apahabar.com
Sayap kanan Barito Putera, Ambrizal Umanailo (merah) lepas dari kawalan pemain PS Bersaudara dalam laga uji coba perdana Laskar Antasari di Stadion Demang Lehman Martapura, Kamis (6/2). Foto-Instagram.

apahabar.com, MARTAPURA – Barito Putera membantai lawannya saat melakoni laga uji coba pertama dengan klub lokal di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kamis (6/2). Meski menang telak 8-0, namun sang arsitek, Djadjang Nurjaman mengaku belum puas.

Pada laga itu, Djanur, begitu pelatih itu kerap disapa, menurunkan pemain yang diproyeksikannya menghadapi Liga 1 2020. Empat pemain dan pemain andalan lainnya mendapat kesempatan tampil di laga tersebut.

Seperti Cassio de Jesus, Danilo Sekulic, Yashir Pinto Islame dan Alexandre Rakic.

Keempatnya yang tampil di posisi berbeda, coba dipadukan dengan pemain naturalisasi OK John dan Ambrizal Umanailo. Nampak pula di lapangan pemain lama seperti Rizky Pora, Bayu Pradana, dan Dandi Maulana.

Djanur juga memberi kesempatan kepada Bagas Kaffa dan Kahar Musakkar tampil bersama tim senior.

Bermain melawan tim yang levelnya jauh di bawah Barito Putera, membuat Rizky Pora dan kolega dengan mudahnya menguasai lagai. Hingga mampu menghujani PS Bersaudara dengan 8 gol.

Pada babak pertama 5 gol berhasil dicetak Barito. Masing-masing lewat Kahar Musakkar (2), Yassir Pinto (2), dan Rizky Pora (1). Selanjutnya di babak kedua tiga gol berhasil disarangkan Barito. Dua gol dari Alexandar Rakic dan satu lainnya dicetak Dandi Maulana.

Meski begitu itu, Djanur tak melihat jumlah gol yang berhasil disarangkan anak asuhnya. Sebaliknya, dia ingin melihat seperti apa kerjasama yang mereka bangun.

“Uji coba ini kita tidak melihat golnya, tapi bagaimana permainan anak-anak di atas lapangan. Secara keseluruhan saya belum puas,” ujar Djanur kepada apahabar.com usai laga uji coba tersebut.

Dari laga itu, dia melihat masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. “Secara permainan memang kita menguasai. Namun masih banyak yang perlu diperbaiki,” katanya.

Terlepas dari itu, ia menuturkan, perpaduan antara pemain baru dan pemain lama dalam konteks uji coba perdana, sudah cukup bagus.

Sementara pelatih PS Bersaudara Ahmad Eloy mengaku tidak terkejut timnya dibantai Barito Putera. Mengingat tim ini, kata Eloy baru dibangun selama dua bulan.

“Kami sudah memprediksi hasilnya akan seperti ini. Alhamdulillah mendapat pengalaman berharga di laga uji coba ini,” imbu Eloy.

Bagi tim yang baru seumur jagung, penampilannya melawan Barito Putera tadi tidak terlalu mengecewakan.

Itu terlihat bagaimana mereka membangun serangan. Hanya saja dalam menciptakan peluang dan bertahan, mereka terlihat masih lemah.

Eloy mengaku tim ini dibangun sebagai wadah pemain lokal Kalimantan Selatan. Berikutnya, jika tidak ada aral, mereka akan terjun di Liga 3 Indonesia.

Baca Juga: Skuat Komplit, Barito Putera Siap Jajal Persib dan PersikĀ 

Baca Juga: Pemain Timnas U-19 Bagas Kaffa, Siap Bersaing di Tim Utama Barito Putera

Reporter: Ahc22
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin