Siapkan Hunian Layak, Polda Kalteng Bangun Rusun Bagi Anggota BPPTKG: Volume Kubah Lava Merapi Masih Tergolong Kecil Sedikit Surut, Puluhan Rumah di Martapura Masih Terendam Banjir Tahap 3, Belasan Koli Vaksin Covid-19 Tiba di Kalsel Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak

Catatan Sukses Birin-Rudy, Pengamat: Tidak Melulu Soal Infrastruktur

- Apahabar.com Kamis, 20 Februari 2020 - 22:24 WIB

Catatan Sukses Birin-Rudy, Pengamat: Tidak Melulu Soal Infrastruktur

Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor saat meresmikan jembatan Pendidikan dan Jembatan Bincau di Kabupaten Banjar. Dua jembatan untuk memecah kemacetan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, senilai Rp9,9 miliar kini siap dioperasionalkan. Foto-Antara/Latif Thohir

apahabar.com, BANJARMASIN – Sahbirin Noor-Rudy Resnawan dianggap sukses memimpin Kalimantan Selatan, empat tahun belakangan ini. Lantas apa saja ukurannya?

Pengamat politik dan kebijakan pemerintah, Taufik Arbain memberikan catatan kebijakan yang dibilang sukses dari beberapa sektor.

Dalam empat tahun perjalanan pemerintahan Sahbirin Noor, keberhasilan pemerintah tidak dapat hanya diukur dari infrastruktur atau fisik semata.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini melihat Paman Birin -sapaan Sahbirin- mampu memastikan program kerja dan kebijakan yang terpapar di Rancangan Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD) terlaksana.

“Termasuk beberapa agenda-agenda yang sifatnya nasional dilaksanakan pemerintah, meskipun kebijakan itu kadang sifatnya insidentil dilaksanakan,” terangnya saat bincang ringan dengan apahabar.com.

Tapi pemerintah hari ini, kata dia, berani mengambil langkah-langkah yang monumental untuk mempercepat gerak pembangunan Kalsel. “Termasuk bagian dari strategi membangun lobi-lobi ke pemerintah pusat,” jelas dia.

Lebih jauh, kata Taufik, Paman Birin sukses bergerak cepat. Menggaet even-even nasional ke Kalimantan Selatan. Seperti Hari Keluarga Nasional (Harganas), Hari Pangan Sedunia (HPS), Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), Hari Pers Nasional (HPN).

“Kegiatan non-pemerintah tetapi difasilitasi oleh pemerintah,” ujarnya.

Menteri Budi dan Paman Birin Puas, Bandara Syamsudin Noor Pukau Jokowi

Itu tadi menurut Taufik adalah cara bagaimana pemerintahan sekarang mem-branding nama Kalsel ke kancah nasional. Sebagai daerah yang maju, mapan, terdepan dan siap dalam bersaing, dan calon daerah penyangga ibu kota negara.

Di lain sisi, Paman Birin dianggap mencoba membangun kembali negosiasi dan lobi berkaitan dengan percepatan pembangunan Bandara Syamsuddin Noor. Seperti yang diketahui bandara yang kini menjadi Bandara Internasional kebanggan Banua memang sudah lama dicanangkan dan dirancangkan.

“Tetapi proses lobi untuk dilaksanakan dengan cepat itu dikebut bergerak oleh Paman, hasilnya bisa kita lihat secara nyata. Artinya, meski itu program lama yang sudah direncanakan, tetapi yang mendasar adalah meski itu rencana lama, tapi bisa dituntaskan segera di pemerintahan saat ini,” ungkapnya.

Demi Sukses Serasi di Jejangkit, Petani Milenial Dilibatkan

Pada sektor pertanian, Taufik melihat upaya ekstensifikasi pertanian lewat HPS yang dilaksanakan di Kalsel menjadi bagian dari keinginan pemerintah untuk menjadikan Kalsel sebagai lumbung padi.

“Mengapa pilihannya di kawasan seperti di Jejangkit, ini ingin menunjukkan bahwa lahan-lahan yang ada, seperti di Gambut, Aluh-Aluh dan Anjir adalah lahan yang sudah tersentuh dengan kekuatan oleh petani lokal,” jelas dia.

Maka di lahan baru ini pemerintah ingin mendorong pembukaan lahan baru dengan sentuhan teknologi di daerah yang boleh bisa dikatakan lahan tidur untuk dibuka sebagai pertanian.

Taufik beranggapan kalau dibuka di lahan yang jelas-jelas subur, maka menjadi hal yang biasa saja, tak lebih daripada seremonial HPS belaka. Tetapi Taufik melihat pemerintah hari ini memilih di lahan tidur.

“Inilah ekstensifikasi pertanian, inilah keberanian yang dilakukan oleh Paman Birin dalam hal mendorong kekuatan swasembada pangan di Kalsel,” ucapnya.

Jangan pikir swasembada HPS itu mudah, begitu katanya. Bak membalikkan telapak tangan. Apalagi di sana akhirnya ada suntikan APBN, menimbulkan lahan baru.

“Ini adalah rangka jangka panjang. Akhirnya yang tadinya publik itu lesu akhirnya bergairah lagi pada sektor pertanian,” imbuhnya lagi.

Jejangkit, diterangkan Taufik menjadi pilihan tepat pemerintah karena untuk perkembangan sektor pertanian jangka panjang. Tak hanya untuk peringatan HPS, namun lahan itu terselamatkan dari incaran perusahaan besar lahan kelapa sawit.

“Intinya adalah bagaimana langkah ini menginspirasi memperkuat sektor pertanian,” jelas dia.

“Praktis, upaya ini menjadikan Anjir lahan yang sudah hidup dan kini Kita bisa membuka lahan tidur dengan program jangka panjang. Ini menjadi pilot project. Banyak lahan kita yang tidak bisa disentuh APBD, dan kita bersyukur Jejangkit bisa terbuka dengan suntikan APBN,” bebernya.

Di sektor pendidikan, di masa Paman ini masuk pada periode kebijakan di mana SMA oleh pemerintah Pusat diserahkan kepada Provinsi.

Taufik pun mengaku bahwa ini tentu bukan perkara gampang. Penanganan pendidikan oleh Pemerintah terus menggenjot bagaimana partisipasi sekolah naik. Termasuk prestasi, termasuk bagaimana honor-honor guru yang ada di bawah Provinsi.

Berkaitan infrastruktur, jalan menuju daerah Hulu Sungai kemudian Margasari terus dikembangkan. Diperbaiki. Termasuk juga pengembangan jalan-jalan kabupaten yang saling terjaring.

“Seperti misalkan jalan menuju Hulu Sungai dari Margasari sebagai alternatif, jalan seperti dekat dengan Jejangkit kini dibuka untuk mendukung akses ke sana,” terangnya.

Taufik menyebut bagaimana hal ini adalah langkah pemprov yang perlu didukung pemerintah Kabupaten/Kota untuk membangun jalan alternatif.

“Ini menjadikan kutub pertumbuhan baru di kawasan baru, dan termasuk meningkatkan ekonomi. Termasuk aksebilitas orang di kawasan baru menjadi kuat karena adanya pembangunan tadi,” ujarnya.

Keberhasilan pemerintah tidak bisa selalu dilihat hanya dari apa yang terlihat berbentuk infrastruktur. Taufik bilang keberhasilan juga dapat dilihat dari kenaikan indeks. Seperti angka peningkatan partisipasi sekolah, bisa dari peningkatan honor guru, termasuk juga indeks yang lain dalam penanganan angka kemiskinan, peningkatan IPM.

Bagi daerah Kalsel, dalam penanganan kemiskinan, meminjam data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, pada 2018 hingga 2019 angka kemiskinan Kalsel ada pada persentase 4,55 persen. Lebih rendah jika dibandingkan provinsi Kalimantan lainnya yang rata-rada pada angka 5 persen ke atas.

Penduduk Miskin di Kalsel Berkurang, BPS: Angka Kemiskinan Terus Menurun

“Masyarakat kadang terjebak dengan pikiran bahwa keberhasilan itu dilihat dari fisik. Padahal ada juga sesuatu nonfisik, misal pemberian bantuan dan hibah kepada lembaga pendidikan,” kata Taufik.

Sebagai contoh, hibah ke Perguruan Tinggi dengan memberi bantuan pembangunan, misal, gedung Rp1 miliar yang akhirnya membantu kenyamanan para mahasiswa. Akhirnya secara tidak langsung memudahkan lembaga pendidikan.

“Termasuk yang monumental adalah pembangunan jalan ke Batulicin. Walau sebenarnya ini adalah pikiran futuristik. Tapi kita sebelumnya tidak tahu ini akan menjadi jalan tol sebagai penunjang Ibu Kota Negara,” jelasnya.

Dari segi perspektif agama, bisa melihat apa yang dilakukan kawan-kawan di Kesbangpol, ujarnya, bisa berjalan baik.

Di daerah lain terjadi konflik horizontal, tetapi di Kalsel hubungan yang dilakukan SKPD terkait mampu saling menjaga toleransi dan kedamaian, sehingga tidak memunculkan konflik.

“Apa yang dilakukan pemerintah melalui penyuluhan, pembinaan, sosialisasi berjalan baik, ini yang tidak terlihat nyata secara fisik, tetapi ini dikomunikasikan melalui pikiran dan tidak bisa dilihat secara fisik dalam keberhasilan pemerintah membangun daerah,” sebutnya.

Dalam konteks demokrasi Taufik menerangkan hak-hak publik dalam mengkritik pemerintah saat ini tidak ada yang dibungkam.

“Misalkan mengkritik pemerintah lalu dilaporkan. Artinya kebebasan berpendapat, memberikan pendapat, memberikan kritik, mengemukakan pendapat, ini menunjukkan indeks demokrasi kita relatif bagus,” pungkasnya.

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hari Konsumen Nasional 2020, Dinas Perdagangan Kalsel Upayakan Perlindungan Konsumen
apahabar.com

Kalsel

Bakal Ditertibkan, Branding Paslon di Angkutan Umum Banjarmasin!
apahabar.com

Kalsel

Bersiap New Normal, Museum Lambung Mangkurat Lakukan Pembenahan
apahabar.com

Kalsel

RT di Banjarmasin Dijotos karena Bansos, Polisi Ungkap Sosok Pelaku
apahabar.com

Kalsel

Kisah Pilu Anang, Korban Angin Puting Beliung Kampung Gadang
Vaksin

Kalsel

Siapkan Skenario Vaksinasi, Kalsel Masih Tunggu Proporsi Penerima
apahabar.com

Kalsel

DBD di Tapin Meningkat, Tahun 2018 Sudah 50 Kasus
apahabar.com

Kalsel

Bawa Lari Motor Pelanggan, Pekerja Bengkel di Tabalong Ditangkap Tim Gabungan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com