Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup!

Buluh Kuning Siap Lestarikan Tari Tradisional Dayak Meratus

- Apahabar.com Selasa, 25 Februari 2020 - 19:54 WIB

Buluh Kuning Siap Lestarikan Tari Tradisional Dayak Meratus

Belasan muda-mudi asal Desa Wisata Haratai, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan memeragakan tari tradisional Dayak Meratus. Foto-Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Belasan muda-mudi asal Desa Wisata Haratai, Kecamatan Loksado, Hulu Sungai Selatan tampak lincah dan gemulai menari.

Aktivitas itu bukan hal yang baru lagi bagi kawula muda di sana. Seni tradisional ini memang kerap dilakukan. Namun tak bisa dipungkiri, minimnya latihan intensif membuat keseragaman dan kekompakan penari terlihat kurang.

Baca Juga: Beruk Serbu Permukiman, Warga Tabalong Minta Bantuan Pemerintah

Ihwal permasalahan itu, KPH Hulu Sungai bukan hanya fokus terhadap pengembangan sarana wisata, namun juga pelestarian seni tradisional dan sumber daya manusia.

Hal ini selaras dengan dukungan terhadap usulan LPHD Haratai untuk membentuk sanggar tari, beberapa waktu lalu.

“Kita dukung semua usulan dari sini, selama itu untuk menunjang perkembangan desa wisata. Termasuk melestarikan seni khas tradisional Dayak Meratus. Kami akan bantu carikan instruktur tari yang memang kompeten,” ucap Kepala KPH Hulu Sungai, Rudiono Herlambang, melalui siaran pers yang diterima apahabar.com.

Hingga terbentuklah sanggar tari budaya yang diberi nama Buluh Kuning Desa Wisata Haratai.

Kegiatan sanggar ini fokus pada penjaringan bakat para penari di Desa Wisata Haratai dengan target anggota sebanyak 30 orang.

Sementara itu, Instruktur Tari, Abdurrahim, mengatakan latihan tari dilaksanakan satu minggu sekali, setiap Sabtu.

“Namun jadwal sabtu masih fleksibel, kita menyesuaikan saja, yang jelas seminggu sekali. Dan sampai saat ini, anggota yang sudah terdaftar dan aktif sebanyak 15 orang,” katanya.

Lantaran masih belum memiliki tempat latihan khusus, para penari rela berlatih berpindah-pindah. Mulai dari halaman SD Haratai, Balai Adat Umbung, maupun Balai wisata air terjun Haratai. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat penari untuk berlatih.

Baca Juga: Genjot Perekonomian Warga Balangan, KUPS Dibentuk di 5 Desa

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Puja Mandela

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Dishut Kalsel

Dua Persemaian Permanen di KPH Hulu Sungai Dukung Revolusi Hijau
apahabar.com

Dishut Kalsel

Air Terjun Gemuruh Asikan di Tanah Bumbu Segera Dikembangkan
apahabar.com

Dishut Kalsel

Revolusi Hijau, Dinas Kehutanan Tanam Ratusan Meranti hingga Bambu di Kantor Gubernur Kalsel
apahabar.com

Dishut Kalsel

Sambut Menteri Lingkungan Hidup, Kadishut: Persiapan Sudah 80 Persen
apahabar.com

Dishut Kalsel

Berguru ke Finlandia, Kadishut Kalsel Optimis 2020 Pengelolaan Hutan Kalsel Berbasis Digital
apahabar.com

Dishut Kalsel

Menteri LHK Saksikan Penandatanganan MoU Persemaian Semi Permanen 
apahabar.com

Dishut Kalsel

Ratusan Hektare Lahan di Kotabaru Diusulkan Menjadi Hutan Desa
apahabar.com

Dishut Kalsel

Revolusi Hijau, Dinas Kehutanan Kalsel Gandeng Masyarakat Adat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com