BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Tak Ber-IMB, Inspektorat Turun Tangan Menyingkap Tabir Sejarah Banjar (1): Misteri Makam Demang Lehman Luna Maya Pakai Dress Rp 44 Juta dan Handbag Rp 383 Juta, Netizen Kira Mantan Ariel Noah Tenteng Kaleng Cat! Kejutan! OPIN Susul Insan Kotabaru Dukung 2BHD

Bisnis Lendir di Pangkalan Bun, Mahasiswa Jajakan 7 Gadis Online

- Apahabar.com Kamis, 13 Februari 2020 - 12:25 WIB

Bisnis Lendir di Pangkalan Bun, Mahasiswa Jajakan 7 Gadis Online

Jagat dunia maya kembali dihebohkan dengan video tak senonoh sepasang muda-mudi yang diduga kuat adalah remaja asal Kalimantan Selatan. Foto-Istimewa

apahabar.com, PANGKALANBUN – Polisi kembali membongkar sindikat perdagangan perempuan dalam jaringan alias online.

Ironisnya, penjualan sejumlah perempuan melalui online dilakukan oleh seorang oknum mahasiswa berinisial FA (25).

FA warga Kelurahan Baru Pangkalan Bun Kecamatan Arut Selatan Kabupaten Kotawaringin Barat.

“FA sebagai pelaku alias muncikari ditangkap oleh Satreskrim pada hari Minggu 9 Februari sekitar pukul 21.45,” jelas Kapolres Kobar AKBP E Dharma B Ginting saat jumpa pers, Rabu (12/2).

Lanjut Kapolres, modus operandi yang dilakukan FA melalui media sosial. Yakni, memperilhatkan sejumlah foto perempuan cantik melalui aplikasi whatsapp. Kemudian, ia mengirimkannya kepada sejumlah laki-laki hidung belang.

“Itulah modus yang dilakukan tersangka dengan menawarkan teman wanitanya melalui media sosial, komplit dengan tarifnya,” jelas Dharma,

Dari pengakuan tersangka, ia sukses meraup untung sekitar Rp200 ribu sampai Rp250 ribu dari setiap transaksi.

Penelusuran polisi, FA memiliki tujuh perempuan yang siap dijual. Usia mereka 18 hingga 25 tahun.

Dan dari pengakuan tersangka lagi, ia sudah menjalankan bisnis prostitusi online ini dari Maret 2019.

“Sudah banyak sekali pria hidung belang yang menjadi pelanggannya,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, tersangka FA bakal diijerat Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Tersangka mendapatkan 2 ancaman hukuman pidana, yakni pidana penjara minimal 3 tahun penjara, maksimal 15 tahun penjara dan pidana denda minimal sebanyak Rp120 juta dan maksimal Rp600 juta,” tegas Kapolres.

apahabar.com

Para wanita yang dijajakan oleh tersangka FA. Foto-Istimewa

Baca Juga: KPU Palangka Raya Siapkan Fasilitas Tes CAT untuk PPS

Baca Juga: Wanita Kalteng Diminta Jangan Anggap Remeh Keputihan

Baca Juga: Ketua Perbakin Kalteng Bidik Kursi Ketua KONI

Baca Juga: Jelang Liga 2, Kalteng Putra Segera Umumkan Daftar Pemain

Reporter: Ahc16
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Pelaku Usaha UMKM Serbu Kantor Dinas Perindagkop Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Warga Pulang Pisau Keluhkan Harga Gas 3 Kg Rp35 Ribu
apahabar.com

Kalteng

Catat, Ini Permintaan Pemkot ke Perguruan Tinggi Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

IDI Kalteng Apresiasi Wali Kota Palangka Raya Akui ODP Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Gegara Judi Kupu, Pria di Selat Kapuas Kalteng Diamankan Polisi
apahabar.com

Kalteng

Satgas Covid-19 Palangka Menyetujui Ratusan Izin Acara Nikahan
apahabar.com

Kalteng

Warga Binaan Lapas Muara Teweh Diberikan Pelatihan Pangkas Rambut
apahabar.com

Kalteng

Disdik Kapuas Sosialisasikan Aplikasi Dapodik 2021
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com