Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

HPN 2020, Menkominfo: Produksi Hoaks Menguras Energi!

- Apahabar.com Minggu, 9 Februari 2020 - 00:18 WIB

HPN 2020, Menkominfo: Produksi Hoaks Menguras Energi!

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate saat Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian Hari Pers Nasional di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Sabtu (8/2) siang. Foto-apahabar.com/Riyad

apahabar.com, BANJARMASIN – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate mengajak insan pers untuk menangkal berita hoaks atau bohong.

Dengan iklim pers yang sehat, Johnny yakin turut serta meningkatkan kualitas demokrasi.

“Saya percaya bahwa salah satu pilar utama dari demokrasi negara adalah pers itu sendiri. Untuk itu saya berharap agar para insan pers di Indonesia bisa meningkatkan kualitas,” kata Johnny saat Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian Hari Pers Nasional di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Sabtu (8/2) siang.

Salah satu cara, kata Johnny, adalah dengan memberantas berita bohong ataupun ujaran kebencian dan lain sejenisnya.

“Terlalu banyak energi bangsa ini untuk memercayai atau membuat hoaks, mari kita sepakati bersama-sama untuk bermigrasi, energi yang digunakan untuk hal negatif itu sekarang harus kita gunakan untuk sesuatu yang positif,” tuturnya.

Jika zaman dahulu digunakan untuk berjuang, maka sekarang pers digunakan untuk demokrasi.

“Jika dahulu ada istilah pers nasionalis, sekarang kita tambah menjadi pers demokratis,” harapnya.

Sedari dulu, Johnny sendiri mengaku cinta dan bangga terhadap profesi wartawan.

“Saya dari dulu sangat cinta dan berkeinginan sekali menjadi insan pers,” ujarnya.

Meski begitu, Johnny tidak memiliki keberanian untuk terjun ke dunia jurnalistik. “Saya khawatir kalau tidak lulus untuk menjadi wartawan,” ujarnya.

Aku Johnny, menjadi wartawan bukan perkara gampang. Perlu keberanian tinggi.

“Ternyata rekan-rekan di sini jauh lebih hebat dari saya. Karena saya termasuk yang kecut dan pengecut, tidak berani mengambil profesi sebagai insan pers,” akunya.

Alasan lain, menjadi wartawan harus memiliki tiga hal. Ia menyebutnya dengan ‘SMS’: Sintaksis, Morfologi, dan Semantik.

“Itu kekuatannya wartawan yang menghasilkan industri yang betapa hebatnya,” jelasnya.

Meski tidak kesampaian menjadi wartawan, Johnny mengaku tetap mencintai profesi wartawan.

“Cinta saya terhadap dunia pers tidak akan pernah luntur,” jelas dia.

Baca Juga: HPN 2020, Ilham Bintang: Deklarasi JMSI Penting dan Perlu Diapresiasi

Baca Juga: HPN 2020 Kalsel, Bos Media Ini Minta Pers Beradaptasi

Reporter: Riyad Dafhi R
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ratusan Prajurit Batalyon 621/Manuntung Siap Bantu Disiplinkan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

BK DPRD Banjarbaru Panggil Imunk dan Neny
apahabar.com

Kalsel

Pasar Ramadan Banjarmasin Resmi Ditutup
apahabar.com

Kalsel

Polisi Pastikan Rekontruksi Kasus Mutilasi Sungai Tabuk Digelar
apahabar.com

Kalsel

Catatan WTP, Disdik Kalsel Disinggung Soal Dana BOS
apahabar.com

Kalsel

Renovasi Stadion 17 Mei Dimulai Juni 2019
apahabar.com

Kalsel

Gangguan Jiwa Berat, Bagaimana Penjagal Bocah SD Limpasu Ditahan?
apahabar.com

Kalsel

DLH Kabupaten Banjar Akan Laksanakan Gemas Darling
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com