Nekat, Preman di Pekapuran Todongkan Pisau ke Polisi Lagi, Polisi Kotabaru Endus Dugaan Korupsi Dana Desa Kemenpora Cetak 5 Ribu Pengusaha Muda, Hipmi Siap Berkolaborasi Resmi, Pekapuran Raya-Pemurus Dalam Zona Hitam Covid-19! H2 Juli, Kalsel Tambah Ratusan Kasus Baru Covid-19




Home Hikmah Religi

Minggu, 2 Februari 2020 - 09:47 WIB

Imam Ibnu Hajar Diprotes Non Muslim Karena Kekayaannya

Redaksi - Apahabar.com

ilustrasi
Foto-net

ilustrasi Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Ulama besar bernama Imam Ibnu hajar Al Asqalani adalah seorang yang kaya raya. Hal yang demikian membuat seorang non-muslim kebingungan, sebab dia mengetahui Nabi Muhammad SAW pernah mengungkapkan “Dunia adalah penjaranya orang beriman dan surganya orang kafir”.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani adalah ulama yang mendapat sebutan “al-Hafidh”, sebuah gelar yang diberikan kepada ulama ahli hadits, dengan syarat mampu menghafal 100 ribu hadits lebih, lengkap dengan rawi, matan, asbabul wurud, serta rijalul haditsnya.

Tidak hanya itu, Ibnu Hajar al-Asqalani yang ahli hadits ini juga kaya raya. Pada masa itu, ketika akan berkunjung ke suatu daerah, ia menunggang kuda yang paling gagah. Di punggung kudanya terdapat kain lembut menyelimutinya.

Suatu ketika di tengah jalan, ada seorang non-Muslim yang fakir miskin memandang sinis Al-Asqalani yang sedang  lewat dengan kuda gagahnya. Tiba-tiba ia berujar dengan suara meninggi, “Wahai tuan, sesungguhnya siapakah yang bergelar pembohong, engkau atau Nabimu?”

Baca juga :  Ustaz Evie Effendi Kembali Berulah, Warganet Minta MUI Jabar Bertindak

“Apa maksudmu?” al-Asqalani menimpali keheranan.

“Ya, bukankah nabimu pernah bilang bahwa dunia itu adalah penjara bagi orang yang mengimaninya dan menjadi surga bagi orang yang ingkar terhadapnya.”

Oh ternyata, ia menggugat salah satu hadits Nabi yang berbunyi: Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu  ia berkata, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Dunia adalah penjara orang yang beriman dan surganya orang kafir” (HR Muslim).

Seketika, Ibnu Hajar al-Asqalani menjawab,   “Kau memandang kehidupanku begitu indahnya. Memilki harta melimpah dan kaya raya, tungganganku kuda tergagah seantero kota, tak hanya itu, aku pun Muslim pula. Sungguh kenikmatan yang tiada bandingannya.”

“Sedang engkau, kau tak beriman pada nabiku. Hidupmu pun serba kurang tak menentu. Sungguh, mungkin bagimu, hal itu sudah cukup pilu.”

“Lantas, adakah yang keliru dengan sabda nabiku? Ketahuilah, kehidupanku yang engkau lihat senyaman ini, sungguh jika dibanding dengan nikmat surga nanti adalah layaknya penjara dunia yang disabdakan nabi.”

Baca juga :  Daging Kurban Bisa Jadi Haram Karena 3 Hal Ini

“Sedang hidupmu yang sudah kau rasa pilu di dunia ini sudah merupakan gambaran surgamu di akhirat nanti. Tidak merasakan panasnya api neraka di dunia ini, sudah merupakan bentuk nikmat surga dunia bagi engkau di kemudian hari nanti,” terang al-Asqalani sambil berlalu.

Pernyataan Ibnu Hajar al-Asqalani tersebut menjelaskan bahwa tak ada larangan menjadi kaya dalam Islam. Hadits “dunia itu penjara orang mukmin” hanyalah gambaran minimal tentang kenikmatan yang bakal diterima kelak. Status mukmin dan kaya adalah dua hal yang berbeda meskipun keduanya bisa saling mempengaruhi. Bagi orang alim yang zuhud seperti Ibnu Hajar al-Asqalani, kekayaan harta tak lebih dari sekadar alat: tempatnya hanya di genggaman tangan, tak sampai menghujam ke dalam hati.

Baca Juga: Dosa-Dosa Diakibatkan Lidah yang Tak Bertulang

Baca Juga: Jintan Hitam dan Pembuktian Medis Sabda Nabi Muhammad SAW

Sumber: NUONLINE
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Catat, Ini 7 Larangan ketika Muslimah Sedang Haid atau Nifas
apahabar.com

Hikmah

Pekerjaan Paling Utama ‘di Mata’ Rasulullah SAW
apahabar.com

Hikmah

2 Tujuan di Balik Tuntunan Berziarah Kubur, Apa Saja?
apahabar.com

Hikmah

Puluhan Anak Punk Mantapkan Hijrah
apahabar.com

Hikmah

3 dari 10 Syarat Muslimah Jadi Tetangga Rasulullah Kelak
apahabar.com

Hikmah

Percepat Pembayaran Zakat di Tengah Covid-19, Afdolkah?
apahabar.com

Religi

Sering Menginap di Rumah Abah Guru Sekumpul, Begini Cerita Guru Mulkani
apahabar.com

Religi

Tangannya Dicium Habib Mundzir, Preman Langsung Bertobat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com