Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!

and - Apahabar.com Jumat, 28 Februari 2020 - 14:31 WIB
and - Apahabar.com Jumat, 28 Februari 2020 - 14:31 WIB

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!

Ekspor batu bara dan minyak sawit Kalsel diprediksi terganggu oleh kebijakan Amerika Serikat. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Amerika Serikat (AS) telah mencoret Indonesia sebagai negara berkembang dan menjadikannya negara maju.

Imbasnya, pencoretan itu diyakini akan berpengaruh pada geliat ekonomi Indonesia, terlebih Kalimantan Selatan.

“Dengan sendirinya pasti berdampak karena jika sudah masuk ke dalam kategori negara maju, maka Indonesia tak bisa lagi mendapatkan fasilitas bea masuk yang murah. Akhirnya, daya saing produk Indonesia di mancanegara menjadi turun,” ucap
Ekonom Kalsel, Mochammad Zainul kepada apahabar.com.

Terlebih, kata dia, Kalsel merupakan daerah dengan pengekspor batu bara, kelapa sawit, hasil laut, dan komoditi lainnya yang cukup besar di Indonesia.

“Ini pasti terkena imbasnya,” tegasnya.

Menurutnya, penyesuaian status Indonesia merupakan strategi politik dagang Amerika Serikat. Dengan tujuan mengurangi defisit neraca perdagangan negara Amerika Serikat dengan Indonesia.

Amerika juga disinyalir hendak melindungi produk dalam negeri mereka dari serangan produk impor.

“Cukai atau pajak barang masuk ke negara tujuan ekspor. Jika negara miskin atau sedang berkembang melakukan ekspor barang ke suatu negara, maka bisa mendapatkan keringanan pajak. Sehingga bisa menjual dengan harga murah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah strategis.

Pertama, Indonesia harus meningkatkan daya saing produk dalam negeri, baik dari segi kualitas maupun efesiensi harga.

Kedua, memperlus jaringan negara tujuan ekspor dan memberikan insentif pajak dalam negeri untuk produk ekspor.

“Terakhir, menyederhanakan alur birokrasi untuk aktifitas ekspor,” pungkasnya. (*)

*Dampak Indonesia Jadi Negara Maju

1. AS akan menyelidiki beragam produk impor dari Indonesia hingga kenaikan Bea Impor AS.
2. Nilai ekspor ke AS menurun drastis.
3. Secara makro juga menyebabkan penurunan ekspor ke AS sebesar 2,5 persen
4. Indonesia tidak lagi mendapat fasilitas GSP, tidak hanya dari AS, melainkan negara maju; Australia, Belarus, Kanada, Uni Eropa, Islandia, Jepang, Kazakhstan, Selandia Baru, Norwegia, Rusia, Swiss, atau Turki.
5. Indonesia tidak lagi mendapat kemudahan dan fasilitas soft loan pinjaman luar negeri.
Sumber: Kompas.com

Heboh Negara Maju, Hipmi: Hati-hati Jebakan Batman

Baca Juga: Wapres Tutup Rakornas Forkompimda, Gubernur Isran: Semoga Kaltim Jadi Bagian Indonesia Maju

Baca Juga: Presiden Lantik Menteri Kabinet Indonesia Maju, Berikut Daftarnya

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Terkerek Bursa Global, IHSG Berpotensi Menguat
apahabar.com

Ekbis

Program Mahakam Telkomsel Tawarkan Hadiah Umroh
apahabar.com

Ekbis

Efek Surat Muatan Udara Mulai Dirasa Pengusaha Ekspedisi
apahabar.com

Ekbis

Soal Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Dibatalkan, Ini Kata Menkeu Sri Mulyani
apahabar.com

Ekbis

Pertamina Resmi Alihkan Participating Interest 10% WK Mahakam
Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini

Ekbis

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini
apahabar.com

Ekbis

Raker Perdana dengan Komisi VI, Erick Thohir Didampingi 5 Dirut BUMN
apahabar.com

Ekbis

Tips Menghindari Jebakan Investasi Bodong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com