apahabar.com
Ilustrasi sawit. Foto-Istimewa

apahabar.com, PONTIANAK – Harga Crude Palm Oil (CPO) di Kalbar berdasarkan hasil rapat penetapan indeks K untuk periode I Februari 2020 mencapai Rp8.8878,72 per kilogram.

“Harga CPO atau minyak mentah sawit pada Periode I Februari 2020 sedikit mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Pada periode II Januari 2020 harga CPO sebesar Rp9.475.16 per kilogram,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero di Pontianak, Jumat (14/2).

Untuk harga Palm Kernel (PK) sendiri saat ini sebesar Rp4.564,87 per kilogram. Harga PK atau inti sawit yang ada tersebut juga turut turun dibandingkan dengan periode sebelumnya.

“Pada Periode II Januari 2020 harga PK sebesar hanya sebesar Rp5.432, 85 per kilogram,” kata dia.

Penurun harga selain CPO dan PK juga terjadi pada Tandan Buah Segar (TBS) sawit. Pada periode I Februari 2020 ini harga rata – rata TBS sawit Rp1.841,15 per kilogram atau turun sebesar 6, 01 persen dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Sementara harga TBS sawit berdasarkan umur per kilogram yakni untuk umur tiga tahun saat ini Rp1.447,55, umur empat tahun Rp1.551,19, umur lima tahun Rp1.660,12, umur enam tahun Rp1.712,25, umur tujuh tahun Rp1.773,73, umur delapan tahun Rp1.831,39, umur sembilan tahun Rp1.863,24, umur 10 – 20 tahun Rp1.941,22, umur 21 tahun 1.905.00, umur 22 tahun Rp1.895,74, umur 23 tahun Rp1.848,19, umur 24 tahun Rp1.782,91 dan umur 25 tahun Rp1.721,66.

Hero menjelaskan bahwa terkait ditutupnya pintu ekspor karena virus corona tentu juga akan sedikit mengganggu pasar terutama ke luar negeri. Namun ia berharap tidak berdampak signifikan dan ada kebijakan khusus agar proses ekspor bisa berjalan seperti semula.

“Dari sisi dalam negeri harga masih terbilang baik saat ini dampak penerapan Biodisel 30 persen atau B30 oleh pemerintah. Hal itu mampu mendongkrak penyerapan CPO di dalam negeri. Harga meningkat akan berkorelasi terhadap tingkat kesejahteraan petani. Semoga kondisi ini stabil dan terus meningkat harap dia,” jelas Hero. (Ant)

Baca Juga: Batu Bara dan Sawit Bukan Lagi Andalan, Siapkan Sektor Pariwisata?

Editor: Fariz Fadhillah