Kalsel Kedatangan Pejabat Pusat, Ibnu Sina Minta Laboratorium Bertambah Belasan, 6 Positif Covid-19 di Kotabaru Pejuang Medis dan WNA Sosok AS, Terduga Teroris di Tanbu yang Diamankan Densus 88 Densus 88 Beraksi di Tanah Bumbu, Buku Jihad dan Syal Diamankan Tagihan Listrik di Kalsel-Teng Membengkak? PLN Ungkap Penyebabnya




Home Ekbis

Rabu, 26 Februari 2020 - 10:46 WIB

Corona Efek, Rupiah Pagi Ini Melemah 18 Poin

Nur Istiqomah - Apahabar.com

Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. Foto-Istimewa

Lembaran mata uang rupiah dan dolar AS. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar (kurs) rupiah pada pagi ini melemah dari hari sebelumnya.

Kurs yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (26/2) pagi bergerak melemah 18 poin atau 0,13 persen menjadi Rp13.905 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.887 per dolar AS.

Sebelumnya, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa sore berakhir melemah. Pelemahan itu, dilansir Antara, terjadi di tengah penguatan mata uang regional.

Kemarin, rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp13.887 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya pada Senin sebesar Rp13.872 per dolar AS.

“Kondisi global akibat virus corona yang terus tak tentu arah, maka permintaan terhadap produk Indonesia pun bakal berkurang signifikan,” kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, kemarin.

Baca juga :  Ringankan Beban Warga, Forpam Jual Sembako Murah Pelanggan PDAM Bandarmasih

Sedangkan dari sisi ekspor, serangan virus corona sebut dia juga akan dirasakan dari sisi investasi dan pariwisata.

Berdasarkan kajian Bank Indonesia (BI), penurunan devisa akibat penyebaran virus corona dari sisi investasi adalah 0,4 miliar dolar AS dan pariwisata mencapai 1,3 miliar dolar AS sehingga devisa dari ekspor turun.

Guna menanggulangi hal tersebut, maka pemerintah dan Bank Indonesia harus memperkuat stabilitas ekonomi dengan cara melakukan strategi bauran kebijakan baik moneter, fiskal, maupun yang lainnya.

Strategi demikian diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian dalam negeri.

Selain itu, BI tidak saja menurunkan suku bunga acuan. Tapi disebut juga menggelontorkan stimulus guna menjaga pertumbuhan ekonomi, agar sesuai dengan target yang diinginkan yaitu 5-5,4 persen.

Baca juga :  Alasan Arab Saudi Stop Kedatangan Jemaah Umrah

BI kembali melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi di perdagangan domestic non deliverable gorward (DNDF) mengantisipasi kondisi global.

“Intervensi yang dilakukan oleh BI tidak bisa membawa mata uang Garuda menguat, namun apa yang dilakukan oleh bank sentral tersebut sudah memberikan upaya maksimal untuk menahan laju pelemahan mata uang rupiah,” kata Ibrahim.

Sebelumnya, rupiah pada pagi hari dibuka melemah di posisi Rp13.868 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp13.868 per dolar AS hingga Rp13.907 per dolar AS.

Baca Juga: Gandeng Jateng, Kalteng Dalami Khasiat Bajakah

Baca Juga: Jakarta Banjir, Lebih dari 159 Sekolah Diliburkan

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Virus Corona Mengganas, Rupiah Awal Pekan Melemah
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabe Masih Sepedas Rasanya
apahabar.com

Ekbis

Pasca-Lebaran, Gejolak Harga Gas 3 Kg di Banjarmasin Masih Terjadi
apahabar.com

Ekbis

MoU GMF-BRI Indonesia-Tiongkok, Dua Proyek Strategis Kaltara Disertakan
apahabar.com

Ekbis

Dibayangi Sentimen Negatif Global, Rupiah Terkoreksi Dekati Rp15.000
apahabar.com

Ekbis

Lonjakan Trafik, Telkomsel Siagakan Bandwith 4,2 Tbps dan Bangun 776 BTS Baru
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Masih Akan Dibayangi Sentimen Perang Dagang
apahabar.com

Ekbis

Perdana, Menteri Ketenagakerjaan RI Kunjungi Kilang Pertamina Balikpapan