LSM Laporkan Denny Indrayana ke Bawaslu, Terindikasi Kampanye Jelang PSU Si Jago Merah Ngamuk di Cempaka 7 Banjarmasin, Jemaah Salat Tarawih Berhamburan Tensi Politik Memanas, Bawaslu RI Turun Gunung ke Kalimantan Selatan Buntut Video Guru Wildan, Bawaslu Klarifikasi PWNU Kalsel Resmi! PPKM Mikro di Banjarbaru Kembali Diperpanjang hingga 19 April

Besok, Muhyiddin Yassin akan Dilantik Sebagai PM Malaysia

- Apahabar.com Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:47 WIB

Besok, Muhyiddin Yassin akan Dilantik Sebagai PM Malaysia

Tun Muhyiddin Yassin akan dilantik perdana menteri Malaysia pada Minggu (01/03). Foto-EPA-EFE/Ahmad Yusni

apahabar.com, JAKARTA – Raja Malaysia atau Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah telah berkenan melantik Presiden Partai Pribumi Malaysia Bersatu (Bersatu), Tan Sri Muhyiddin Yassin, sebagai Perdana Menteri ke-8 selaras dengan Pasal 402 (2) (a) dan Pasal 43 (2) (a) Perlembagaan Persekutuan atau Undang-Undang Federal.

Istana Negara menyebut pelantikan Tan Sri Muhyiddin Bin Md Yassin sebagai perdana menteri Malaysia harus disegerakan. Keputusan Istana diambil setelah bertemu dua kubu politik yang berkonflik soal sosok pengganti Perdana Menteri interim Mahathir Mohamed.

“Setelah menerima perwakilan dari semua pemimpin partai dan anggota parlemen independen, menurut pendapat Yang Mulia, anggota parlemen Pagoh Tan Sri Muhyiddin Bin Md Yassin kemungkinan memiliki kepercayaan anggota parlemen,” kata pengawas keuangan kerajaan Ahmad Fadli Shamsuddin dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (29/02) sore, dikutip laman Straits Times.

Muhyiddin disebut akan dilantik pada Minggu (01/03) pukul 10.30 di Istana Negara. “Raja memutuskan bahwa proses penunjukkan perdana menteri tidak boleh ditunda karena negara membutuhkan pemerintahan untuk kemakmuran rakyat dan negara yang kita cintai,” kata Ahmad.

Dia mengungkapkan, Raja Malaysia memutuskan bahwa ini merupakan hasil terbaik untuk semua. “Yang Mulia berharap krisis politik ini akan berakhir,” ujarnya.

Muhyiddin sebenarnya berada di partai yang sama dengan Mahathir, yakni Partai Pribumi Bersatu Malaysia (PPBM). Namun, dia telah bergandengan tangan dengan United Malays National Organisation (UMNO) dan Malaysian Islamic Party untuk memperoleh dukungan sebagai perdana menteri.

Pada pemilu Malaysia dua tahun lalu, UMNO tergabung dalam koalisi Barisan Nasional. Mereka mengusung petahana Najib Razak sebagai perdana menteri. Keputusan Muhyiddin bermitra dengan UMNO telah dikritik Mahathir.(Rep)

Baca Juga: Ditangkap, WN Malaysia Pembobol ATM Pinta Kuasa Hukum

Baca Juga: Terkuak, Modus WN Malaysia Bobol ATM di Banjarmasin

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Ladeni Tiga Puluhan Kali Swafoto di Duta Mall, Warga: Jokowi Pemimpin yang Ramah
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Kenaikan Gaji PNS Bulan Depan
apahabar.com

Nasional

Gambar Dua Gorila DRC Ikut Selfie Viral di Media Sosial
apahabar.com

Nasional

Survei: Publik Puas dengan Jokowi, Tapi 9 Menteri Berikut Kinerjanya Paling Buruk
Gempa Malang

Nasional

Pakar: Gempa Malang Karena Tumbukan Lempeng Eurasia-Australia

Nasional

Media Asing Soroti UU Cipta Kerja
Wanita Bercadar

Nasional

Diprotes Warga, Wanita Bercadar Pemilik 70 Anjing Minta Bantuan Hotman Paris

Nasional

Minus Pangeran Hidayatullah, Ini Daftar 6 Tokoh Penerima Gelar Pahlawan Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com