Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19

Bisnis Burung Triliunan, Menkop Ajak Kicau Mania Berkoperasi

- Apahabar.com Minggu, 16 Februari 2020 - 17:12 WIB

Bisnis Burung Triliunan, Menkop Ajak Kicau Mania Berkoperasi

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat hadir dalam acara Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Piala Menkop I di Bogor, Minggu (16/02). Foto-Antara/Hanni Sofia.

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengajak para penggemar burung atau kicau mania untuk berkoperasi mempertimbangkan perputaran uang dalam bisnis burung berkicau mencapai Rp1,7 triliun dalam setahun.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki saat hadir dalam acara Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Piala Menkop I di Bogor, Minggu (16/02), mengatakan ia sangat mendukung pembentukan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia yang akan mewadahi para penggemar burung kicauan di Tanah Air.

“Saya mendukung pembentukan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia agar bisa menjadi landasan pengembangan bisnis kicau mania di Indonesia,” kata Teten.

Pada kesempatan itu, ia sekaligus meresmikan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia dan membuka Festival dan Kompetisi Burung Berkicau Piala Menkop I.

Teten Masduki juga menandatangani prasasti yang akan dipasang di Pasar Burung Bogor dan Koperasi Komunitas Kicau Indonesia.

Ratusan penggemar burung berkicau hadir dalam acara kontes burung berkicau tersebut. Mereka mengikuti acara di luar arena kontes burung dari berbagai jenis mulai dari murai batu, anis merah, kacer, cucak hijau, dan lain-lain.

Menurut Teten, kicau mania bukan sekadar hobi melainkan upaya untuk bisa melestarikan burung karena ketika burung itu punya nilai ekonomi maka ia yakin burung-burung tersebut tidak akan punah.

“Karena akan diternakkan, dibreeding tinggal bicara dengan Kementerian LHK enggak boleh takut dengan para kicau mania ini. Ada beberapa jenis burung yang punya nilai ekonomi karena sering masuk di dalam kontes dan itu pasti tidak akan punah karena itu akan diternakkan, akan dibudidayakan,” katanya.

Terlebih, Teten mengutip data pada 2019 di Indonesia ada sekitar 1.794 jenis burung yang harus terus dijaga kelestariannya. Bahkan di negara lain, di India misalnya, para pecinta burung sudah berhasil menernakkan burung merak biru sehingga bisa diperjualbelikan secara internasional.

“Di kita belum, ke depan mestinya Kementerian LHK bisa memberikan kepada koperasi hak untuk menernakkan binatang langka supaya tidak punah, paling tidak para hobiis tidak lagi berburu di hutan tapi hasil ternak,” katanya.

Kicau mania juga menurut Teten, merupakan suatu peluang usaha dimana Presiden Jokowi pernah menyebutkan ada Rp1,7 triliun dari perdagangan atau uang yang beredar di bisnis burung berkicau mulai dari budidaya, ternak, sangkar, pakan burung, sampai ke obat-obatan.

“Jadi ini kegiatan yang sangat besar manfaatnya karena itu sekali lagi kita semarakkan terus dan ini jangan lupa kebanyakan pelaku kicau mania ini sektor informal, jadi ide untuk membuat koperasi kicau Indonesia sangat tepat,” katanya.

Pada kesempatan itu, diperebutkan Piala Menkop I mengingat Teten sendiri merupakan seorang penggemar bahkan peternak burung kicauan berjenis murai. Piala Menkop I diberikan untuk beberapa kategori pemenang kontes burung berkicau.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Bonafide Indonesia Community (BIC) Lukmanul Hakim, Dirut LPDB KUMKM Braman Setyo, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Agus Santoso, dan Asisten Deputi Urusan Perikanan dan Peternakan Kementerian Koperasi dan UKM Budi Mustopo.(Ant)

Baca Juga: Bisnis Lendir di Pangkalan Bun, Mahasiswa Jajakan 7 Gadis Online

Baca Juga: Tindaklanjuti IA-CEPA, Pebisnis Australia akan Kunjungi Indonesia

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Harga Batu Bara Makin Anjlok Turut Terdampak Merebaknya Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Biji Plastik, Pertamina Resmikan OTS Kilang Polypropylene
apahabar.com

Ekbis

Tarif Listrik di Indonesia Terbilang Murah, Ini Faktanya
Perusahaan Tambang Batu Bara PT. AGM Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19

Ekbis

Perusahaan Tambang Batu Bara PT. AGM Terapkan Protokol Pencegahan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Masih Melemah, Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat Seiring Pengumuman Hasil Rapat BI
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Pangkas Kuota Impor Minyak Pertamina
apahabar.com

Ekbis

Apa yang Sebenarnya Diukur oleh Rating Televisi?
apahabar.com

Ekbis

Alasan BI Sarankan Masyarakat Kalsel Beralih ke Daging Beku
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com