VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin: Waktu Belajar Dipangkas, Sehari Hanya 5 Jam Sehari Jelang Penutupan, Pendaftar BLT UMKM di Batola Capai 5.000 Orang

Cegah Radikalisme, Jokowi Dorong Pengembangan Pendidikan Modern

- Apahabar.com Sabtu, 29 Februari 2020 - 20:50 WIB

Cegah Radikalisme, Jokowi Dorong Pengembangan Pendidikan Modern

Presiden Jokowi menyempatkan swafoto dengan sejumlah guru besar UINSA Surabaya di sela pengukuhan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai guru besar profesor bidang sosiologi di Surabaya, Sabtu (29/02). Foto-Antara/Umarul Faruq

apahabar.com, SURABAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pendidikan modern untuk lebih dikembangkan yang diyakini dapat semakin mempererat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sekarang ini kita dengan mudah melihat tumbuhnya gerakan radikalisme yang memicu peperangan dan konflik di beberapa negara,” ujarnya di sela sambutannya saat menghadiri pengukuhan KH Asep Syaifuddin Chalim sebagai gelar guru besar bidang sosiologi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Sabtu (29/02).

Jokowi menunjuk pada perkembangan dunia saat ini yang menurutnya sangat berpengaruh terhadap perilaku seseorang dalam tatanan kehidupan.

Karena itulah ia menekankan agar pendidikan modern perlu dikembangkan di Indonesia untuk mencegah tumbuhnya gerakan radikalisme yang selama ini kerap memicu terjadinya konflik di Tanah Air.

“Seperti pendidikan modern yang telah diterapkan KH Asep di Pondok Pesantren Ammanatul Ummah sangat relevan untuk diaplikasikan, yaitu pengembangan pendidikan mengusung nilai-nilai dan karakter bangsa,” ucapnya.

Jokowi menyebut nilai-nilai dan karakter bangsa yang dikembangkan melalui pendidikan modern dapat menjadi kekuatan dalam menjaga dasar negara Pancasila, serta memperkuat keutuhan NKRI.

KH Asep adalah pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya sekaligus menjabat Ketua Dewan Pembina Jaringan Kyai Santri Nasional (JKSN) yang menjadi salah satu elemen pendukung Jokowi-KH Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden 2019.

Turut mendampingi Jokowi, di antaranya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak beserta akademisi UINSA Surabaya.(Ant)

Baca Juga: Cegah Radikalisme, Jokowi Dorong Pengembangan Pendidikan Modern

Baca Juga: Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan, Cuncung Bicara Pancasila, Radikalisme, Hingga Khilafah

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bank Dunia Setujui Pendanaan 700 juta Dolar untuk Indonesia
apahabar.com

Nasional

JMSI Aceh Minta Polda Aceh Bebaskan Dedi Iskandar

Nasional

Ketua Apkasi Mardani Maming: Isu Jokowi Antek Asing dan PKI, Itu Tidak Benar
apahabar.com

Nasional

Pemkot Banda Aceh Larang Perayaan Tahun Baru Masehi
apahabar.com

Nasional

Diamankan di Banjarbaru, Terduga Teroris TA Hanya Transit?
apahabar.com

Nasional

Habib Rizieq Tausiyah, Channel Front TV Sempat Kena Suspend

Nasional

Agar Pemilu Adem, Apkasi Gelar Selawatan di Berbagai Daerah
apahabar,com

Nasional

Megawati Minta Penyebar Kebencian Menemuinya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com