Akhirnya, 2BHD Beber Pelanggaran TSM Pilbup Kotabaru dalam Sidang MK Di Tengah Kondisi Banjir, Pemprov Kalsel Tak Tunda Vaksinasi Tahap 2 Ungkap Pelanggaran Pilgub Kalteng, Ben-Ujang Minta Buka Kotak Suara Kadinkes Positif, Wali Kota Banjarmasin Kembali Divaksin Covid-19 Esok Wow, Kalteng Targetkan Groundbreaking Kereta Api Tahun Ini

DPRD Kalsel Sebut Air PDAM Surabaya Benar-benar Bisa Diminum

- Apahabar.com Rabu, 12 Februari 2020 - 20:50 WIB

DPRD Kalsel Sebut Air PDAM Surabaya Benar-benar Bisa Diminum

Komisi II DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surabaya. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Komisi II DPRD Kalsel melakukan kunjungan kerja ke Kota Surabaya, Jawa Timur, tepatnya ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Dalam Kunker itu Komisi II DPRD Kalsel berbicara soal air dari PDAM Surabaya yang bisa benar-benar diminum.

“Jadi, tak sekedar nama. Air PDAM di sana benar-benar bisa di minum, nggak cuma dipakai untuk mandi dan mencuci,” kata Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Supastowo, dalam rilis yang diterima apahabar.com, Rabu (12/2).

Selain kualitas, harga per kubik air PDAM di Surabaya juga terbilang paling murah dari seluruh Indonesia, yakni Rp 600 per meter kubik, untuk masyarakat menengah ke bawah dan Rp 2.700 per meter kubik bagi masyarakat menengah atas.

“Berbeda di Kalimantan Selatan, harga terendahnya Rp 2.000 per kubiknya,” imbuhnya.

Selain harga yang sangat terjangkau PDAM milik Pemkot Surabaya ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga ratusan miliar.

Imam menceritakan, PAD yang dihasilkan oleh PDAM Surabaya pada 2019 berada di angka Rp 132 miliar. Sementara untuk 2020 target devidennya naik menjadi Rp 137 miliar. Hal tersebut tentunya selain memguntungkan masyarakat juga menguntungkan daerah.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kalsel, Mumammd Yani Helmi membuka fakta jika air PDAM di Banjarmasin, sering mengeluarkan air berwarna kuning, keruh, bahkan gelap.

“Selama ini air yang dikonsumsi tempat kita, mesti, istilah orang Banjar ditandakakan (diendapkan) baru bisa diolah untuk dikonsumsi. Nah ini tidak terjadi di kota Surabaya,” kata Yani.

Paman Yani sapaan akrabnya, juga menyanjung kebijakan Wali Kota Surabaya yang lebih mementingkan masyarakatnya, namun di sisi lain juga tetap memperhatikan operasional perusahaan agar berjalan baik dan memberikan hasil untuk PAD melalui deviden.

“Jika Surabaya bisa maka diharapkan Banjarmasin juga bisa begitu,” tutur adik kandung Gubernur Kalsel ini.

Kungker kali ini dewan tidak sendiri, pihaknya juga mengajak pimpinan dan direksi PDAM Bandarmasih dan PDAM Intan.

Baca Juga: Kunjugi FKG ULM, Bang Dhin Temukan Ruang Perkuliahan Sempit

Baca Juga: Lewat Revolusi Hijau, Bang Dhin: Dewan Dukung Keinginan Presiden Jokowi

Baca Juga: Pabrik Pupuk Dolomit Bakal Berdiri di Kabupaten Batola

Baca Juga: Sekretariat DPRD Kalsel Berupaya Tingkatkan Kedisiplinan, Termasuk Cara Berpakaian

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

DPRD Kalsel

Kapolda Bersama Ketua DPRD Kalsel, Ini yang Dibicarakan
apahabar.com

DPRD Kalsel

Hadapi Pilkada 2020, Dewan Kalsel Diminta Petakan Daerah Rawan Konflik
apahabar.com

DPRD Kalsel

Komentar Wakil Rakyat Kalsel Setelah Ikut Swab Test
apahabar.com

DPRD Kalsel

Ingin Kejelasan Hubungan PMKS-AMKS, DPRD Kalsel Diskusi Bareng KNPI
apahabar.com

DPRD Kalsel

Gembong Narkoba Rp 6 M Dibekuk, Ketua DPRD Kalsel Acungkan Dua Jempol
apahabar.com

DPRD Kalsel

Dewan Sebut Kemiskinan di Kalsel Terendah se Kalimantan  
apahabar.com

DPRD Kalsel

Dewan Kalsel Tak Ingin Raperda Desa Wisata Sekadar Formalitas
apahabar.com

DPRD Kalsel

Kerja Sama Jamkrida dan Pemkab Tanbu Jadi Angin Segar untuk UMKM
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com