Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Beruk Serbu Permukiman, Warga Tabalong Minta Bantuan Pemerintah

- Apahabar.com Senin, 24 Februari 2020 - 19:18 WIB

Beruk Serbu Permukiman, Warga Tabalong Minta Bantuan Pemerintah

Beruk. Foto-Detik.com

apahabar.com, PARINGIN – KPH Balangan bersama Seksi Konservasi Wilayah II Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalsel melakukan sosialisasi tanaman dan satwa dilindungi.

Sosialisasi dilakukan di Aula Kantor Kecamatan Juai, Kabupaten Tabalong, beberapa hari lalu.

“Kita mengimbau kepada masyarakat yang memiliki, memelihara dan memperdagangkan satwa dilindungi untuk segera menyerahkan kepada pihak terkait. Bisa melalui KPH Balangan maupun BKSDA langsung agar tidak berurusan dengan hukum,” ucap KRPH Tebing Tinggi, Arsin Mustawan, melalui siaran pers yang diterima apahabar.com.

Selain itu, tim juga memperkenalkan jenis tanaman dan satwa yang dilindungi kepada masyarakat setempat.

Setelah kelar sosialisasi, tim langsung bergerak menuju Desa Sumber Rezeki, Kecamatan Juai guna melakukan koordinasi terkait laporan warga tentang adanya serangan beruk atau bangkui yang meresahkan warga.

Menurut keterangan warga, mereka sudah melakukan berbagai cara agar segerombolan hewan primata tersebut tidak memasuki kebun dan permukiman warga, namun hasilnya nihil.

“Kami tidak berani membunuh mereka karena takut berurusan dengan hukum sehingga kami meminta langsung saudara-saudara sekalian untuk datang melihat langsung ke sini,” bebernya.

Sementara itu, Polhut KPH Balangan, Gusti Hairil Imtihan angkat bicara mengenai serangan beruk atau bangkui ini.

Ia mengatakan agar hama beruk itu dapat dicegah dengan bunyi-bunyian seperti petasan dan semacamnya. Atau bisa juga dengan menggunakan jebakan seperti orang-orangan sawah.

“Kami juga menyarankan agar warga dapat berkoordinasi dengan pihak Pemda khususnya bidang pertanian, karna ini sudah merupakan hama pengganggu bagi masyarakat petani atau pekebun agar segera mengupayakan cara pencegahannya,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, beruk atau bangkui sendiri tidak termasuk dalam hewan primata yang dilindungi seperti orang utan dan bekantan, namun tim menyarankan agar warga setempat tidak menyakiti apalagi sampai membunuh hewan tersebut.

apahabar.com

KPH Balangan bersama Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Kalsel melakukan sosialisasi tanaman dan satwa dilindungi. Foto-Istimewa

Baca Juga: Diskusi di MAN 1 Tapin, Peran Pramuka untuk Masa Depan

Baca Juga: Dishut Kalsel Kian Serius Kembangkan Desa Wisata Belangian

Baca Juga: Inilah Sosok H Yusri, Penulis Al Quran Berukuran Jumbo Asal Kandangan

Baca Juga: Wow, Chicken Steak di Solchic Banjarmasin Berukuran Jumbo dan Murah Meriah

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dishut Kalsel

Selama Pandemi, KPH Hulu Sungai Bagikan Ratusan Asap Cair Murni di Tapin
apahabar.com

Dishut Kalsel

Tangkapan Alat Berat Dishut Meningkat, Terbanyak dari HSS
apahabar.com

Dishut Kalsel

Hari Pertama Seleksi TKPH, Ratusan Peserta ‘Serbu’ Dishut Kalsel
apahabar.com

Dishut Kalsel

Sedekah Biji, Program Dishut Kalsel yang Libatkan Masyarakat
apahabar.com

Dishut Kalsel

Kenakan Baju Rimbawan, Sekdaprov Kalsel Dukung Revolusi Hijau
apahabar.com

Dishut Kalsel

Hari Bakti Ke-36, Rimbawan Kalsel Gelar Lomba
apahabar.com

Dishut Kalsel

Desa Rantau Bujur Dukung Program Masyarakat Peduli Api Berbasis Desa
Terima Informasi di Media Massa, Masyarakat Tala Sumbangkan Ratusan Bibit ke BPTH

Dishut Kalsel

Terima Informasi di Media Massa, Masyarakat Tala Sumbangkan Ratusan Bibit ke BPTH
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com