Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

166 Kasus DBD di Tanbu, 158 Warga Dinyatakan Sembuh

- Apahabar.com     Senin, 10 Februari 2020 - 16:59 WITA

166 Kasus DBD di Tanbu, 158 Warga Dinyatakan Sembuh

ilustrasi. Foto-Metro.Tempo.co

apahabar.com, BATULICIN – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Tanah Bumbu cukup tinggi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat, penderita DBD di Bumi Bersujud mencapai 166 orang, tetapi 158 di antaranya sudah dinyatakan sembuh.

“Itu data sampai hari ini,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Setia Budi, kepada apahabar.com, Senin (10/02).

Melihat tingginya kasus DBD, Setia Budi mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk dan pemberian bubuk abate kepada masyarakat.

Saat ini, pihaknya juga melakukan fogging untuk titik-titik yang memang diperlukan. Setelah adanya respons seperti itu, Budi menilai ada perubahan pada penyebaran DBD yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

“Setelah adanya gerakan pemberantasan sarang nyamuk, pemberian abate dan fogging, alhamdulillah ada perubahan,” katanya.

Sebelumnya, DBD menyebabkan satu warga Tanah Bumbu meninggal dunia. Warga yang tercatat sebagai pelajar Tsanawiyah di Tanah Bumbu mengembuskan napas terakhirnya di RSUD dr. H Andi Abdurrahman Noor pada 19 Januari 2020.

Kasus DBD di Tanah Bumbu pun menjadi perhatian banyak pihak. Ada banyak warga yang dengan kesadaran sendiri melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan untuk membatasi ruang gerak nyamuk demam berdarah.

Warga RT 15 Desa Baroqah, Kecamatan Simpang Empat, misalnya. Mereka
bergotong royong mengantipasi sebaran virus dari nyamuk aedes aegypti. Hal yang sama juga dilakukan banyak warga lainnya.

Di Desa Rejowinangun, Kecamatan Karang Bintang, ada 14 kasus DBD sejak Januari kemarin.

Vita, bidan setempat, menyampaikan kasus DBD meningkat dibanding sebelumnya. Karenanya, pihaknya berupaya untuk meminimalkan kasus DBD di desanya.

“Kalau preventif-nya, kami melakukan penyuluhan, pemberantasan sarang nyamuk, dan fogging. Kalau pengobatannya, ya, dirujuk ke RSUD,” katanya.

Komitmen pemberantasan kasus DBD itu juga ditekankan oleh Sekda Tanah Bumbu, Rooswandi Salem. Pihaknya, kata Rooswandi, sudah berupaya melakukan langkah antisipatif untuk menekan penyebaran DBD.

“Melalui Dinas Kesehatan kita sudah melakukan tindakan preventif. Kita harapkan tak ada lagi warga yang terkena DBD,” tukasnya.

Baca Juga: Empat Ahli Waris Pegawai Pemkab Tanbu Terima Santunan Kematian

Baca Juga: Dahsyatnya Banjir di Tanbu, Ribuan Jiwa dan Lahan Pertanian Terdampak

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

‘Kritik Itu Seni, Tak Melulu Negatif’
apahabar.com

Kalsel

Perhatian Bupati, Modal Awal Kafilah MTQ HST di Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Perwali Atur Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Biddokes Polda Kalsel Gelar Foto Extra Oral 50 Tahanan
apahabar.com

Kalsel

Himpunan Mahasiswa Islam Banjarmasin Tolak Revisi UU KPK
apahabar.com

Kalsel

Gara-gara Covid-19, Komisi X DPR RI Minta PON 2020 Ditunda
apahabar.com

Kalsel

Mengukur Pelaksanaan Pemilu Lewat Simulasi

Kalsel

PTM Terbatas ULM, “Angkatan Corona” Bakal Segera Bersua
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com