UPDATE 264 Rumah di HST Hilang Disapu Banjir, 9 Meninggal BANYU LALU HAJA Tim Paman Birin Mau Polisikan Warga, Peradi-Komnas HAM Pasang Badan Duuh, 8 Kecamatan di Tanah Laut Hilang Disapu Banjir Dear Korban Banjir Kalsel, Telkomsel Bebaskan Telepon-SMS Demi Aliran Sungai, Pos Polisi di Jalan Veteran Banjarmasin Dibongkar

Gunakan Joki, Ini Sanksi Buat Peserta CPNS

- Apahabar.com Rabu, 5 Februari 2020 - 05:45 WIB

Gunakan Joki, Ini Sanksi Buat Peserta CPNS

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Beragam cara bisa saja dilakukan peserta untuk bisa lulus seleksi CPNS. Sejumlah instrument pun disiapkan untuk mencegah adanya kecurangan.

Pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan, tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dalam perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2019 transparan dan bebas dari kecurangan.

Jaminan tersebut diperkuat lantaran tes SKD yang telah dimulai sejak 27 Januari lalu sudah berbasis komputer dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT).

Plt Kepala Biro Hubungan Masyarakat BKN, Paryono mengatakan, sebelum pelamar mengikuti seleksi SKD, akan dilakukan serangkaian pengecekan untuk memastikan pelamar berlaku jujur dalam pelaksanaan seleksi.

Baca Juga: Terindikasi Pakai Joki, BKD Kalsel Tolak 3 Peserta CPNS

Pemeriksaan identitas peserta SKD akan dilakukan secara cermat, pun dalam pelaksanaan SKD peserta berada dalam pengawasan ketat panitia yang bertugas dan pantauan CCTV. Rangkaian pengamanan tersebut akan memastikan perjokian tidak dapat melenggang mulus menghadapi seleksi CPNS.

“Sampai sejauh ini tidak ada joki yang dapat lolos hingga mengikuti ujian,” tutur dia dalam keterangan tertulis.

Meski demikian, masih ada peserta yang nekat melakukan kecurangan dengan menggunakan jasa joki untuk mengerjakan rangkaian proses seleksi tulis.

Sebelumnya, tim Jatanras Polrestabes Makassar menangkap dua orang pemuda yang diduga jadi joki rekrutmen calon pegawai negeri sipil (CPNS). Dua orang itu tertangkap tangan pada tes seleksi CPNS di Kementerian Hukum dan HAM di Makassar.

Polisi mengamankan pelaku, FA (18) dan ES (23), yang ketahuan oleh tim panitia pelaksana memalsukan administrasi peserta tes. Kejadiannya di Kantor Kemenkumham Sulsel, Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Menanggapi hal tersebut, BKN menyatakan bahwa penggunaan joki termasuk tindakan pidana. Karena itulah, jika terjadi pelaku akan langsung diserahkan ke Polisi untuk menjalani proses hukum sampai ke pengadilan. Nama peserta seleksi pengguna joki juga akan di- blacklist.

Jika sampai masuk dalam daftar hitam, nama peserta SKD penyewa joki otomatis akan didrop dari perhelatan rangkaian seleksi CPNS dan itu berarti seumur hidup pelamar bersangkutan tidak bisa lagi mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara.

Proses Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) pada hari keenam berlokasi di GOR Mini Futsal Disporasu atau Sumut Sport Center  Medan, Sumatera Utara.

Seleksi ini ditinjau secara langsung Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly bersama Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, English Nainggolan. Seleksi ini diikuti oleh 46.375 peserta formasi SMA untuk Penjaga Tahanan dan Keimigrasian, Senin (3/2/2020).

Yasonna memastikan proses seleksi di lingkungan Kemenkumham berjalan secara transparan dengan adanya sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dibangun oleh Badan Kepegawaian Negara.

Dia juga menyatakan bahwa Kemenkumham sudah menggunakan sistem CAT sejak 2017 pada seleksi CPNS. Bahkan seleksi ini mendapat penghargaan sebagai instansi percontohan dalam penggunaan sistem CAT oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) pada 2017.

Pada kesempatan ini, Yasonna menegaskan akan memecat pegawai internal yang memanfaatkan momentum untuk menjanjikan kelulusan peserta.

English Nainggolan pada hari pertama seleksi SKD CPNS pada 30 Januari 2020 lalu, turut mengingatkan kepada peserta agar tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan sejumlah uang.

Sebagai informasi tambahan, BKN sudah merekapitulasi peserta SKD CPNS formasi tahun 2019 memenuhi passing grade di kanal media sosial.

Terhitung per 2 Februari 2020 untuk Formasi Umum tingkat kelulusannya mencapai 41,8 persen, Disabilitas (61,05 persen), Cumlaude (91,17 persen), dan Putra-Putri Papua (37,09 persen). (lip6)

Baca Juga: Jangan Ngaret! Ini Kerugian Jika Datang Telat di Tes CPNS di Kalsel

Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Update Covid-19 di Indonesia: Bertambah 2.858, Positif Jadi 172.053 kasus
apahabar.com

Nasional

Dubai Fasilitasi Ribuan Non-Muslim 49 Negara Belajar Islam
apahabar.com

Nasional

Masa Pandemi, Peredaran Narkoba di Sumenep Masih Subur
apahabar.com

Nasional

PKPU Nomor 4/2017 Diubah, Kepala Daerah Kampanye Pilkada Serentak 2020 Tak Perlu Cuti
apahabar.com

Nasional

Beli Kapal Denmark, Bakamla Bakal Lebih Garang di Natuna
apahabar.com

Nasional

Bripka IAD, Oknum Polisi Cabul di Tapin Resmi Ditahan!
Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona

Nasional

Pulang dari China, Lima Warga AS Terinfeksi Corona
apahabar.com

Nasional

Kaltim Siapkan Lahan Khusus, Antisipasi Urbanisasi Jika Jadi Ibu Kota
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com