Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Religi Sirah

Rabu, 5 Februari 2020 - 10:07 WIB

Cara Rasulullah Mengokohkan Barisan Umat Saat Hijrah

Uploader - Apahabar.com

Ilustrasi hijrah. Foto-dakwatuna

Ilustrasi hijrah. Foto-dakwatuna

apahabar.com, JAKARTA – Hijrah dari Makkah ke Madinah bukanlah perkara mudah. Ada banyak kendala selain jarak yang ditempuh (477 kilometer), seperti terpisahnya dengan kerabat keluarga.

Dalam buku Ali bin Abi Thalib karya Ali Audah dijelaskan, ketika rombongan umat Muslim tiba di Madinah, Rasulullah SAW segera membangun Masjid Quba.

Quba adalah tempat yang berjarak sekitar lima kilometer dari pusat Kota Madinah. Rasulullah bersama para sahabatnya kemudian beristirahat selama empat hari di wilayah tersebut dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke Madinah (Yatsrib).

Baca juga :  Haji 2019; Jemaah Meninggal Dunia Dipastikan Badal Haji

Dalam tahun pertama tinggal di Madinah, Rasulullah mempersaudarakan para sahabatnya antara kaum Muhajirin dengan Anshar. Tujuannya adalah menghibur rasa kesepian dari perpisahan dengan keluarga dan kerabat.

Baca Juga:  Kewajiban Suami untuk Keluarga Terangkum di 3 Hal Ini

Mempersaudarakan antara kaum ini juga dilakukan beliau dengan tujuan mempererat persatuan dan menghilangkan kemungkinan timbulnya permusuhan lama. Sebab bukan tidak mungkin ada musuh yang menyusup dan membuat fitnah di antara sesama kaum Muhajirin dengan Anshar.

Untuk itu, Rasulullah mempersaudarakan Abu Bakar as-Shiddiq dengan Kharijah bin Zaid, Umar bin Khattab dengan Itban bin Malik, Hamzah dengan Zaid (bekas budak Hamzah), dan Nabi sendiri dengan Ali bin Abi Thalib.

Baca juga :  Kafir atau Non Muslim? Simak Penjelasan Buya Yahya

Atas persaudaraan ini, Ali mengangkat tangan, “Hadza akhi fi dunya wal-akhirah.” Yang artinya: “Ini saudaraku, di dunia dan akhirat.” Lalu kemudian, tak sedikit kaum Muhajirin yang kemudian berdatangan dari Makkah. Mereka kemudian dipersaudarakan dengan kaum Anshar penduduk asli Madinah.

Baca Juga: Istirahat di Siang Hari, Umar bin Abdul Aziz Ditegur Putranya Sendiri

Sumber: Republika
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Cegah Penyebaran Corona, Karpet Masjidil Haram dan Nabawi Digulung
3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai

Habar

3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai
apahabar.com

Sirah

Ulama ini Dianugerahi Keistimewaan Layaknya Mukjizat Nabi Sulaiman AS
apahabar.com

Sirah

Masjid Sabilal Muhtadin, Bertahan Menjadi Masjid Percontohan
apahabar.com

Religi

Sediakan Rp59 Triliun, Organisasi di UEA Siap Bantu Masjid Dunia
apahabar.com

Habar

Masjid Al Karomah Masih Gelar Salat Jumat, Ketua MUI Banjar Beri Tanggapan
apahabar.com

Habar

Kecewa dengan Aksi Cina di Natuna, MUI: Kaji Ulang Hubungan dengan Mereka
apahabar.com

Religi

Jemaah Islam Aboge dari 5 Kecamatan di Probolinggo Lebaran Hari Ini