Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta Waspada, Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang Ancam 3 Kabupaten Kalsel Tok! KPU-Kemendagri Sepakat Jadwal Pemilu 14 Februari 2024

Gedung Baru, Puskesmas Marabahan Punya Nilai Tawar

- Apahabar.com     Kamis, 20 Februari 2020 - 17:52 WITA

Gedung Baru, Puskesmas Marabahan Punya Nilai Tawar

Gedung Puskesmas Marabahan yang lebih representatif dibanding bangunan lama di Jalah Ahmad Yani Marabahan. Foto-apahabar.com/Bastian Alkaf

apahabar.com, MARABAHAN – Sudah memperoleh akreditasi paripurna, Puskesmas Marabahan juga menempati gedung baru yang lebih besar.

Puskesmas Marabahan resmi menyandang status paripurna sejak pertengahan November 2019. Marabahan pun menjadi satu-satunya Puskesmas yang berbekal akreditasi paripurna di Barito Kuala.

Sementara dalam lingkup Kalimantan Selatan, predikat tersebut juga membuat Marabahan menjadi Puskesmas kedua yang berstatus paripurna setelah Puskesmas Haur Gading di Hulu Sungai Utara.

Melengkapi status yang diperoleh, Puskesmas Marabahan juga mulai beroperasi di gedung baru di Jalan AIS Nasution sejak 10 Februari 2020.

Kepindahan gedung sempat merepotkan warga, terutama yang datang ke Marabahan menggunakan kelotok setiap Selasa atau hari pasar.

“Kalau biasanya hanya jalan kaki beberapa meter dari Dermaga Pasar Marabahan, sekarang harus naik ojek atau angkutan lain ke Puskesmas,” papar seorang warga Kelurahan Ulu Benteng bernama Muhammad.

Kendati menjauh dari sungai, terdapat nilai tawar yang dapat diberikan Puskesmas Marabahan.

Selain gedung yang lebih besar dengan biaya pembangunan sekitar Rp3,8 miliar, fasilitas lain sudah memenuhi standar.

“Justru kunjungan warga langsung meningkat dua kali lipat. Sebelumnya 40 pasien di gedung lama, sekarang bisa mencapai 70 hingga 80 pasien,” papar dr Rusdiani, Kepala Puskesmas Marabahan, Kamis (20/2).

“Hari pertama beroperasi, kami bahkan melayani sekitar 110 pasien. Mulai dari layanan imunisasi, umum, kebidanan dan gigi,” sambungnya.

Peningkatan itu diyakini disebabkan standarisasi. Contoh mencolok adalah ketersediaan dua dokter umum dari sebelumnya cuma satu orang.

Kemudian di tempat perawatan umum, di antaranya tersedia alat cek tekanan darah berstandar nasional seharga Rp48 juta.

Sedangkan pelayanan laboratorium menyediakan pengambilan darah intravena. Selanjutnya Instalasi Gawat Darurat (IGD) juga sudah menerapkan sistem triase.

“Perawat juga sudah memiliki sertifikat standar. Demikian pula pelayanan kebidanan yang dilayani bidan-bidan senior dan mengantongi kompetensi Asuhan Persalinan Normal (APN),” jelas Rusdiani.

“Kedepan Puskesmas Marabahan berubah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Status ini juga merupakan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga: Milad ke 36, MAN 2 Balangan Dituntut Lebih Inovatif

Baca Juga: Sebelum Ada Solusi, DPRD Banjarbaru Tegaskan Tidak Usir Peternak Babi

Reporter: Bastian Alkaf
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terdampak Covid-19, Ribuan Guru Ngaji di Kotabaru Diguyur Bantuan
Truk bermuatan semen milik PT. Conch South Kalimantan Cement yang terbalik sejak tadi malam masih dievakuasi. Foto-Ist

Kalsel

Terbalik Sejak Tadi Malam, Truk Semen PT Conch Masih Dievakuasi
Amuntai HSU

Kalsel

OTT di Amuntai HSU, KPK Tangkap Pegawai-Pengusaha hingga Segel Ruang Bidang
Banyak Perpus di Kalsel Tak Penuhi Standar, Intip Siasat Dispersip

Kalsel

Banyak Perpus di Kalsel Tak Penuhi Standar, Intip Siasat Dispersip
apahabar.com

Kalsel

Pemerintah Salurkan BLT pada 3 Desa di Kecamatan Kusan Hilir
apahabar.com

Kalsel

BKPRMI Kalsel Gelar Pelatihan Mujahid Dakwah
apahabar.com

Kalsel

Pandemi Picu Peningkatan Kehamilan di Batola
apahabar.com

Kalsel

Siang Ini Prediksi BMKG Hujan Lagi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com