Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020

- Apahabar.com Senin, 10 Februari 2020 - 06:00 WIB

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020

Ilustrasi listrik. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan akan ada penambahan 8.823 Mega Watt (MW) pembangkit tahun ini. Penambahan ini merupakan puncak dari program percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW.

“Ini puncaknya, bahwa 2020 adalah puncak penyelesaian dari program 35.000 di mana sejumlah 8.823 MW. Kalau tidak ada aral melintang akan mencapai Commercial Operation Date (COD),” jelas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Rida Mulyana dikutip dari keterangannya.

Rida memproyeksikan, total pembangkit yang akan beroperasi sampai akhir tahun 2020 mencapai 15.634 MW atau sekitar 44 persen dari target program 35 ribu MW. Selanjutnya, penambahan kapasitas pembangkit akan dilakukan scara bertahap hingga akhir 2029.

Pada tahun 2021 kapasitas pembangkit kembali bertambah sebesar 5.066 MW, kemudian 4.109 MW di tahun 2022 dan 3.907 MW (2023), 3.592 MW (2024), 1.275 MW (2025), 200 MW (2026), 505 MW (2027), 835 MW (2028) serta 300 MW (2029).

“Setelah tahun 2020, tambahan kapasitas pembangkit dari Program 35.000 MW berangsur-angsur turun dan diharapkan semua proyek dapat diselesaikan pada tahun 2029,” tambah Rida.

Perubahan target penyelesaian proyek strategis nasional tersebut tak lepas dari sejumlah kendala seperti pembebasan lahan, perizinan, isu sosial hingga pertumbuhan ekonomi makro.

“Dulu dirancang dengan asumsi pertumbuhan ekonomi berkisar 7-8 persen. Pertumbuhan listrik hisa 1,2 kali lipat. Sementara pertumbuhan ekonomi sekarang sekitar 5 persen, kenyataan seperti itu. Malah pertumbuhan listrik cuma 4,5 persen,” ungkap Rida.

Sementara itu, progres 35 ribu MW sampai akhir tahun 2019 mencapai 96 persen proyek atau sebesar 33.856 MW telah terkontrak, diantara total kapasitas tersebut sebesar 6.811 MW atau sekitar 19 persen pembangkit telah beroperasi. Sedangkan yang tersisa 1.563 MW atau sekitar 4 persen pembangkit yang belum kontrak atau power purchase agreement (PPA). (lip6)

Baca Juga: Akibat Banjir, Jalan dan Listrik Putus di Desa Jati Baru

Baca Juga: Debit Air Meninggi, PLN Cepat Lakukan Pemadaman Listrik di Daerah Terdampak Banjir

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Bersamaan Stimulus AS Belum Cair, IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah Tipis
apahabar.com

Ekbis

Rindu Yogya, Ibu Rumah Tangga Ini Tawarkan Gudeg Kangen
apahabar.com

Ekbis

Jokowi Resmi Luncurkan Banpres Produktif Usaha Mikro
apahabar.com

Ekbis

Kekhawatiran Penularan Covid-19 Meningkat, Picu Rupiah Melemah
apahabar.com

Ekbis

Jelang Nataru, Pertamina Jamin Kebutuhan Gas Subsidi untuk Kalsel Aman
apahabar.com

Ekbis

Lifting Minyak 2019, SKK Migas Kalsul Andalkan Kaltara
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Resmi Alihkan Participating Interest 10% WK Mahakam
apahabar.com

Ekbis

Benih Bermutu, Penentu Hasil Produksi Cabai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com