Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar Sopir di Banjarmasin Setop Logistik ke Palangka Raya, Ada Apa? Resmi, Batola Laksanakan PSBB Jilid Kedua Horee, Insentif Tenaga Medis di Banjarmasin Segera Dibayar Kebakaran Jalan Manggis, Korban Tinggal Baju di Badan




Home Kalsel

Jumat, 21 Februari 2020 - 16:25 WIB

8 Kasus Pelecehan Anak di Banjarmasin, Pelaku Didominasi Orang Dekat

Nisa Tamyis - Apahabar.com

Foto- Ilustrasi kekerasan terhadap anak.

Foto- Ilustrasi kekerasan terhadap anak.

apahabar.com, BANJARMASIN – Sepanjang 3 bulan terakhir, Polresta Banjarmasin menerima sedikitnya 8 laporan kasus pelecehan anak di bawah umur.

Adapun laporan tersebut, diterima sejak Desember 2019 lalu. Dibulan itu ada 4 kasus. Sedangkan untuk Januari dan Februari ini masing-masing 2 kasus.

“Dari 8 kasus tersebut kebanyakan pelaku merupakan orang-orang terdekat, seperti ayah tiri, tetangga, maupun pacar,” kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Ade Papa Rihi melalui Kanit PPA, Iptu Nur Novita Sari, Jumat (21/2) siang.

Kemudian dari 8 kasus tersebut, Polresta Banjarmasin telah menetapkan 2 tersangka berinisial AM dan R dari 2 kasus berbeda yang terjadi pada Desember 2019.

“Keduanya melakukan persetubuhan dengan pacarnya yang masih di bawah 18 tahun,” ujar Kanit.

Sementara 6 kasus lainnya, kata Kanit, saat ini masih dalam proses penyelidikan. Dikatakannya, bahwa tidak semua kasus bisa dengan cepat atau mulus dalam penyelidikannya.

Baca juga :  Duka Mendalam DPD Partai Demokrat Kalsel, Ani Yudhoyono Tutup Usia

Ia mengatakan, dalam membuktikan laporan kasus pelecehan anak, terkadang pihaknya menemukan kendala seperti sulit untuk menghadirkan saksi. “Kebanyakan kendalanya itu,” ucapnya.

Namun, kata dia, apabila pihaknya telah mengumpulkan berupa beberapa alat bukti dan kesaksian yang cukup, maka dengan segera pihaknya akan menindaklanjuti kasus tersebut.

Kendati ada 8 kasus yang terjadi, menurutnya kasus pelecehan terhadap anak di Kota Banjarmasin cenderung menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Wanita yang akrab disapa Sari itupun menghimbau, kepada masyarakat khususnya warga Kota Banjarmasin untuk berhenti melakukan kekerasan terhadap anak. Baik secara fisik ataupun psikis.

Lalu, untuk para orang tua ia juga menghimbau agar dapat memberlakukan batasan waktu bermain untuk anak-anak bermain di luar rumah. “Karena saat anak di luar rumah, akan sangat rawan si anak akan menjadi korban kejahatan,” tuturnya.

Baca juga :  Penolakan RUU Pertanahan Bergema di DPRD Kalsel

Diharapkannya pula, agar para orang tua membentengi anak-anaknya dengan ilmu agama. “supaya ketika anak-anak hendak berbuat hal-hal seperti asusila atau melanggar hukum, mereka akan berpikir berulang kali,” timpalnya.

Terakhir, untuk siapa saja yang berniat melakukan tindakan pelecehan atau apapun terhadap anak, ditegaskannya untuk mengurungkan niat tersebut, karena dapat terjerat UU Nomor 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 5 hingga 15 tahun penjara.

“Meskipun hanya mencium, jika melakukan terhadap anak di bawah umur, sudah termasuk pelecehan,” tegasnya.

Baca Juga: Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Terhadap Mahasiswi Terancam 9 Tahun Penjara

Baca Juga: Polisi: Kasus Pelecehan Anak di Banjarmasin Berpotensi Meningkat

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hujan Dominasi Prakiraan Cuaca di Kalsel untuk Siang Ini
apahabar.com

Kalsel

Mabuk dan Bawa Sajam, Remaja Tembus Mantuil Diberi Tembakan Peringatan
Tes SKB CPNS di Kalsel Ditunda

Kalsel

Tes SKB CPNS di Kalsel Ditunda
apahabar.com

Kalsel

Goyang Banjarmasin, Pasha Ungu Bakal Bawakan 9 Lagu di Mercure Hotel
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Wanita di Martapura Dibegal Jelang Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Keuskupan Banjarmasin Perpanjang Masa Darurat Covid-19 hingga 30 April
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina Tersipu Dipuji Ganteng Fida D’Academy
apahabar.com

Kalsel

Geger! Pria di Sungai Andai Tewas di Tangan Anak Sendiri