Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D Gandeng BW, Tim H2D Laporkan Dugaan Pelanggaran Petahana Kalsel ke Bawaslu

Angin Segar Pasca Banjir di HSU, BPBD: Kerugian Infrastruktur Bisa Diklaim

- Apahabar.com Selasa, 18 Februari 2020 - 14:02 WIB

Angin Segar Pasca Banjir di HSU, BPBD: Kerugian Infrastruktur Bisa Diklaim

Banjir di Hulu Sungai Utara. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Seminggu pasca penetapan status tanggap darurat banjir di Kabupaten Hulu Sungai Utara, volume air yang membanjiri sebagian kawasan HSU mulai turun.

“Status tanggap darurat masih berlaku 14 hari. Dan kayaknya tidak diperpanjang, karena dalam satu minggu air sudah turun,” beber Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Wahyuddin di Kantor Pemprov Kalsel, Senin (17/02) kemarin.

Dikarenakan banjir mulai dapat terkendali, BPBD Kalsel saat ini tengah menghitung sejumlah kerusakan infrastruktur beserta jumlah kerugian yang terdampak.

“Kami membantu menghitung infrastruktur mana yang rusak, lahan pertanian, atau tambak yang larut,” sebut dia.

BPBD Kalsel lanjutnya akan menjembatani masyarakat yang ingin mengklaim kerugian pada infrastruktur bangunan atau lahan mereka yang terdampak banjir ini.

“Kami sarankan mereka membuat usulan proposal untuk bisa diganti rugi oleh pemerintah pusat,” sarannya.

Wahyuddin mengungkapkan, sumber banjir berasal dari Sungai Tabalong dan Sungai Balangan yang kemudian masuk ke Sungai Nagara. Selama beberapa hari banjir menggenangi kawasan HSU seperti Amuntai, Sungai Pandan, Babirik dan Danau Panggang. 3 Kecamatan tersebut bahkan sempat terisolasi akibat tingginya genangan air yang terjadi.

“Memang sempat kita prioritaskan untuk dibantu, baik dari segi evakuasi korban yang terkurung di sana dan dari segi logistiknya. Sehingga mereka tidak sampai kehabisan kebutuhan dasar di lokasi,” tutupnya.

apahabar.com

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Selatan, Wahyuddin. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Baca Juga: Zulfa Asma Vikra Institut Sebut Banjir HSU Buntut Tambang Ilegal

Baca Juga: Saat Rapat Paripurna, Hormansyah Minta Ketegasan Pemprov Atasi Banjir HSU

Reporter: Musnita Sari

Edtor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mulawarman Peduli, Impian Kursi Roda Uswatun Hasanah Terkabul
apahabar.com

Kalsel

Sowan ke Guru Danau, Ansharuddin: Beliau Seperti Orang Tua Saya

Kalsel

Salat Id Polda Kalsel, Khatib Ajak Umat Jaga Persatuan dan Kedamaian
apahabar.com

Kalsel

Pilwali Banjarmasin, Relawan Prabowo Pede Tandingi Petahana
apahabar.com

Kalsel

67 Titik di Pegunungan Meratus Ditetapkan Sebagai Geopark
apahabar.com

Kalsel

Nahas, Lelaki Paruh Baya asal Pelambuan Diduga Tenggelam di Sungai Barito
apahabar.com

Kalsel

Pelanggar Protokol Kesehatan di HSS, Belum Ada yang Kena Sanksi Denda
apahabar.com

Kalsel

Saldo Raib, YLK Kalsel Sarankan Nasabah ke Biro Hukum Mandiri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com