Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Rekonstruksi Pembunuhan di Buncit Indah, Satu Pelaku Sakit Dikabarkan Tertangkap Pesta Sabu, SRN Anggota DPRD Tanah Laut Buka Suara MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik

Gubernur Kalteng Luncurkan Program Asuransi Nelayan Berkah

- Apahabar.com Minggu, 16 Februari 2020 - 05:30 WIB

Gubernur Kalteng Luncurkan Program Asuransi Nelayan Berkah

Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran mengecek hasil tangkapan ikan nelayan usai meresmikan PPI Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Sabtu (15/02). Foto-Antara/Hendri Gunawan

apahabar.com, PANGKALAN BUN – Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran meluncurkan program asuransi nelayan berkah di Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai bentuk komitmen dan kepedulian pemerintah provinsi setempat terhadap nelayan.

“Pemprov memfasilitasi pembayaran premi asuransi bagi nelayan sebagai perlindungan,” kata Sugianto usai meresmikan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kumai, Sabtu (15/02).

Menurut dia, dengan diresmikannya PPI Kumai ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

“Banyak manfaat yang didapat dengan adanya PPI Kumai, salah satunya memperlancar arus bongkar muat ikan hasil tangkapan,” kata Sugianto.

“Sekaligus penopang jalur ekonomi. Dengan lancarnya jalur ekonomi, tentu saja akan berdampak pada meningkatnya pendapatan nelayan serta masyarakat setempat,” imbuhnya.

Sugianto berharap nelayan dan masyarakat bisa menjaga, merawat serta memelihara bangunan PPI yang ada saat ini. Membangun adalah hal mudah, tetapi untuk memelihara dan mempertahankan itu sangat sulit.

“Mampu membangun tetapi tidak bisa memelihara dan menjaga, sama saja dengan membuang-buang uang,” jelas dia.

Dalam kesempatan itu, Sugianto juga mengajak serta mengimbau agar para nelayan tidak meminjam modal kepada para rentenir.

Kedepan para pelaku UMKM termasuk nelayan, diminta tidak lagi menggunakan jasa keuangan ilegal. Dirinya berjanji memperjuangkan, agar kedepannya dapat mengalokasikan dana yang bersumber dari APBD provinsi.

Hingga pada akhirnya, dana tersebut bisa dipergunakan untuk memberikan kredit pinjaman kepada para nelayan dengan bunga sangat rendah.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalteng Darliansjah mengatakan, pembangunan PPI Kumai dilatarbelakangi potensi sektor perikanan di Kumai cukup strategis, sehingga perlu dilakukan pengembangan sarana dan prasarana pelabuhan perikanan.

Pemprov pun melalui DKP Kalteng melakukan rehabilitasi dermaga PPI Kumai yang dimulai sejak tahun 2017-2019 dengan total anggaran sebesar Rp31 miliar lebih.

“Setelah kami kembangkan sarana dan prasarana fisiknya, saat ini PPI Kumai dapat menampung kapal sandar sebanyak 25-30 kapal,” ucap Darliansjah.

Meningkat jika dibandingkan sebelumnya yang hanya memiliki daya tampung sebanyak 6-12 kapal nelayan.

“Selain itu kemampuan bongkar muat hasil tangkap ikan mencapai 1-3 ton per bulan dengan jenis ikan seperti kembung atau selar, senangin, tongkol, tenggiri, udang, pari, hiu, cumi-cumi, rajungan dan lainnya,” ujarnya.(Ant)

Baca Juga: Gubernur Kalteng Resmikan Jembatan Sugianto Sabran

Baca Juga: Ada Apa? Bawaslu Sarankan Balon Gubernur Kalteng Nadalsyah Ke Kementerian

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

RSUD Barito Utara Angkat Bicara Soal Kaburnya Pasien yang Diduga Mengidap AIDS
apahabar.com

Kalteng

Satpol PP Kapuas Gencar Tegakan Perda
apahabar.com

Kalteng

Kepengurusan Koni Kalteng yang Baru Bakal Ramping
Kunci Meredam Serangan Covid 19 Terhadap Perekonomian Kalteng

Kalteng

Kunci Meredam Serangan Covid 19 Terhadap Perekonomian Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Fakta Bukan Mitos, Raksasa di TNTP Jadi Obyek Wisata Turis
apahabar.com

Kalteng

Ayah dari Gowa, Bayi di Kobar Positif Covid-19
Kuala Kapuas

Kalteng

Update Covid-19 Kapuas: Positif Bertambah 4 Orang, Semuanya dari Kelurahan Selat Dalam
apahabar.com

Kalteng

Kunjungi Pulpis dan Kapuas, Mentan Dorong Kalteng Jadi Lumbung Padi Nasional
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com