menguatkan keimanannya.

Baca Juga: Pekerjaan Paling Utama ‘di Mata’ Rasulullah SAW

Baca Juga: Amar Makruf Nahi Mungkar Tapi Penuh Benci dan Cacian?

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Jelang Haul Syekh Nafis, Jemaah Diprediksi 10 Ribu Orang
apahabar.com

Habar

Guru Khalil Tegaskan Arah NU Banjar di Politik Praktis
apahabar.com

Hikmah

Ramuan dari Nabi Muhammad Bagi Penderita Penyakit Jantung
apahabar.com

Religi

Kandungan Kitab “Parukunan Jamaluddin” Tidak Diskriminatif
apahabar.com

Religi

Zaman Khalifah Umar RA: Tak Paham Fiqih Muamalat Dilarang Berdagang
apahabar.com

Hikmah

Muslim Dunia Memulai Ramadan dengan Suasana Lockdown
apahabar.com

Hikmah

Dosa-Dosa Diakibatkan Lidah yang Tak Bertulang
apahabar.com

Habar

Tanggapi Ucapan Selamat Natal, Muhammadiyah: Kembalikan ke Pilihan Setiap Muslim
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com