Mardani H Maming: Hipmi Optimis Pemimpin Muda Kalsel Mampu Bangkitkan Ekonomi Daerah Ketua DPRD Banjar: 100 Hari Program Bupati Harus Penangan Pascabanjir DPP Demokrat Pecat Marzuki Alie dan 6 Kader, Simak Alasannya Duh, Positif Covid-19 Kapuas Bertambah Lagi 50 Kasus Tiga Gus Pimpin Jatim, Bak Angin Segar Bagi Kinerja ASN

“31F” Jadi Pintu Gerbang Reuni Slank Formasi 13

- Apahabar.com Sabtu, 29 Februari 2020 - 19:17 WIB

“31F” Jadi Pintu Gerbang Reuni Slank Formasi 13

31F dari kiri: Indra, Bongky, Pay. Foto-31F_Official Instagram

apahabar.com, BANJARMASIN – Kalau ada pertanyaan tentang band Indonesia yang paling dirindukan pecinta musik untuk menggelar reuni dan konser bersama, maka jawabannya adalah Slank.

Lebih spesifik lagi, mayoritas pecinta musik, khususnya rock 90-an, akan menjawab dengan tegas: Slank formasi 13!

Gelombang itu begitu kuat. Ada banyak orang di luar sana yang menginginkan Parlin Burman Siburian, Bongky Marcel dan Indra Qadarsih “kembali ke Potlot” lalu menggelar konser bersama Kaka dan Bimbim.

Besarnya gelombang itu disadari oleh trio eks personel Slank. 31F pun dibentuk. Nama itu merupakan kebalikan dari istilah F13 yang berarti Slank formasi 13.

Hal itu pun diakui oleh Pay. Upaya reunian dengan band lamanya ternyata sudah pernah dilakukan. Namun, sampai detik ini hal itu urung terjadi. Akhirnya, solusi terdekat adalah membuat 31F.

“Awalnya kan dari band lawas. 31F itu formasi ke-13. Kemarin, ‘kan, wacana terus. Kita sudah ketemu, sudah ngobrol, tapi karena waktu atau apa, akhirnya kita jalan duluan dengan formasi album (Slank) 1 sampai 5,” jelas Pay melalui chanel Youtube 31F Official yang diunggah pada 22 Februari 2020.

Sejatinya, Pay tak menyukai reuni. Salah satu gitaris paling berpengaruh di Indonesia itu menganggap berkumpulnya Slank formasi lama hanya mengulang sesuatu yang sudah pernah dilakukan di masa lalu.

“Tadinya males mengulang-ulang di situ lagi. Tapi ketika di-upload di medsos, mereka (fans) menggebu-gebu banget. Mewakili momentum dalam hidup mereka. Itu yang jadi tanggung jawab juga buat kita. Bunyi-bunyian yang dibuat Indra, Bongky dan gue ternyata jadi signature yang nggak bisa dilupakan,” jelas gitaris yang khas dengan gitar Ibanez.

Indra Q justru menilai dibentuknya 31F akan menjadi tantangan baru. Sebab, ia sendiri sudah lama tidak memainkan lagu-lagu Slank era 5 album awal.

“Itu tantangan baru, apakah bisa memainkan apa yang sudah gue mainkan dulu? Ternyata tidak semudah itu. Gue sadar yang dulu itu susah,” kata Indra yang diamini oleh Pay.

Indra kemudian menyebut Bongky sebagai sosok yang paling bersemangat menyambut proyek baru itu. “Yang paling semangat itu Bongky, karena main bass-nya gampang banget,” kata Indra yang disambut tawa oleh Bongky dan Pay.

Mengenai 31F, Pay, Bongky dan Indra mengaku sudah mengantongi izin untuk memainkan lagu-lagu lawas Slank. Dari band-nya sendiri, BIP, ketiganya juga sudah mendapat restu dari Ipang, sang vokalis.

Lalu, apakah 31F hanya akan menjadi band cover lagu-lagu lawas Slank tanpa membuat sesuatu yang lebih besar dan berdampak untuk dunia musik Tanah Air?

Tentu saja tidak. Menurut Bongky, mereka sedang mempersiapkan tur di sejumlah kota di Indonesia. Rencananya, setiap pertunjukan akan digelar di suatu tempat yang memiliki kapasitas 10 ribu sampai 20 ribu penonton.

Sejak dibentuk pada 1983, Slank yang terus gonta-ganti personel akhirnya menemukan masa masa keemasannya pada formasi ke-13. Album pertamanya “Suit-suit…Hehe..” yang dirilis pada Desember 1990 melahirkan dua hits besar “Maafkan” dan “Memang”.

Albumnya pun dinobatkan sebagai salah satu karya musik terbaik sepanjang masa. Majalah Rolling Stone Indonesia menempatkannya pada posisi 5 dari 150 album paling berpengaruh di Indonesia.

Setelah “Suit-suit…Hehe..” dirilis, Slank formasi 13 kemudian merilis beberapa album lagi; Kampungan (1992), PISS (1993), Generasi Biru (1994), dan
Minoritas (1996).

Sayangnya, setelah itu Pay, Bongky dan Indra harus keluar dari Slank. Kondisi band yang pada awalnya sangat terobsesi menjadi The Rolling Stones itu memang sedang kacau. Masalahnya klasik dan sering terjadi dalam dunia musik. Apalagi kalau bukan narkoba.

Kepergian tiga personel itu membuat kapal besar bernama Slank nyaris karam. Dalam kondisi itu, mereka kedatangan Ridho Hafiez dan Abdee Negara yang akhirnya menjadi personel tetap Slank sampai hari ini.

Baca Juga: Corona Jadi Judul Lagu Dangdut Remix, Netizen: WHO Menangis Mendengar Ini

Baca Juga: George Harrison dan Warisannya terhadap Perkembangan Rock Modern

Baca Juga: Bawakan “Kirana” dan “Separuh Nafas”, Dewa 19 Disambut Standing Ovation

Baca Juga: Solois Banua Rizki Novdiandi Bicara Single Perdananya “Teman Hidupku”

Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Musik

“Demi Tuhan Aku Ikhlas” Milik Armada feat Ifan Seventeen Tembus Top Tranding 10 Youtube
apahabar.com

Musik

Lagu ‘Ziggy Zagga’ dari Gen Halilintar Puncaki Trending YouTube
apahabar.com

Musik

Swara Gembira ’Hidupkan’ Lagi Chrisye
apahabar.com

Hiburan

Jamrud Main di 70 Panggung Selama 2018
apahabar.com

Hiburan

Wizzy Siapkan Album Perdana
apahabar.com

Musik

Zondy Kaunang Rilis Album Solo Bertajuk Cosmic
apahabar.com

Musik

NU’EST Tak Sabar Ketemu Fan Indonesia
apahabar.com

Musik

Vinyl Emas NOAH Seharga Rp 280 Juta Jatuh ke Tangan Raffi Ahmad
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com