Disuruh di Rumah, Remaja di Banjarmasin Timur Malah Pesta Miras Tembus Seribu ODP, Kalsel Siapkan Karantina Khusus Dinyatakan Sehat, Balita PDP Covid-19 di Banjarmasin Dipulangkan Klaster Bogor, Pasien ke-6 Positif Covid-19 di Kalteng PDP Kalsel Melonjak Drastis, Dua Pasien Masih Balita




Home Kalsel

Jumat, 28 Februari 2020 - 07:47 WIB

Bocah 8 Tahun Ditemukan Tewas di Irigasi Sungai Paring

Aam - Apahabar.com

Keluarga korban disebut polisi menolak visum terhadap jasad bocah 8 tahun yang diduga tewas tenggelam di Irigasi Sungai Paring, Martapura, Kamis malam. apahabar.com/Mada

Keluarga korban disebut polisi menolak visum terhadap jasad bocah 8 tahun yang diduga tewas tenggelam di Irigasi Sungai Paring, Martapura, Kamis malam. apahabar.com/Mada

apahabar.com, MARTAPURA – Bocah Sekolah Dasar (SD) ditemukan tewas mengambang di irigasi Sungai Paring Martapura, Kamis (27/2) sekitar pukul 20.00.

Sebelumnya, bocah kelas 2 bernama Nur Azkia (8) tahun ini terlihat mandi bersama teman-temannya, menjelang magrib.

Menurut keterangan saksi mata di lapangan, korban yang mandi di sungai sempat kaget mendengar suara petir. Sejurus kemudian, korban menghilang begitu saja dari permukaan air.

Sebelum itu, korban warga Indra Sari ini diketahui berada di rumah seorang tantenya yang hanya berjarak selemparan batu dari Irigasi Sungai Paring.

Baca juga :  Dishub akan Derek Mobil yang Parkir Liar di Banjarmasin

“Memang dia sering mandi di situ,” ujar tante korban kepada polisi.

Tante korban sendiri tak berada di rumah saat korban mandi di irigasi. Baru selesai salat magrib, ia pulang ke rumah dan tidak menemukan korban.

“Karena mengetahui keponakannya tidak ada, saksi langsung bergegas mencari ke irigasi di mana biasanya dia bermain,” Kapolsek Martapura Kota, AKP Boma Wedhayanto Purnomo menjelaskan.

Baca juga :  Rapat Besar Haul Guru Sekumpul, Ini Kesimpulannya

Sampai di TKP, tante korban langsung mengabari pihak emergensi dan menceburkan diri untuk mencari korban.

Dua jam kemudian, jasad Azkia berhasil ditemukan sekitar 5 meter dari lokasi dia tenggelam.

“Untuk kejadian ini pihak keluarga tidak mau korban divisum atau autopsi karena meyakini jika kejadian yang menimpa korban murni adalah kecelakaan,” pungkas Boma.

Reporter: AHC 15
Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rumah Zakat Beri Pengetahuan Kewirausahaan Pada Penerima Manfaat
apahabar.com

Kalsel

Kembali Berubah, Kemenag Kalsel Pastikan CJH Berangkat 9 Juli
apahabar.com

Kalsel

Mengurai Kemacetan Kawasan Pasar Sudimampir 
apahabar.com

Kalsel

Meriah, Wali Kota dan Pasukan Orange Arak Piala Adipura
apahabar.om

Kalsel

Rizki, Bocah Tanpa Anus Terancam Gagal Dioperasi
apahabar.com

Kalsel

Rekapitulasi Suara di Kalsel, Pleno 11 Kabupaten Tuntas
apahabar.com

Kalsel

Angin Segar Pasca Banjir di HSU, BPBD: Kerugian Infrastruktur Bisa Diklaim
apahabar.com

Kalsel

Kawasan Tambang Intan Cempaka Diusulkan Jadi Pertambangan Rakyat