Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Hasil Lab Keracunan Massal di Aluh Aluh, Makanan Negatif Zat Racun

- Apahabar.com Sabtu, 15 Februari 2020 - 14:32 WIB

Hasil Lab Keracunan Massal di Aluh Aluh, Makanan Negatif Zat Racun

Peristiwa keracunan massal di Desa Terapu RT 3, Kecamatan Aluh Aluh, Kamis (13/2) malam. Foto-dok

apahabar.com, MARTAPURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar terus menggali penyebab keracunan massal di Desa Terapu RT 3, Kecamatan Aluh Aluh, tempo hari.

Meski demikian, Kepala Dinkes Banjar, dr Diauddin memastikan dalam makanan ayam masak habang yang dikonsumsi warga tidak terdapat zat kimia beracun.

apahabar.com

Kepala Dinas Kesahatan (Kadinkes) Kabupaten Banjar, dr Diauddin MKes. Foto-apahabar.com/hendra

Ketika korban dilarikan ke Puskesmas Aluh Aluh, Kamis (13/2) malam, saat itu juga, pihak Dinkes Banjar mengambil sampel makanan dan muntahan korban. Kemudian diteliti ke labolatorium di Banjarbaru.

“Setelah diuji, dalam makanan negatif kimiawi, artinya tidak ada terkandung zat racun kimiawi,” ujar Kadinkes kerap disapa Dokter Dia kepada apahabar.com, Sabtu (15/2).

Dia menegaskan, dalam makanan yang disantap warga tersebut tidak ada racun dibuat di dalamnya.

Namun, lanjut dokter Dia, ada kemungkinan dalam makanan menganduk zat bakteri. Untuk memastikannya, kata Dia, harus menunggu seminggu sampai dua minggu ke depan.

“Karena sampelnya harus ditanam dulu biar tumbuh kumannya. Nah setelah itu baru ketahuan secara pasti bakteri apa yang terkandung,” jelas Dia.

Disinggung bakteri seperti apa, Dia belum berani memastikan. Namun Dia menggambarkan, bakteri yang tumbuh kuman dalam makanan biasanya bila makanan itu sudah basi.

“Jadi belum bisa dipastikan kuman apa sampai keluar hasil labolatorium,” imbuhnya.

Usai peristiwa keracunan massal pada malam itu, pasien keracunan yang dilarikan ke Puskesmas Aluh Aluh, semuanya sudah pulang ke rumah masing-masing.

“Syukurnya tidak parah, jadi dapat langsung pulang pada malam itu juga. Hanya dua orang yang pulang pada pagi-nya,” jelasnya.

Dia merincikan, total sekitar 107 orang yang menyantap makanan ayam masak habang saat acara haul salah satu orang tua warga itu. Kemudian ada 84 orang yang sempat dilarikan ke Puskesmas. Dari 84 itu 56 orang menggunakan infus.

“Pada malam kejadian itu kan kita juga turun ke Desa Terapu menggunakan kelotok, mencari yang kena keracunan dan didapati sekitar 22 orang,” pungkas Diauddin.

Baca Juga: Keracunan Massal di Aluh-Aluh, Dinkes Amankan Sampel Makanan

Baca Juga: Update Keracunan Massal di Aluh-Aluh, Empat Ambulans Diperbantukan

Reporter: Hendra
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

JKN-KIS Bantu Hermansyah Lawan Penyakit Kronis

Kalsel

JKN-KIS Bantu Hermansyah Lawan Penyakit Kronis
Masyarakat Banua Harus Toleransi Terhadap Korban Meninggal Covid-19

Kalsel

Masyarakat Banua Harus Toleransi Terhadap Korban Meninggal Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Indeks IKLH Meningkat, Kalsel Jadi Pilot Project Pelestarian lingkungan
apahabar.com

Kalsel

Identitas Jasad Pria Mengapung di Sungai Barito Terkuak, Begini Firasat Sang Kakak
apahabar.com

Kalsel

Begini Kondisi Bandara Syamsudin Noor H-5 Mudik Lebaran
apahabar.com

Kalsel

Relokasi Pasar Ujung Murung dan Sudimampir Makan Waktu 1,5 Tahun
apahabar.com

Kalsel

Lima Perawat Kalsel Gugur Tangani Covid-19, PPNI Berikan Santunan pada Ahli Waris
apahabar.com

Kalsel

Pimpin Pagi Perdana, Wakapolda Kalsel Ajak Bekerja dengan Hati
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com