Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh BREAKING NEWS! Kepala Bappeda Tanbu Meninggal Dunia Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Update Daftar Zona Sebaran Covid-19 di Banjarmasin

Hadapi Corona, China Minta Solidaritas Negara Asia Tenggara

- Apahabar.com Kamis, 20 Februari 2020 - 22:01 WIB

Hadapi Corona, China Minta Solidaritas Negara Asia Tenggara

Pertemuan khusus Menlu ASEAN-China di Vientienne, Laos, Kamis (20/2). Foto-Kemlu RI

apahabar.com, VIENTIANE – China menyeru solidaritas dalam pertemuan khusus untuk membahas wabah virus corona dengan negara-negara Asia Tenggara saat menghadapi kritik atas penanganan epidemi tersebut.

Pertemuan yang dilaksanakan di Vientiane, Laos, Kamis (20/2), mengisyaratkan bahwa China sedang mencari dukungan dari negara-negara tetangga yang lebih kecil. China telah menggelontorkan miliaran dolar untuk proyek infrastruktur dan investasi dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mendesak Singapura untuk menarik larangan terhadap pelancong dari China, serta membahas pembatasan perjalanan dan perdagangan dalam pertemuan dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN). Dalam pertemuan itu, para menteri luar negeri ASEAN bergandengan tangan dengan Anggota Dewan Negara China dan Menlu Wang Yi dan menyeru “Tetap kuat, Wuhan! Tetap kuat, China! Tetaplah kuat, ASEAN!”

Para pejabat yang hadir dalam pertemuan tersebut tidak menggunakan masker. “Rasa takut lebih mengancam daripada virus itu sendiri, dan kepercayaan diri lebih berharga daripada emas,” kata Wang dalam konferensi pers usai pertemuan.

“China memajukan pesan persahabatan di ASEAN untuk melawan serangan dari Barat bahwa mereka telah menangani wabah dengan buruk,” ujar Alfred M Wu, Associate Professor dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

Beijing telah dikritik karena penanganan wabah virus corona baru, yang muncul dari Kota Wuhan di Provinsi Hubei dalam beberapa bulan terakhir dan menewaskan sedikitnya 2.000 orang. Larangan perjalanan untuk mencegah penyebaran penyakit ini, telah melumpuhkan negara dengan ekonomi terbesar kedua dunia dan menghambat Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) yang diperkenalkan Presiden Xi Jinping untuk pembangunan infrastruktur seperti jalur kereta api, pelabuhan, dan jalan raya.

Tanggapan negara-negara lain terhadap virus corona telah menjadi “ujian persahabatan”, kata Tom Baxter, seorang peneliti independen dan co-editor situs Panda Paw Dragon Claw, yang menulis tentang pengaruh China di luar negeri.

Mulai dari larangan oleh Singapura hingga praktik “pintu terbuka” oleh Kamboja yang merupakan sekutu dekat Beijing, kebijakan perjalanan dari dan ke China bervariasi di antara 10 negara ASEAN. Bahkan ketika pertemuan dimulai, Thailand, pada Kamis mengeluarkan imbauan perjalanan yang mendesak warganya untuk menghindari perjalanan yang tidak penting ke China dan menyarankan mereka yang sudah ada di sana untuk pergi, mengisyaratkan bahwa penerbangan ke China bisa lebih dibatasi.

Menurut rancangan pernyataan bersama yang dilihat oleh Reuters, baik ASEAN dan China menekankan “meningkatnya urgensi dan perlunya kerja sama” dalam memerangi wabah virus dan sepakat untuk memperkuat “komunikasi risiko”. ASEAN dan China, mitra dagang terbesarnya, memiliki arus perjalanan tahunan lebih dari 65 juta kunjungan. Negara-negara ASEAN secara kolektif juga merupakan mitra dagang terbesar kedua China.

Dalam pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan, Rabu malam (19/2), Wang mengatakan Beijing khawatir tentang “tindakan pembatasan” Singapura.

“Sekarang epidemi telah mereda dan situasi terkendali, kami berharap pertukaran normal antara kedua negara dapat dilanjutkan secepatnya,” kata Wang kepada Balakrishnan.

Dalam sambutan yang dibuat saat makan malam selamat datang pada Rabu, Wang mengucapkan terima kasih kepada masing-masing negara atas dukungan mereka selama wabah, menurut pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China. Wang mengatakan dukungan dari negara-negara ASEAN dan teman internasional lainnya “membuat kami merasa bahwa musim dingin ini tidak dingin dan musim semi akan datang”.(Ant)

Baca Juga: Penelitian Terbaru, Virus Corona Menyebar Lebih Cepat dari Prediksi WHO

Baca Juga: Diisolasi karena Wabah Corona, Intip 7 Kelakuan Unik Penduduk Wuhan

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kasus Suap Perizinan Meikarta, 5 Saksi DPRD Kabupaten Bekasi Ini Diperiksa KPK
apahabar.com

Nasional

Pergub DKI Tidak Atur Operasi Yustisi Masker di PSBB Transisi Jakarta
apahabar.com

Nasional

Viral Air Mineral Mengandung Zat Besi, Cek Penjelasan BPOM Banjarmasin
apahabar.com

Nasional

Komisi I DPR Menyayangkan Adanya Penolakan Kunjungan Menhan Prabowo ke AS
apahabar.com

Nasional

Sidang Kasus Limpasu HST, Ortu Korban Ingin Terdakwa Dikebiri!
apahabar.com

Nasional

Pemerintahan Jokowi Bakal Lengkap Jika Didukung Kekuatan Parlemen
apahabar.com

Nasional

Tiba di KBRI Singapura, AHY dan Ibas Angkat Peti Jenazah Ani Yudhoyono
apahabar.com

Nasional

Sidang MK, Hakim Nyatakan Tudingan Penyalahgunaan APBN dalam Pilpres Tak Terbukti
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com