Penyerang Polsek Daha Simpatisan ISIS, Legislator Kalsel: Agamanya Kurang Breaking News: PDP Kabur di Banjarbaru Akhirnya Ditemukan! Pertama, Kalsel Uji Terapi Pengobatan Pasien Covid-19 Pengganti Vaksin Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka Polisi Bongkar Makam Korban Pembunuhan Ibu Kandung di Teweh




Home Sirah

Senin, 24 Februari 2020 - 05:30 WIB

Di Wadi Ranuna, Rasulullah Pertama Kali Salat Jumat

nazmudin - Apahabar.com

Masjid Jum'ah di Madinah. Foto-VIVA.co.id/Arinto

Masjid Jum'ah di Madinah. Foto-VIVA.co.id/Arinto

apahabar.com, JAKARTA – Madinah adalah satu dari tiga kota suci. Yang lainnya adalah Makkah dan Palestina. Kesucian Kota Madinah ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim.

“Sesungguhnya Ibrahim telah menjadikan Kota Makkah sebagai tempat suci dan berdoa untuk kebaikan penduduknya. Dan, sesungguhnya aku menjadikan Madinah sebagai kota suci sebagaimana Ibrahim menjadikan Makkah sebagai tempat suci. Sesungguhnya aku berdoa untuk kebaikan sha’-nya dan mud-nya sebagaimana yang didoakan Ibrahim untuk kebaikan penduduk Makkah.” (HR Muslim).

Sebelum kota ini bernama Madinah, dahulunya dikenal dengan nama Yatsrib. Namun, setelah Rasul SAW hijrah ke Madinah pada awal tahun Hijriyah, tepatnya tahun 622 Masehi, namanya berubah menjadi Madinah al-Munawwarah, yakni kota yang bercahaya. Sedikitnya, ada 95 julukan yang diberikan kepada kota ini. Di antaranya, Madinah ar-Rasul, Darul Abrar, Ardhullah, Thabah, Thayyibah, Sayyidul Buldan, Darussalam, al-Mubarakah, al-Qashimah, al-Fadhilah, al-Mahrumah, Haramu Rasulillah, dan Qalbul Iman.

Sejak dahulu, Kota Madinah telah menjadi kota penting ketiga setelah Makkah dan Thaif. Philip K Hitti dalam The History of The Arabs manyatakan bahwa kota ini berperan penting sebagai pusat pemerintahan Islam. Karena itu, di Madinah terdapat berbagai pusat pengembangan agama Islam, terutama masjid.

Di Madinah, selain Masjid Nabawi, masjid lainnya yang juga memiliki sejarah penting dalam penyebaran agama Islam adalah Masjid Quba (masjid yang pertama kali dibangun oleh Rasul SAW) dan Masjid Qiblatain (dua kiblat).

Baca juga :  Ketika Mengetahui Pembunuh Sang Ayah, Ini yang Dilakukan Habib Umar

Namun, ada satu masjid penting lainnya yang kerap terlupakan. Padahal, masjid ini memiliki sejarah yang sangat penting dalam penegakan syiar Islam. Itulah Masjid Jumat. Ya, masjid ini disebut dengan nama demikian karena disinilah Rasul SAW pertama kali melaksanakan salat Jumat saat memasuki Kota Madinah.

Sebagaimana diketahui, ketika Rasul SAW memutuskan untuk berhijrah dari Makkah ke Madinah, beliau sempat membangun masjid. Dan, masjid pertama yang dibangun itu adalah Masjid Quba, yang terletak di kampung Quba, berjarak sekitar empat kilometer di sebelah selatan Masjid Nabawi.

Keutamaan Masjid Quba diterangkan dalam Alquran. “Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama, adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya.” (QS At-Taubah [9]: 108).

Setelah mendirikan masjid ini, Rasul bersama dengan Abu Bakar as-Siddiq melanjutkan perjalanan menuju Yatsrib, yakni Madinah sekarang. Namun, sebelum sampai di tempat tujuan, yakni Masjid Nabawi, beliau singgah di kampung Bani Sulaim. Pada saat itu ialah hari Jumat, dan waktunya sudah menjelang shalat Zhuhur. Karena itu, bersama para sahabat dan kaum muslimin yang ada pada saat itu, Rasul SAW mengajak mereka untuk mendirikan salat Jumat.

Salat Jumat itu dilaksanakan Rasul SAW di sebuah Wadi (lembah) yang terletak di kampung Bani Sulaim. Letaknya berdekatan dengan Masjid Quba. Menurut Junaidi Halim dalam bukunya Makkah-Madinah dan Sekitarnya, nama lembah tersebut adalah Wadi Ranuna. Sebagai peringatan atas pelaksanaan salat Jumat itu didirikanlah sebuah masjid di lokasi tersebut. Dan, masjid itu diberinama Masjid Jumat.

Baca juga :  4 Tipe Orang Tua Menurut Kisah Alquran, Anda Termasuk Mana?

Menurut Hanafi al-Mahlawi dalam Al-Amakin al-Masyhurah fi Hayati Muhammad SAW, shalat Jumat yang dilaksanakan di lokasi tersebut merupakan shalat jumat yang pertama kali. Sebab, sebelumnya beliau kesulitan melaksanakan shalat Jumat karena kuatnya tekanan dan penindasan yang dilakukan kafir Quraisy terhadap kaum Muslim.

Ada yang mengatakan bahwa lokasi pelaksanaan salat Jumat itu terletak disisi kanan jalan dari Quba menuju Madinah. Adapun jumlah kaum Muslim yang mendirikan salat Jumat ketika itu mencapai seratus orang. Menurut HM Iwan Gayo dalam Buku Pintar Haji dan Umrah, masjid Jumat itu berukuran 7X 5,5 meter persegi.

Karena itulah, keberadaan Masjid Jumat ini memiliki posisi yang sangat penting dalam sejarah Islam. Sayangnya, tidak diketahui secara pasti, siapa sahabat yang mendirikan masjid ini. Mungkin itu karena minimnya informasi yang didapatkan. Karenanya, tak banyak umat Muslim yang berziarah atau berkunjung ke masjid ini.(Rep)

Baca Juga: Jangan Terlalu Benci dan Teramat Cinta, Ini Pesan Rasulullah

Baca Juga: Amalan-Amalan Bermuatan Sedekah Menurut Rasulullah SAW

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Sikap Berhemat, Ini Anjurannya dalam Islam
apahabar.com

Sirah

Rahasia Rasulullah SAW Gemar Puasa Hari Senin
apahabar.com

Sirah

Tiang Datu Ujung yang Dikeramatkan Ternyata Ada Dua
apahabar.com

Sirah

Muallim Syukur, Bakul Kosong, dan Prilaku ‘Ganjil’ Para Pedagang

Sirah

Inilah Masjid Terkecil di Kalimantan Selatan
apahabar.com

Sirah

Menjelang Wafat, Tuan Guru Husin Ali Kembali Berlaku Ganjil
apahabar.com

Sirah

Masjid Noor (2), Dindingnya Sempat Jebol Disebabkan Qari Tampan Ini
apahabar.com

Sirah

Menuju Haul Syekh Kasyful Anwar ke-81, Sosok Dibalik Pendidikan Formal Ponpes Darussalam