Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras Jadwal Liga Champions Liverpool Vs Ajax, Klopp Pastikan Van Dijk Bakal Lebih Tangguh

Corona Efek, Harga Minyak Naik Tipis

and - Apahabar.com Jumat, 21 Februari 2020 - 09:58 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 21 Februari 2020 - 09:58 WIB

Corona Efek, Harga Minyak Naik Tipis

Ilustrasi akivitas produksi minyak mentah. Foto: Thinkstockphotos.com

apahabar.com, JAKARTA – Harga minyak naik tipis pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB).

Itu setelah pemerintah AS melaporkan kenaikan jauh lebih kecil dari yang diperkirakan dalam stok minyak mentahnya. Sayang, kenaikan dibatasi oleh kekhawatiran tentang penyebaran virus corona di luar China.

Minyak mentah, berjangka Brent untuk pengiriman April, naik 0,19 dolar AS atau 0,32 persen, menjadi ditutup pada 59,31 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret naik 0,49 dolar AS atau 0,90 persen, menjadi 53,78 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Data Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah naik hanya 414.000 barel pekan lalu, jauh lebih sedikit dari 2,5 juta barel yang diprediksi para analis dalam jajak pendapat Reuters.

Namun, sejumlah kasus virus corona baru dan kematian pertama di Korea Selatan memicu ketakutan akan pandemi global karena penelitian menunjukkan bahwa itu bisa lebih menular daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Segera setelah data EIA, Brent bulan depan, WTI bulan depan dan WTI bulan kedua menyentuh tertinggi mereka pada Februari.

“Masukan fundamental baru hari ini terutama melenceng pada rilis EIA mingguan yang secara luas dianggap mendukung,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates.

Namun, efek negatif dari virus corona disebut tidak mungkin menghilang dengan cepat. “Dan upaya China untuk menopang perekonomian mereka melalui penyesuaian suku bunga bank sentral adalah solusi terbatas dalam menghidupkan kembali kegiatan ekonomi, kata Ritterbusch.

Langkah China untuk memangkas suku bunga acuan mengurangi beberapa kekhawatiran melambatnya permintaan konsumen minyak terbesar kedua di dunia dan importir minyak mentah terbesar.

Stok bensin AS turun sekitar dua juta barel dalam sepekan yang berakhir 14 Februari, sementara analis memperkirakan kenaikan 435.000 barel, menurut data EIA.

Data juga menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan kilang pantai timur AS turun minggu lalu menjadi 59,2 persen, terendah sejak November 2012. Namun, tingkat pemanfaatan kilang AS secara keseluruhan naik 1,4 persen, terutama karena kilang telah selesai dari perawatan.

Juga mendukung harga minyak adalah sanksi AS minggu ini, pada unit perdagangan raksasa minyak Rusia Rosneft untuk hubungannya dengan PDVSA yang dikelola Venezuela, serta konflik di Libya yang telah menyebabkan blokade pelabuhan dan ladang minyaknya.

Brent bisa memperpanjang kenaikan menjadi 60,22 dolar AS per barel, seperti yang disarankan oleh pola gelombang dan analisis proyeksi, kata analis teknis Reuters Wang Tao.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman terdekat juga diperdagangkan dengan premi untuk beberapa bulan mendatang, sebuah struktur yang disebut backwardation (pembelian kontrak berjangka dengan harga lebih rendah dari biaya kontrak dengan penyerahan aset), menandakan potensi pengetatan pasokan. (Ant)

Baca Juga: Tiga WNI di Kapal Diamond Princess Positif Tertular Virus Corona

Baca Juga: Imbas Wabah Virus Corona, Jokowi Inginkan Insentif untuk Wisman

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Imbas Covid-19, DPP Inkindo Kalsel: Banyak Lelang Dibatalkan
apahabar.com

Ekbis

Korban Perang Dagang AS-China, Harga Minyak di Asia Turun
apahabar.com

Ekbis

Dolar Tergelincir Saat Menanti Stimulus Washington
Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

Ekbis

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Mata Uang Garuda Terancam Melemah
apahabar.com

Ekbis

Asosiasi UMKM Sulit Masuki Pasar Modal
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Diperkirakan Melemah Pasca Rilis Data Pertumbuhan Ekonomi
apahabar.com

Ekbis

Kadin: Pasokan Bahan Baku dari Wuhan Berpeluang Segara Pulih
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com