Tak Seberuntung THM, Pembukaan Siring Pierre Tendean Ditunda Lagi Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga Suami Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Dikenal Penanambaan KPK OTT Wali Kota Cimahi Ajay Muhammad Priatna Dampak Libur Panjang, Banjarbaru Kembali Zona Merah!

ICMI Kalsel Sepakat Tolak Pernikahan Beda Agama

- Apahabar.com Selasa, 11 Februari 2020 - 15:42 WIB

ICMI Kalsel Sepakat Tolak Pernikahan Beda Agama

Guru Besar Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin sekaligus Pengurus ICMI Korwil Kalsel, Prof. Dr. H. Fahmi Al Amruzi pada Diskusi Publik Keummatan, Selasa (11/2) siang.  Foto-apahabar.com/Muhammad Robby 

apahabar.com, BANJARMASIN – Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Korwil Kalimantan Selatan (Kalsel) menyoroti kasus pernikahan beda agama di Hotel Tree Park Banjarmasin, Minggu 15 Desember 2019 silam.

“Pada zaman sahabat, Umar bin Khattab saja sudah jaga-jaga. Jika dibiarkan, maka ini sangat berbahaya. Umar pun mengatakan tak ada pernikahan beda agama. Walaupun dia ahli kitab,” ucap Guru Besar Fakultas Syariah UIN Antasari Banjarmasin sekaligus Pengurus ICMI Korwil Kalsel, Prof. Dr. H. Fahmi Al Amruzi pada Diskusi Publik Keummatan, Selasa(11/2) siang.

Menurutnya, kalau hanya sekedar bergaul, Islam masih bisa toleransi. Akan tetap jika menyangkut nikah beda agama, maka ini menyangkut hukum dan akidah.

“Kalau akidah tak satu atau berbeda, maka ini sangat jelas tak boleh. Bahkan ini sudah menjadi kesepakatan antara para (anggota, red) majelis ulama se-Indonesia,” tegasnya.

Gayung bersambut, Sekretaris ICMI Korwil Kalsel, Taufik Arbain pun menilai pernikahan beda agama tak sepantasnya terjadi di Kalsel.

Terlebih, Kalsel dikenal luas sebagai masyarakat yang memiliki sifat religius yang tinggi.

“Pernikahan beda agama ini menimbulkan pelanggaran hukum negara. Bahkan, hubungannya sangat fundamental dengan hukum agama,” tegas Taufik.

Sistem sosial masyarakat Kalsel yang religius ini, sambung dia, harus terus dijaga dan jangan sampai ada perbuatan yang semena-mena merusak harmoni antar kehidupan.

“Kita bukan mendahului NU, Muhammadiyah, atau ormas Islam lainnya, tetapi ini merupakan tanggung jawab ICMI,” sebutnya.

Sebelumnya, Banjarmasin dibuat geger dengan fenomena pernikahan kontroversial itu.

Bagaimana tidak, seorang pria berinisial RY berumur kurang lebih 30 tahun, beragama Islam. Sementara, sang mempelai wanita DA (25) beragama Kristen Protestan. Keduanya bersatu dalam untaian pernikahan yang difasilitasi oleh seorang bernama Nurcholish.

Selain beda agama, prosesi akad nikah keduanya menggunakan kepercayaan masing-masing. Usai akad secara Islam, kedua mempelai melakukan pemberkatan. Dari sana, keduanya dianggap telah sah menjadi suami istri.

Kabar itu kemudian menyebar di dunia maya dan semlpat membuat warganet, termasuk Kantor Urusan Agama setempat geram. Mereka menyebut Nurcholish sebagai penghulu liar. Setelah informasi itu viral, Nurcholis pun angkat bicara.

Kepada apahabar.com, Nurcholis beranggapan apa yang dilakukannya bentuk pemenuhan hak sipil warga negara, seperti tertuang dalam pasal 28 UUD 1945.

Dari sana, ia berkeyakinan hak-hak warga negara itu harus terpenuhi dan dilindungi negara.

“Kami hadir mengisi keinginan mereka yang berbeda keyakinan untuk dapat menikah. Ini adalah keinginan pasangan tersebut,” ucapnya.

Kendati begitu, Nurcholish merasa warga negara mesti dilindungi hak dalam berkeyakinan sesuai UU Nomor 39/1999 tentang HAM.

“Hak untuk melangsungkan perkawinan dijamin dalam kovenan internasional tentang hak-hak sipil dan politik dengan tujuan untuk melindungi hak setiap orang dan perlindungan keluarga,” terangnya.

Kata dia, ketentuan-ketentuan kovenan hak sipil dan politik telah diadopsi ke dalam UUD 1945 Pasal 28B ayat (1). Ditegaskan setiap orang berhak membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah.

Aturan itu, kata dia, kemudian dikuatkan oleh jaminan hak kebebasan untuk memilih calon suami dan calon isteri.

Baca Juga: Berupaya Unggul dan Terkemuka, STIE Indonesia Jalin Kerja Sama dengan Kampus di Luar Kalsel

Baca Juga: Aksi Unjuk Rasa di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Puluhan Personil Polisi Diturunkan

Reporter: Muhammad Robby 
Editor: Muhammad Bulkini 

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ini Dia Sosok Nanang Galuh Terpilih Kabupaten Tanah Laut
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Tambah 110 Positif Covid-19, Terbanyak dari Kabupaten Banjar
apahabar.com

Kalsel

Komisi II DPRD Banjarmasin Apresiasi Perwali Pengendalian Gas 3kg
apahabar.com

Kalsel

Momen Harganas, Memperkuat Hubungan Keluarga
apahabar.com

Kalsel

Gaji Guru Honorer Sesuai UMP di 2020, DPRD Kalsel: Semoga Berlaku untuk Sekolah Swasta
apahabar.com

Kalsel

Pelindo III Desak Pemkot Banjarmasin Realisasikan MoU
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Trisakti Banjarmasin, Bantuan Mulai Disalurkan
apahabar.com

Kalsel

Walau Belum Ekstrem, Harga Gas Melon di Marabahan Mulai Naik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com