Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

18 Ribu Orang Terancam Disiksa Meski Ahli Ibadah, Mengapa?

- Apahabar.com Kamis, 27 Februari 2020 - 05:45 WIB

18 Ribu Orang Terancam Disiksa Meski Ahli Ibadah, Mengapa?

Ilustrasi ahli ibadah. Foto:-dream.co

apahabar.com, JAKARTA – Menjalankan amar ma’ruf nahi munkar merupakan tanggung jawab bersama menyelamatkan masyarakat dari bencana. Membiarkan suatu kejahatan dan kemungkaran tanpa ada reaksi mencegahnya, berarti mengundang datangnya murka Allah SWT.

Mencegah dan memberantas kemungkaran yang dituntut dari seorang Muslim tentu dalam batas kekuasaan dan tanggung jawab setiap diri.

”Kamu adalah sebaik-baik umat, dilahirkan untuk (kemaslahatan) manusia, kamu mengajak kepada kebaikan, dan kamu mencegah dari yang mungkar, serta kamu beriman kepada Allah.” (QS Ali Imran: 110).

Ummul Mukminin Siti Aisyah berkata, dia mendengar Rasulullah SAW bersabda, ”Allah menyiksa suatu negeri berpenduduk delapan belas ribu orang, padahal mereka beribadah sebagaimana ibadah nabi-nabi.” Para sahabat bertanya sebabnya.

”Karena mereka tidak marah ketika ada orang merusak nama Allah, tidak menegakkan amar ma’ruf, dan tidak mencegah orang-orang yang berbuat munkar.” Imam Al Ghazali menukilkan riwayat ini dalam kitab Ihya’ Ulumuddin.

Untuk mencegah meluasnya kemungkaran, Rasulullah SAW bersabda, ”Barangsiapa di antara kamu melihat sesuatu yang mungkar hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya, kalau tidak dapat maka dengan lisannya, dan kalau tidak dapat maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemah iman.” (HR Muslim).

Mencegah kemungkaran dengan hati bukan berarti pasif dan apatis, tapi ada usaha yang aktif dan terbatas. Perlawanan hati nurani yang dibuktikan melalui sikap nonkooperatif terhadap kemungkaran, jika dilakukan berjuta-juta orang akan menjadi satu kekuatan.(Rep)

Baca Juga: Hendak Jebak Rasulullah, Bagaimana Nasib Abu Jahal?

Baca Juga: 4 Tipe Orang Tua Menurut Kisah Alquran, Anda Termasuk Mana?

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Youtuber Mualaf Jay Kim: Dulu Takut Masjid, Sekarang Favorit
apahabar.com

Hikmah

Mualaf Dosmauli S, Dulu Benci Islam Kini Pejuang Agama
apahabar.com

Hikmah

6 Nama Bayi Laki-Laki yang Mengandung 2 Nama yang Paling Dicintai Allah
apahabar.com

Hikmah

Sejarah Bertaburan Muslimah Cerdik Pandai, Fatimah Contohnya
apahabar.com

Hikmah

Kecerdasan Imam Ali bin Abi Thalib RA, Memecahkan dengan Mudah Persoalan yang Rumit
apahabar.com

Hikmah

Begini Cara Nabi Muhammad Memuliakan Asisten Rumah Tangga
apahabar.com

Hikmah

Menyambut Kehadiran Anak, Begini Adabnya Menurut Islam
apahabar.com

Hikmah

Masjid Pusaka Banua Lawas, Simbol Persatuan Muslim-Dayak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com