Kronologis Laka Maut di Kandangan Hingga Pemotor Tewas Terlindas Truk Adik Maliki Jadi Saksi, Tegaskan Duit Fee Diminta Abdul Wahid Siap-Siap, Distribusi Air Bersih PT AM Bandarmasih Setop 6 Jam Jalani Sidang Perdana, Suami ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin Didakwa Pasal Penipuan & Penadahan Lanjutan Sidang ‘Ratu’ Arisan Online Bodong Banjarmasin, Terdakwa Ngaku Jual Slot Fiktif

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!

and - Apahabar.com     Jumat, 28 Februari 2020 - 14:31 WITA
and - Apahabar.com     Jumat, 28 Februari 2020 - 14:31 WITA

‘Indonesia Maju’ Ancam Ekspor Batu Bara dan CPO Kalsel!

Ekspor batu bara dan minyak sawit Kalsel diprediksi terganggu oleh kebijakan Amerika Serikat. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Amerika Serikat (AS) telah mencoret Indonesia sebagai negara berkembang dan menjadikannya negara maju.

Imbasnya, pencoretan itu diyakini akan berpengaruh pada geliat ekonomi Indonesia, terlebih Kalimantan Selatan.

“Dengan sendirinya pasti berdampak karena jika sudah masuk ke dalam kategori negara maju, maka Indonesia tak bisa lagi mendapatkan fasilitas bea masuk yang murah. Akhirnya, daya saing produk Indonesia di mancanegara menjadi turun,” ucap
Ekonom Kalsel, Mochammad Zainul kepada apahabar.com.

Terlebih, kata dia, Kalsel merupakan daerah dengan pengekspor batu bara, kelapa sawit, hasil laut, dan komoditi lainnya yang cukup besar di Indonesia.

“Ini pasti terkena imbasnya,” tegasnya.

Menurutnya, penyesuaian status Indonesia merupakan strategi politik dagang Amerika Serikat. Dengan tujuan mengurangi defisit neraca perdagangan negara Amerika Serikat dengan Indonesia.

Amerika juga disinyalir hendak melindungi produk dalam negeri mereka dari serangan produk impor.

“Cukai atau pajak barang masuk ke negara tujuan ekspor. Jika negara miskin atau sedang berkembang melakukan ekspor barang ke suatu negara, maka bisa mendapatkan keringanan pajak. Sehingga bisa menjual dengan harga murah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan pemerintah pusat maupun daerah segera mengambil langkah strategis.

Pertama, Indonesia harus meningkatkan daya saing produk dalam negeri, baik dari segi kualitas maupun efesiensi harga.

Kedua, memperlus jaringan negara tujuan ekspor dan memberikan insentif pajak dalam negeri untuk produk ekspor.

“Terakhir, menyederhanakan alur birokrasi untuk aktifitas ekspor,” pungkasnya. (*)

*Dampak Indonesia Jadi Negara Maju

1. AS akan menyelidiki beragam produk impor dari Indonesia hingga kenaikan Bea Impor AS.
2. Nilai ekspor ke AS menurun drastis.
3. Secara makro juga menyebabkan penurunan ekspor ke AS sebesar 2,5 persen
4. Indonesia tidak lagi mendapat fasilitas GSP, tidak hanya dari AS, melainkan negara maju; Australia, Belarus, Kanada, Uni Eropa, Islandia, Jepang, Kazakhstan, Selandia Baru, Norwegia, Rusia, Swiss, atau Turki.
5. Indonesia tidak lagi mendapat kemudahan dan fasilitas soft loan pinjaman luar negeri.
Sumber: Kompas.com

Heboh Negara Maju, Hipmi: Hati-hati Jebakan Batman

Baca Juga: Wapres Tutup Rakornas Forkompimda, Gubernur Isran: Semoga Kaltim Jadi Bagian Indonesia Maju

Baca Juga: Presiden Lantik Menteri Kabinet Indonesia Maju, Berikut Daftarnya

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Minyak Goreng Curah

Tak Berkategori

2020, Mendag Bertekad Hilangkan Minyak Goreng Curah

Tak Berkategori

Juru Mudi TB Fortensius Ditemukan Meninggal Dunia
apahabar.com

Tak Berkategori

Jokowi: Harga Gula dan Bawang Akan Turun Pekan Depan
Bangun Masjid

Tak Berkategori

Berencana Bangun Masjid, Amanda Manopo Minta Rekomendasi Lokasi
apahabar.com

Tak Berkategori

Menginap di Best Western, Salat Subuh di Masjid Sabilal Muhtadin
Pendangdut Via Vallen

Tak Berkategori

Waduh! Pria Pembakar Mobil Via Vallen Ngaku Sebagai Suami

Tak Berkategori

Pilkada Kalsel, KPU Tabalong Mulai Lakukan Pelipatan Surat Suara
apahabar.com

Tak Berkategori

Perjuangan Syaripuddin, Si Tukang Ojek yang Melenggang ke Rumah Banjar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com