Djanur Ingin Barito Putera Tampil Offensive dan Bertenaga di Liga 1 2020
Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurjman usai laga uji coba melawan PS Bersaudara di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kamis (6/2). Foto-apahabar.com/Hendra.

apahabar.com, BANJARMASIN – Setelah menuntaskan perburuan pemain, pelatih Barito Putera Djadjang Nurdjaman menyiapkan sejumlah rangkaian uji coba. Dia ingin menjadikan Laskar Antasari tampil offensive dan bertenaga di Liga 1 2020 yang dijadwalkan 29 Februari nanti.

Musim ini Djanur, begitu pelatih berusia 60 tahun itu disapa, diberi keleluasaan dalam menentukan pemain. Di kontrak selama 3 tahun, lantas Djanur melepas semua pemain ‘warisan’ Jacksen F Tiago.

Permainan Barito sendiri pun mulai nampak. Uji coba pertama dituntaskan dengan kemenangan telak 8-0 dari tim lokal PS Bersaudara, Kamis (8/2). Meski begitu Djanur, begitu pelatih berusia 60 tahun itu disapa, mengaku belum puas.

Berikutnya, untuk mengetahui sejauh mana kemampuan para pemain yang sebagian besar merupakan wajah baru, Djanur telah mengagendakan melawan PSB Bogor dan Persib Bandung.

Dalam kesempatan uji coba tersebut, Djanur akan mencoba beberapa skema permainan.

“Kita akan melakukan rangkaian uji coba ke luar daerah untuk mengukur kesiapan pemain,” kata pria kelahiran Majalengka itu kepada apahabar.com, Rabu (4/2) malam, sebelum laga uji coba perdananya.

“Kita ingin mengetahui, apakah skema yang kita rencanakan sudah ideal atau belum,” lanjutnya.

Kendati demikian, Djanur sendiri mengaku kalau dirinya sangat menyukai skema permainan yang menonjolkan penguasaan bola atau perpindahan bola cepat dari kaki ke kaki. “Yang pasti basicnya ball position,” sebutnya.

Jika melihat komposisi 3 penggawa asing anyar Barito Putera saat ini, nampaknya mendukung itu. Tak menonjol dari skill individu tapi berperan penting di klub.

Misalnya Yashir Islame Pinto, pemain asal Palestina yang sebelumnya bermain untuk klub asal Negeri Jiran Malaysia, Perbadanaan Kemajuan Negeri Perak (PKNP) FC.

Bermain sebagai gelandang serang, Yashir Pinto belum sepenuhnya menunjukkan naluri mencetak gol yang tinggi. Buktinya, dari catatan trasfermark dari 21 laganya di PKNP, hanya sanggup menyarangkan 3 gol.

Begitupun dengan assistnya, sebagai gelandang, Pinto mestinya mampu membuat umpan jadi gol untuk peain lain. Tapi tercatat hanya mampu memberikan 4 umpan yang bisa dikonversi menjadi gol oleh pemain lain.

Meski begitu, kemampuannya sangat dibutuhkan tim. Sebab, dari 22 laga itu, 21 di antaranya bermain full. Hanya sekali absen lantaran menjalani sanksi akumulasi kartu kuning. Masing-masing saat Pinto membela PKNP menghadapi Johor DT dan Pahang FA.

Sebaliknya Danilo Sekulic, yang direkrut Alashkert malah tak banyak tampil bersama klub di Liga Serbia. Dikutip dari trasfermark, hanya punya kesempatan tampil dalam 9 laga. Itu pun tak semuanya tampil penuh, melainkan banyak sebagai pemain pengganti.

Tak memiliki catatan gol dan assist dinilai wajar karena tugasnya sebagai pemain bertahan.

Meski begitu, Sekulic yang di plot sebagai gelandang bertahan, berperan sebagai pemain box to box memiliki kemampuan kontrol dan passing bola yang bagus.

Menengok rekaman vidio di youtube saat Alashkert, Danillo Sekulic memiliki insting operan bola yang terukur. Pemain ini bermain sangat stylish karena tidak terlalu lama memegang bola, sangat pas dengan kriteria folosofi permainan Djanur yang menginginkan skema ball position atau perguliran bola cepat dari kaki ke kaki.

Danillo Sekulic juga bagus dalam mencari ruang atau melakukan pergerakan tanpa bola. Diyakini dapat memback up Pinto untuk mengalirkan bola ke Alexandre Rakic.

Rakic sudah pernah bermain di Indonesia. Dia merupakan peraih titel top skorer Liga 1 2018 bersama PS Tira (Tira-Persikabo). Di musim 2019, dia memperkuat Madura United, meski hanya melesakkan total 12 gol dari 29 laga. Kemampuanya tak usah diragukan lagi.

Nah, dengan komposisi dan statistik pemain yang sedemikian rupa, Djanur berharap agar permainan ana asuhnya musim ini bisa lebih offensive dan bertenaga. “Ya semoga begitu,” ucapnya.

Perpaduan pemain asing baru ini menarik dinanti. Seperti apa tangan dingin Djanur meraciknya dengan pemain lokal baru atua lama dan pemain junior Barito yang diberi kesempatan naik ke level senior.

Terlepas dari itu, Djanur juga tak menanpik jikalau dirinya memiliki sedikit kekhawatiran terhadap lini belakang tim. Karena jika berkaca pada musim kompetisi Liga 1 2019, pertahanan Laskar Antasari sangatlah keropos dan banyak kebobolan. Perbandingannya minus 6 gol. 51 memasukkan dan 57 kemasukkan. “Kita juga akan fokus dan berusaha lebih baik untuk pertahanan sekarang,” pungkasnya.

Baca Juga: Barito Putera Bantai PS Bersaudara 8-0, Djanur: Saya Belum Puas

Baca Juga: Danilo Sekulic Akui Gabung Barito Putera, Ini Kata Djanur

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin