Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

ISPU Lambung Mangkurat Tak Lagi Akurat

- Apahabar.com Sabtu, 1 Februari 2020 - 14:55 WIB

ISPU Lambung Mangkurat Tak Lagi Akurat

Index Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang terletak di simpang empat Jalan Lambung Mangkurat terlihat menunjukkan adanya pencemaran udara. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di simpang empat Jalan Lambung Mangkurat kembali bikin pusing. Pasalnya, udara di Kota Banjarmasin terekam beracun.

Pada, Sabtu (1/2) siang, papan tersebut menunjukkan kondisi N02 atau Nitrogen Dioksida pada angka berbahaya. Fenomena itu jelas gawat. Sebab NO2 tergolong gas beracun. Penghirup udara di Kota Banjarmasin bisa kehilangan kesadaran dan lumpuh.

Namun, kondisi itu dibantah Kasi Pengawas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin Fitriani. Dia mengatakan kualitas udara di kota berjuluk Seribu Sungai ini masih aman saja.

Menurutnya, apa yang terekam di ISPU itu karena sensor parameternya saja sedang rusak. Sehingga bukan jadi ukuran pasti udara di Banjarmasin beracun.

“Display ISPU yang menunjukkan NO2 masuk kategori berbahaya itu salah. Kualitas udara di Banjarmasin aman. Alatnya aja yang rusak,” ujarnya.

Baca Juga: Kondisi Udara Kalsel 93 Mikrogram, DLH Sebut Kategori Sedang

Dia mengungkapkan kejadian tersebut kerap terjadi sejak 2019 tadi. Untuk 2020 ini, kejadian tersebut merupakan pertama terjadi sejak Kamis lalu (30/1).

Saat ini tim DLH Banjarmasin sudah melaporkan ke Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan (KLHK) selaku pemilik alat pemantau kualitas udara itu.

“Sensornya belum diganti oleh KLHK, dan mereka lagi koordinasi dengan pihak ketiga apakah sensor dan teknisinya siap untuk memperbaiki,” ungkap Fitriani.

Dia berharap ISPU di Banjarmasin bisa cepat diperbaiki. Sehingga tak sampai membuat masyarakat salah faham.

Adapun N02, diketahui sangat berbahaya bagi bahan pencemaran udara. Bahan kimia tersebut memiliki warna coklat kemerahan dan berbau tajam. Sementara saat ini udara yang dihirup tidak terasa demikian.

Baca Juga: Malaysia Rilis Indeks Pencemaran Udara

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Dalam Sepekan Bertambah 24 Pasien DBD di Kabupaten Banjar

Kalsel

Demo Tolak UU Cipta Kerja Jilid III di Banjarmasin, Polisi Tutup Arus Lalu Lintas di Dua Lokasi
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Kembali Hujan, Waspada Petir dan Angin Kencang
apahabar.com

Kalsel

Perkuat Ketahanan Pangan, Kapolres HSU Lepas 8000 Ekor Bibit Ikan
apahabar.com

Kalsel

Didukung Cipayung Plus, Imam Mantap Maju sebagai Ketua DPD KNPI Banjarmasin
Begini Cara Kemenkumham Kalsel Tingkatkan Sinergitas MPWN dan MPDN

Kalsel

Begini Cara Kemenkumham Kalsel Tingkatkan Sinergitas MPWN dan MPDN  
apahabar.com

Kalsel

Tiket Mahal, Penumpang di Pelabuhan Trisakti Naik 15 Persen  

Kalsel

Rikwanto Resmi Jabat Kapolda Kalsel, Pikul 3 Amanat dari Kapolri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com