ga('send', 'pageview');
Diduga Disembunyikan Makhluk Halus, Bocah Sungai Bilu Ditemukan di Martapura Jokowi Pidato Perdana di Sidang Umum PBB, BTS Jadi Pembicara Khusus VIDEO: Pengurus PDIP Resmi Laporkan Pemilik Akun FB Geger Mayat di Batara HST, Polisi Beber Identitas Korban Siang Bolong, Kabupaten HST Geger Mayat Lagi

Bukan Trauma Pemilu 2019, Ini Penyebab PPS di Batola Kurang Pendaftar

- Apahabar.com Jumat, 28 Februari 2020 - 15:27 WIB

Bukan Trauma Pemilu 2019, Ini Penyebab PPS di Batola Kurang Pendaftar

Si Buti yang merupakan maskot resmi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kalimantan Selatan 2020. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Hingga perpanjangan waktu 3×24 jam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Barito Kuala dapat memenuhi jumlah pendaftar Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pilgub 2020.

Batola termasuk kabupaten yang belum dapat menjaring 100 persen dari jumlah kebutuhan PPS hingga batas akhir pendaftaran.

Ketika pendaftaran ditutup 24 Februari 2020, tercatat 86 desa/kelurahan di Batola masih kurang dari 6 pendaftar. Akhirnya sesuai ketentuan, masa pendaftaran diperpanjang selama 3×24 jam.

“Setelah ditutup 24 Februari, jumlah pendaftar sebenarnya terpenuhi. Namun sebaran yang belum merata, karena banyak desa hanya diisi 1 atau 2 pendaftar,” papar Komisioner KPU Batola, Wardi, Jumat (28/2).

“Lantas hingga pukul 24.00 di hari terakhir perpanjangan pendaftaran, jumlah yang terdaftar sudah mendekati 100 persen dari kebutuhan,” sambungnya.

Demi memenuhi ketentuan, KPU Batola meminta bantuan pemerintah kecamatan dan desa, serta mengerahkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk menjaring pendaftar.

Baca juga :  Dari 611 Kasus Covid-19 di Batola, Tersisa 49 Pasien Positif

“Data pendaftar baru sudah diterima dan mereka tinggal memenuhi persyaratan administrasi. Sesuai timeline KPU, hasil seleksi administrasi diumumkan 2 dan 3 Maret,” jelas Wardi.

“Andai kemudian cuma 3 pendaftar yang lolos administrasi, sistem tetap berjalan karena sudah memenuhi syarat jumlah PPS,” tegasnya.

Kecuali Banjarbaru, semua kabupaten/kota di Kalimantan Selatan harus memperpanjang masa pendaftaran PPS akibat sebaran yang tidak merata.

“Sebenarnya pengumuman perekrutan PPS sudah maksimal, tapi semuanya kembali kepada masyarakat juga. Mereka di antaranya beralasan jarak, data kurang lengkap dan kesibukan pribadi,” tukas Wardi.

Trauma Pemilu 2019 diyakini juga bukan penyebab. Sebelumnya tercatat 554 petugas meninggal dunia, baik dari jajaran KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan polisi.

Baca juga :  Dari 611 Kasus Covid-19 di Batola, Tersisa 49 Pasien Positif

Mereka yang meninggal didominasi petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sebanyak 440 orang. Sementara 3.788 orang menjalani rawat jalan maupun inap di rumah sakit.

“Kami yakin mereka tidak trauma dengan kejadian yang menimpa PPS dalam Pemilu 2019. Kami pun tak menemukan alasan itu dari masyarakat selama sosialisasi,” yakin Wardi.

“Justru di beberapa desa, jumlah pendaftar membludak sampai 20 orang,” tandas pria yang bertugas di Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Batola ini.

Baca Juga: KPU Kalsel Perpanjang Pendaftaran Anggota PPS, Ini Alasannya  

Baca Juga: Ciptakan Pemilukada Aman dan Damai, KAMMI Banjarmasin Punya Trik

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kena Tipu, Warga Kandangan Kehilangan Ratusan Juta Rupiah
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Alalak: Peminta Sumbangan Menjamur, Tak Berizin Pidana Menanti
apahabar.com

Kalsel

Rugikan Negara Miliaran Rupiah, Dirut PT CBA Ditangkap Polda Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Beredar Calon Legislator Lolos ke DPRD Banjarmasin, Intip Nama-namanya
apahabar.com

Kalsel

Jadi Contoh, Jemaah Masjid Miftahul Ihsan Malah Tak Disiplin
apahabar.com

Kalsel

Sambut Kapolda, Polres Banjar Siap Wujudkan WBBM
apahabar.com

Kalsel

Sekeluarga Terpapar Covid-19 di HST, Di Antaranya Anak-Anak
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Hujan, BMKG: Waspadai Petir dan Angin Kencang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com