Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah KTTI, BPJS Kesehatan RI Siap Jalankan Amanah

- Apahabar.com Kamis, 20 Februari 2020 - 13:22 WIB

Ditunjuk Sebagai Tuan Rumah KTTI, BPJS Kesehatan RI Siap Jalankan Amanah

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mendapat penghargaan dari ISSA saat Technical Seminar on Digitalization. New Forms of Work: Focussing on Occupational Risks, 18-20 Februari 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (20/02). Foto-istimewa

apahabar.com, KUALA LUMPUR – International Social Security Association (ISSA) atau asosiasi jaminan sosial sedunia, menunjuk BPJS Kesehatan RI sebagai penyelenggara Konferensi Tingkat Tinggi Internasional (KTTI).

Konfrensi itu ditujukan bagi para pimpinan dan senior manager program jaminan sosial sedunia pada 22-24 September 2020 mendatang.

Baca Juga:  UHC Kurang Dana Rp9 Miliar, DPRD HSU Kunjungi BPJS Kesehatan Barabai

Rencananya, konferensi yang diadakan ISSA itu akan diselenggarakan di Bali, Indonesia.

“Kami siap menjalankan kepercayaan ini dan akan mempersiapkan acara dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan ISSA kepada Indonesia merupakan bukti bahwa bangsa ini telah menciptakan magnet baru dalam pengelolaan jaminan sosial di dunia. Nanti di sana kita bisa berbagi pengalaman, merumuskan solusi akan tantangan-tantangan yang tidak sedikit kita hadapi dalam pengelolaan jaminan sosial khususnya kesehatan,” kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris selepas memberikan paparan dalam forum Technical Seminar on Digitalization, New Forms of Work: Focussing on Occupational Risks, 18-20 Februari 2020 di Kuala Lumpur, Malaysia,  Kamis (20/02).

Konferensi itu nantinya akan merumuskan bagaimana para penyelenggara jaminan sosial dunia dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi di dunia dalam konteks kepemimpinan, sumber daya manusia dan inovasi (leadership, managing people and innovation).

Selain itu, juga menjadi forum berbagi pengalaman dalam hal pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengelola data-data jaminan sosial sekaligus menciptakan platform pembelajaran dan kolaborasi antar lembaga dalam pengembangan TIK untuk anggota ISSA berbagai negara

Selain berita menggembirakan tersebut, Fachmi Idris juga menjelaskan materi paparan terkait Digitalization in Indonesia-New Form of Work: Threat or Opportunity.

Ia menjelaskan, saat ini kepesertaan JKN-KIS selalu meningkat setiap tahunnya. Indonesia pun saat ini sudah masuk dalam era digitalisasi yang meningkat dengan sangat cepat.

Digitalisasi membuka peluang lapangan kerja baru di luar hubungan pekerjaan yang standard dan umumnya seperti e-commerce, e-transportation, dan online SMEs.

“Era digitalisasi seperti pisau bermata dua apabila tidak diantisipasi dengan hati-hati. Sebagai contoh salah satu tantangan terbesar Program JKN-KIS adalah bagaimana mengelola sektor informal. Saat ini pemanfaatan teknologi dilakukan dalam pengelolaan sektor informal agar peserta rutin membayar iuran, dengan membuka akses digitalisasi melalui pembayaran berbasis online. Saat ini lebih dari 700 ribu payment poin online banking telah dibangun, pemanfaatan e-commercee-wallet, dan lainnya,” papar Fachmi.

Lebih jauh Fachmi juga menjelaskan perkembangan teknologi informasi, tidak dapat dilawan, dihindari atau bahkan ditolak. Digitalisasi nyatanya menawarkan peluang simplifikasi dan efisiensi dalam bisnis proses penyelenggaraan Program JKN-KIS.

Pemanfaatan teknologi informasi juga akan menjadi kesempatan bagi program ini untuk mendorong sistem pembiayaan dan pelayanan kesehatan yang berkualitas namun tetap efektif dan efisien dari sisi pembiayaan.

“BPJS Kesehatan saat ini telah menciptakan ekosistem digital. Sistem dan proses bisnis yang ada di BPJS Kesehatan ini juga terhubung dengan berbagai lembaga/institusi. Digitalisasi kini telah menjadi tulang punggung BPJS Kesehatan dalam meningkatkan keberlanjutan program,” kata Fachmi.

Fachmi memaparkan, urutan pertama dalam ekosistem digital Program JKN-KIS adalah tautan digital antara basis data kepesertaan BPJS Kesehatan dengan basis data kependudukan pada Kementerian Dalam Negeri RI.

Proses ini, lanjut Fachmi, memastikan konsistensi dan validitas dengan basis data nasional dan memungkinkan BPJS Kesehatan untuk mengelola basis data kepesertaan secara lebih efisien.

Selanjutnya adalah tautan digital antara BPJS Kesehatan dan perbankan serta financial technology. Dengan tautan ini, memudahkan pengumpulan iuran yang menjamin aliran pendapatan ke dana jaminan sosial.

“Digitalisasi juga meningkatkan proses verifikasi klaim digital dan menggantikan verifikasi klaim berbasis kertas tradisional yang rentan terhadap kesalahan manusia dan dokumen yang hilang. Proses ini memungkinkan alokasi sumber daya manusia yang lebih efisien untuk mengisi posisi penting lainnya di BPJS Kesehatan,” kata Fachmi.

Pemanfaatan teknologi dikembangkan dalam hal sistem informasi fasilitas kesehatan, dari penggunaan aplikasi Health Facilities Information System (HFIS), Rujukan Online, Klaim Digital (Vedika), pemanfaatan finger print pada fasilitas kesehatan untuk validasi data kepesertaan serta Deteksi Potensi Fraud melalui Analisa Data Klaim (Defrada)

Pengembangan itu, kata Fachmi diimplementasikan agar pelayanan kesehatan yang diterima oleh peserta efektif, efisien, namun tetap mengedepankan mutu dan kualitas.

BPJS juga Kesehatan telah mengembangkan aplikasi Mobile JKN, one stop service. Aplikasi ini dapat digunakan untuk memperoleh informasi seputar program JKN-KIS, seperti melakukan pendaftaran, pembayaran iuran, mengetahui informasi kepesertaan, pendaftaran antrean pelayanan, informasi ketersediaan tempat tidur RS, informasi jadwal operasi dan informasi kesehatan (tele consulting).

“Ini bukan sekedar untuk kepentingan reputasi Indonesia yang membaik, namun lebih dari itu peningkatan kualitas layanan bagi jaminan sosial bagi masyarakat Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tutup Fachmi.

Baca Juga: MCS BPJS Kesehatan Sasar Bhayangkari Tapin

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh

BPJS Kesehatan Barabai

Gandeng Kejari HST, BPJS Kesehatan Barabai Tertibkan Pemberi Kerja Tak Patuh
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Percayakan Pada Selembar Kartu, Arsyad Punya Cerita Persalinan Istrinya
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Upaya BPJS Kesehatan Barabai Jaga Keberlangsungan JKN-KIS
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Terbaik se-Banua Enam, Perseroan Ini Dapat Penghargaan dari BPJS Kesehatan Barabai
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Warga HST Ini Rasakan Manfaat JKN-KIS BPJS Kesehatan
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Wajibkan Kepesertaan JKN-KIS, Warning Bagi Badan Usaha Tak Patuh di Tapin
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Husna Lega Kantongi KIS dari Bantuan Pemerintah
apahabar.com

BPJS Kesehatan Barabai

Iuran BPJS Kesehatan Kembali ke Aturan Awal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com