Bertambah 13.094, Covid-19 Indonesia Tembus 1 Juta Kasus Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 10 Orang, Positif 8 H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel Polda Kaltim Gagalkan Peredaran Sabu 6 Kg di Samarinda dan Balikpapan Banjarmasin Resmi Perpanjang Tanggap Darurat Banjir, Kecamatan Timur Terparah!

HPN 2020 Kalsel, M Nuh: Wartawan Dituntut Miliki Keahlian Khusus

- Apahabar.com Jumat, 7 Februari 2020 - 17:08 WIB

HPN 2020 Kalsel, M Nuh: Wartawan Dituntut Miliki Keahlian Khusus

Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh di sela 'Program Wartawan Spesialis' dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2020 di Hotel Best Western, Banjarmasin, Jumat (7/2) siang. apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Memasuki era digital, wartawan diminta memiliki keahlian khusus atau spesialisasi.

“Dengan persoalan yang semakin kompleks, kompetensi yang dibutuhkan wartawan harus semakin tajam. Tidak cukup pengetahuan general, tapi harus spesialis,” kata Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh di sela ‘Program Wartawan Spesialis’ dalam rangkaian Hari Pers Nasional 2020 di Hotel Best Western, Banjarmasin, Jumat (7/2) siang.

Sebagai contoh berkembang pesatnya teknologi, Nuh menyebutkan perihal teknologi finansial (Fintech).

Baca Juga:Menpan-RB di HPN 2020 Kalsel: Humas Pemerintah Harus Siap 24 Jam

Apabila 10 tahun yang lalu belum ada, maka di tahun-tahun ini Fintech semakin berkembang pesat dan merupakan sesuatu yang dianggap penting untuk perekonomian negara.

“Jika 10 tahun lalu kita mengikuti pelatihan, kita tidak tahu ingin menulis apa soal Fintech, tapi dengan semakin berkembangnya teknologi, muncul berbagai macam kasus terkait hal ini, seperti halnya Fintech ilegal. Maka dari itu kita membutuhkan wartawan yang ahli dalam bidang tersebut,” ujar M Nuh.

Contoh lain menurutnya adalah wartawan yang harus mengerti bidang pertanian sawit. Selama ini, kata Nuh, sebagian besar wartawan hanya mengetahui sawit dalam hal umumnya.

“Selama ini kan kita hanya mengetahui sawit menghasilkan minyak, lalu bisa dijual, paling itu saja,” tutur eks Mendikbud era Presiden SBY ini.

Insan media massa diharap tidak hanya ahli dalam sisi generalnya, tapi harus mampu menguasai bagaimana bisnis sawit dari hulu ke hilirnya.

“Mengapa harga turun atau hal lainnya,” ujarnya lagi.

Adanya ‘Program Wartawan Spesialis’, insan pers diharap memiliki pondasi pengetahuan umum dan kompetisi yang bagus.

“Karena tugas kita tidak hanya menyampaikan informasi, tapi juga untuk mencerdaskan pembacanya,” tuturnya.

Spesialisasi tersebut, kata dia, juga bisa menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi para insan pers.

“Jangan merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini. Jika seperti itu Anda tidak akan bisa termasuk menjadi wartawan yang melakukan perubahan,” tuturnya.

“Kita tidak ingin berita yang disajikan hanya deskriptif atau sebatas data informasi, tapi kita ingin menyajikan sebuah berita agar bisa menjadi sebuah pengetahuan,” ujar M Nuh mengakhiri.

Baca Juga: HPN 2020, Presiden Jokowi Tiba di Kalsel Sore Ini

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Galang Dana, IPNU Banjar Berupaya Ringankan Beban Korban Kebakaran
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Tabalong, Ketua Bawaslu Terpaksa Ngungsi
apahabar.com

Kalsel

Danrem: TNI Siap Bantu Distribusi Logistik ke Penjuru Kalimantan
Longsor

Kalsel

Sempat Terputus Akibat Longsor, Jaringan Listrik 690 Pelanggan di Aranio Kembali Normal
apahabar.com

Kalsel

Dua Motor Adu Kuat di Takisung, Pedagang Bakso Keliling Ketumpahan Kuah Panas
apahabar.com

Kalsel

Akhiri Perdebatan, Pelindo III Banjarmasin Siap Kucurkan Rp 3 M
apahabar.com

Kalsel

Dikunjungi Anggota DPR RI, Wabup Banjar Minta Infrastruktur di Sekumpul Diperhatikan
apahabar.com

Kalsel

Destinasi Wisata Tanah Laut Sepi Pengunjung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com