Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak

Imbas Naik 35 Persen, Peredaran Cukai Rokok Ilegal di Kalsel  Diprediksi Meningkat

- Apahabar.com Selasa, 4 Februari 2020 - 10:54 WIB

Imbas Naik 35 Persen, Peredaran Cukai Rokok Ilegal di Kalsel  Diprediksi Meningkat

Ilustrasi, rokok. Foto-Tribun

apahabar.com, BANJARMASIN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin memprediksi penyebaran cukai rokok ilegal di Kalsel akan meningkat. Hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang secara resmi menaikkan cukai rokok.

“Kenaikan tarif cukai rokok sebesar 35 persen akan menyebabkan besarnya potensi persebaran cukai ilegal di Banjarmasin. Ini dikarenakan harga cukai yang semakin tinggi,” ucap Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin, Kurnia S di sela Customs Awards Coffee Morning, Selasa (4/2) pagi.

Kenaikan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 152/2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 146/2017 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau.

“Sedangkan para perokok pasti mencari rokok yang lebih murah,” bebernya.

apahabar.com

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin, Kurnia S.
Foto-apahabar.com/Muhammad Robby

Pemerintah, kata dia, menargetkan penerimaan pajak yang lebih besar dari sektor cukai. Oleh sebab itu, cukai rokok dinaikkan.

Di Indonesia, sambung dia, hanya ada tiga jenis barang kena cukai. Di antaranya tembakau, minuman beralkohol, dan APTL.

“Seharusnya semua itu dikenakan cukai, termasuk soft drink. Bahkan, Singapura telah memberlakukan hal tersebut,” bebernya.

Begitu pula seperti gula yang harus dikenakan cukai. Di Indonesia banyak orang yang terkena diabetes akibat gula. Oleh sebab itu, penggunaan gula dibatasi.

“Untuk plastik juga harus dikenakan cukai. Karena cukai itu tujuannya untuk membatasi,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, aturan kenaikan cukai rokok telah ditandatangani Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani pada 18 Oktober 2019.

Aturan menjelaskan, jika Batas waktu pelekatan pita cukai yang telah dipesan dengan tarif masih dapat dilekatkan paling lambat tanggal 1 Februari 2020. Ini tertuang dalam pasal 2 ayat ii dari aturan tersebut.

Kenaikan tarif cukai dan rokok diterapkan secara bervariasi. Baik untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM), Sigaret Putih Mesin (SPM), Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Baca Juga: Termasuk Pajak Rokok, Bakeuda Kalsel Rilis Target PAD 2020

Baca Juga: Ketahuan Curi Rokok, Sales Tisu Nyaris Diamuk Warga Banua Anyar

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Ops Antik 2019, Polres Tala Tangkap 22 Budak Sabu dan Ekstasi
apahabar.com

Kalsel

Damri Beroperasi di Marabahan, Pelajar Diberi Tarif Gratis
apahabar.com

Kalsel

Operasi Patuh di HSU, Pelanggar Bisa Dihitung Jari
apahabar.com

Kalsel

Dampingi KAT di HST, Kemensos RI Kirim 2 Orang Petugasnya
apahabar.com

Kalsel

Berjuluk Jewel Of Borneo, Terminal Baru Syamsuddin Noor Beroperasi Awal Desember Ini
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Lokasi TMMD di Tanah Bumbu, Mayjen TNI Irwan Disambut Tarian Tandik Pedalaman
apahabar.com

Kalsel

Sepekan CPNS Banjarmasin, Formasi Ini Kurang Peminat
apahabar.com

Kalsel

Naik Ratusan Ribu, Ibnu Sina Jamin Kesejahteraan Guru Honorer Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com