Ibadah Ramadan di Banjarbaru Diperbolehkan dengan Prokes, Petasan Jangan! Bawaslu Kalsel Tanggapi Santai Aduan Denny Indrayana ke Pusat Kronologi Lengkap Penemuan Jasad Tak Utuh di Gang Jemaah II Banjarmasin Mudik Dilarang, Terminal Pal 6 Banjarmasin Tutup Rute Antarkabupaten-kota Mudik Ramadan Dilarang, Pertamina Kalimantan Tambah 3 Persen Pasokan Gas

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020

- Apahabar.com Senin, 10 Februari 2020 - 06:00 WIB

8.823 MW Pembangkit Listrik Beroperasi 2020

Ilustrasi listrik. Foto-Liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan akan ada penambahan 8.823 Mega Watt (MW) pembangkit tahun ini. Penambahan ini merupakan puncak dari program percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW.

“Ini puncaknya, bahwa 2020 adalah puncak penyelesaian dari program 35.000 di mana sejumlah 8.823 MW. Kalau tidak ada aral melintang akan mencapai Commercial Operation Date (COD),” jelas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Rida Mulyana dikutip dari keterangannya.

Rida memproyeksikan, total pembangkit yang akan beroperasi sampai akhir tahun 2020 mencapai 15.634 MW atau sekitar 44 persen dari target program 35 ribu MW. Selanjutnya, penambahan kapasitas pembangkit akan dilakukan scara bertahap hingga akhir 2029.

Pada tahun 2021 kapasitas pembangkit kembali bertambah sebesar 5.066 MW, kemudian 4.109 MW di tahun 2022 dan 3.907 MW (2023), 3.592 MW (2024), 1.275 MW (2025), 200 MW (2026), 505 MW (2027), 835 MW (2028) serta 300 MW (2029).

“Setelah tahun 2020, tambahan kapasitas pembangkit dari Program 35.000 MW berangsur-angsur turun dan diharapkan semua proyek dapat diselesaikan pada tahun 2029,” tambah Rida.

Perubahan target penyelesaian proyek strategis nasional tersebut tak lepas dari sejumlah kendala seperti pembebasan lahan, perizinan, isu sosial hingga pertumbuhan ekonomi makro.

“Dulu dirancang dengan asumsi pertumbuhan ekonomi berkisar 7-8 persen. Pertumbuhan listrik hisa 1,2 kali lipat. Sementara pertumbuhan ekonomi sekarang sekitar 5 persen, kenyataan seperti itu. Malah pertumbuhan listrik cuma 4,5 persen,” ungkap Rida.

Sementara itu, progres 35 ribu MW sampai akhir tahun 2019 mencapai 96 persen proyek atau sebesar 33.856 MW telah terkontrak, diantara total kapasitas tersebut sebesar 6.811 MW atau sekitar 19 persen pembangkit telah beroperasi. Sedangkan yang tersisa 1.563 MW atau sekitar 4 persen pembangkit yang belum kontrak atau power purchase agreement (PPA). (lip6)

Baca Juga: Akibat Banjir, Jalan dan Listrik Putus di Desa Jati Baru

Baca Juga: Debit Air Meninggi, PLN Cepat Lakukan Pemadaman Listrik di Daerah Terdampak Banjir

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Jelang Rilis Data Persediaan AS, Harga Minyak Dunia Naik Tipis
apahabar.com

Ekbis

Lakukan Inovasi, Panasonic Tawarkan Solusi AC di Tegangan 160 Volt
apahabar,com

Ekbis

Terkait Kepemilikan Lahan Berlebihan, Luhut: Era Jokowi Tak Akan Ada Lagi
apahabar.com

Ekbis

Jelang Lebaran, Nasabah di Martapura Lebih Banyak Tebus Emas
apahabar.com

Ekbis

Pasar Wadai di Banjarbaru Tiada, Uang Muka Lenyap?
apahabar.com

Ekbis

Realisasi Investasi Modal Asing Kutim Tertinggi di Kaltim
apahabar.com

Ekbis

Indonesia-Belanda Capai Kerja Sama Bisnis Senilai 1 Miliar Dolar
apahabar.com

Ekbis

3 Bank BUMN Siapkan Rp 85,4 Triliun Hadapi Libur Natal dan Tahun Baru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com