Resmi, Palangka Raya Belum Mau Berlakukan New Normal Susul Tanbu, Giliran 3 Pasien Tapin Sembuh dari Covid-19 Cerita Tukang Cukur Banjarmasin Keluhkan Protokol Covid-19 Pemuda Mandastana Genapi 4 Pasien Sembuh Covid-19 di Batola Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar




Home Kaltara

Sabtu, 1 Februari 2020 - 18:22 WIB

Gempa Bumi di Bengkulu Terasa di Nunukan, Berikut Penjelasan BMKG

nazmudin - Apahabar.com

Ilustrasi gempa. Foto-ntnews.co.au

Ilustrasi gempa. Foto-ntnews.co.au

apahabar.com, NUNUKAN – Getaran gempa bumi di Bengkulu bermagnitudo 4,3 SR kedalaman 2 kilo meter yang terjadi pada Jumat malam (31/01) sekira pukul 19.55 Wita dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Penjelasan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan melalui Pengamat Ahli Pratama, Taufik Rahman di Nunukan, Sabtu (01/02) memang getarannya dirasakan oleh masyarakat di Kabupaten Nunukan.

Namun getaran yang berlangsung sekira 1 hingga 5 detik itu tidak terdeteksi oleh peralatan milik BMKG Nunukan karena kurang dari magnitudo 5 SR.

Ia menyatakan, gempa bumi di Bengkulu tersebut bisa saja dirasakan di daerah itu sebagai dampak dari kondisi alam yang disebut gempa runtuhan. Sebab, Pulau Kalimantan diketahui wilayah bebas gempa.

Baca juga :  BPBD: Hujan Picu Kabut Asap Hari Ini, Simak Penjelasan BMKG

Hanya saja perlu diketahui, Pulau Kalimantan terdapat tiga struktur cesar/patahan yakni di Maratuha, Mangkaliat dan Kutai Kertanegara. Ketiga sesar ini masih aktif sampai sekarang.

Menurut Taufik, BMKG mencatat meskipun magnitudo yang dirasakan tidak sebesar di zona megathrust, namun dampak nya juga bisa merusak bangunan jika tidak diantisipasi dengan baik.

Analisa selanjutnya, kata dia gempa runtuhan dengan getaran yang dirasakan masyarakat Kabupate Nunukan ini mengingat topografi Nunukan terdiri dari pulau-pulau kecil dikelilingi laut.

“Hanya ada dua kemungkinan yaitu gempa bumi runtuhan dan gempa bumi buatan. Namun dalam hal ini saya menganalisa berdasarkan kejadiannya yaitu gempabumi runtuhan,” ungkap Taufik.

Baca juga :  Gerak Semu Matahari Picu Suhu Panas di Kalsel

Ia menjelaskan, gempa bumi runtuhan adalah getaran yang terjadi akibat adanya pelepasan energi dari daerah-daerah bekas pertambangan dimana struktur tanah atau batuan dilokasi tidak bisa menahan atau menekan beban di atasnya.

Oleh karena itu, terjadi pergeseran atau patahan dari struktur tersebut sehingga terasa getaran.

Sedangkan gempa bumi buatan yaitu gempa akibat aktivitas manusia seperti peledakan bom/dinamit nuklir yang diarahkan kepermukaan bumi dengan sengaja sehingga terjadi ledakan yang menyebabkan permukaan sekitar bergetar.(Ant)

Baca Juga: Di Kaltara, Tukang Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Baca Juga: Kuota BBM ke Kaltara 2020 Sebanyak 118.913 KL

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltara

Pengobatan Gratis, 14 Wilayah Kalimantan Utara Bakal Disasar Dokter ‘Terbang’
apahabar.com

Kaltara

Realisasi Dana Hibah 2018 Kaltara Capai 94,83 Persen
apahabar.com

Kaltara

Pasca Pemilu Serentak, Simak Laporan Gubernur Kaltara
apahabar.com

Kaltara

Polres Nunukan Musnahkan 8,769 Kg Sabu-Sabu
apahabar.com

Kaltara

Siap Gelar UNBK, Gubernur Kaltara Imbau Siswa
apahabar.com

Kaltara

Sumur Bor Jadi Solusi Kekurangan Air Bersih di Kaltara
apahabar.com

Kaltara

13. 940 Jiwa di Kaltara Akan Tercover JKN
apahabar.com

Kaltara

2019, Dana Desa untuk Kaltara Naik Jadi Rp 463,268 Miliar