apahabar.com
Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene. Foto-apahabar.com/Tiva

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IX DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalimantan Tengah. Pertemuan dilakukan di Aula Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Kamis (13/2).

Ketua Tim Rombongan Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene, menjelaskan kunker spesifik bertujuan untuk membahas pemanfaatan obat asli Indonesia dan pengawasannya bersama pihak terkait.

“Dengan harapan akan mendapat data-data yang komprehensif tentang potensi alam Kalteng yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku obat,” katanya.

Sebab, pemerintah mendorong untuk mewujudkan ketahanan obat nasional yang tertuang dalam Inpres nomor 6 tahun 2016 tentang percepatan perkembangan industri farmasi dan alat kesehatan.

Salah satu tujuan dari Inpres tersebut adalah mempercepat kemandirian dan pengembangan produksi bahan baku obat dalam negeri.

Tercatat, angka ketergantungan terhadap bahan baku obat impor sebesar 96 persen. Ini berarti industri hilir farmasi belum berkembang.

Padahal Indonesia memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi bahan baku obat modern, yang dapat digunakan dalam ilmu kedokteran.

Kalteng dinilai memiliki kekayaan alam dan nutfah plasma, yang dibuktikan dengan viral bajakah yang berpotensi mengobati kanker.

Pihaknya menyambut baik keberadaan pusat pengolahan obat tradisional dan pusat studi obat tradisional tropis yang harus mendapat dukungan pemerintah pusat termasuk kementerian kesehatan dan BPOM sehingga menjadi motor pengembangan dan pemanfaatan obat asli Indonesia.

Baca Juga: Wanita Kalteng Diminta Jangan Anggap Remeh Keputihan

Baca Juga: Ketua Perbakin Kalteng Bidik Kursi Ketua KONI

Reporter: Ahc23
Editor: Aprianoor