Buntut Demo, Koordinator BEM Kalsel Ahdiat Zairullah Resmi Tersangka Mubadala Petrolium Sosialisasi Pemboran Sumur Eksplorasi Yaqut-1 Upah Minimum Naik Rp 10 Ribu, Buruh Kalsel Meradang Koordinator BEM Kalsel Tersangka, Kuasa Hukum Siap Melawan BREAKING NEWS: Wakil Rektor ULM Penuhi Panggilan Polda Kalsel

Jatam: Lubang Tambang Kaltim Sudah Renggut 37 Nyawa

- Apahabar.com Minggu, 23 Februari 2020 - 21:33 WIB

Jatam: Lubang Tambang Kaltim Sudah Renggut 37 Nyawa

Lokasi bekas galian tambang batu bara yang diduga milik PT CEM di Kota Samarinda, Kaltim, tempat tenggelamnya Bayu Setiawan (21). Foto-Istimewa via Antara

apahabar.com. SAMARINDA – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur (Kaltim) mencatat hingga saat ini lubang tambang bekas galian batu bara di daerah itu telah merenggut 37 nyawa manusia, sehingga pihaknya minta Pemerintah Pusat hingga daerah mengambil sikap tegas.

“Tenggelamnya Bayu Setiawan (21) di kawasan yang diduga milik PT Cahaya Energi Mandiri (CEM) Samarinda, Jumat sore, 21 Februari, menambah catatan kelam kasus lubang tambang di Kaltim hingga bertambah menjadi 37 korban jiwa,” ujar Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang di Samarinda, Minggu (23/02).

Untuk itu Jatam Kaltim mendesak Pemerintah Pusat, Pemprov Kaltim, Komnas Hak Azasi Manusia (HAM), dan Polda Kaltim mengambil 10 sikap yang menjadi tuntutan Jatam.

Sepuluh sikap itu adalah, pertama, mencabut IUP PT CEM yang telah melakukan pembiaran terhadap kewajibannya sebagai pemegang izin, karena seharusnya PT CEM selaku pemegang IUP, memprioritaskan keselamatan masyarakat di sekitar tambang.

Kedua, mempidanakan PT CEM karena kelalaiannya mengakibatkan hilangnya nyawa manusia sebagai dampak tidak dilaksanakannya kewajiban pemulihan lingkungan, baik reklamasi dan penutupan lubang seperti yang diatur UU Nomor 4/2009 tentang Pertambangan Minerba dan PP Nomor 78/2010 tentang Reklamasi dan Pasca-Tambang.

Ketiga, mendesak aparat penegak hukum lebih transparan kepada publik, memberikan pemberitahuan perkembangan penyelidikan dan penyidikan kasus lubang tambang kepada keluarga korban.

Tuntutan keempat adalah menghentikan pemberian perpanjangan izin usaha pertambangan kepada perusahaan-perusahaan yang bermasalah.

“Jatam Kaltim menemukan banyak pemegang izin tambang yang tidak menjalankan kewajiban pemulihan dan penutupan lubang tambang. Reklamasi dan pascatambang hanya hoaks, laju pembukaan lubang tambang tidak sebanding dengan progres pemulihan lingkungan pascatambang,” kata Rupang.

Kelima, harus dilakukan audit seluruh perusahaan pertambangan batu bara yang meninggalkan lubang galian bermasalah dan menimbulkan pelanggaran HAM, dengan cara Komnas HAM mengirim surat kepada Presiden, Menteri ESDM dan Menteri Lingkungan Hidup, termasuk mengevaluasi seluruh izin tambang di Kaltim.

Keenam, Jatam Kaltim meminta kewenangan reklamasi dan pascatambang juga pengawasannya ditarik dari kewenangan Kementerian ESDM untuk diberikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Komnas HAM.

Ketujuh, perlu dilakukan moratorium izin tambang dan penurunan produksi batu bara secara nasional, untuk mengurangi daya rusak pada lingkungan hidup dan pelanggaran HAM.

Kedelapan, Komnas HAM mengkaji kemungkinan meletakkan kasus anak-anak yang tewas di lubang tambang sebagai pelanggaran HAM berat, agar tidak ada kasus serupa.

Kesembilan, Komnas HAM berkirim surat tentang perlunya dilakukan penciutan dan pencabutan izin-izin tambang yang berada di pemukiman penduduk.

“Kesepuluh, Jatam Kaltim menolak Omnibus Law Cipta Kerja yang akan memperbanyak lubang tambang batu bara, karena memberi insentif dan keistimewaan baru izin-izin tambang batu bara tanpa mengenal batas wilayah konsesi, akan semakin mendekati wilayah pemukiman warga dan berpotensi menciptakan lebih banyak lubang baru,” tuturnya.(Ant)

Baca Juga: Ada Tambang ‘Nakal’ di Tapin, ESDM: Berbenah atau Setop Produksi 

Baca Juga: Hanya 10 Meter dari Jalan, Lubang Tambang di Tapin Tuai Protes Warga 

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kaltim Urutan Ke-14 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak
apahabar.com

Kaltim

Ajak Semua Elemen Selesaikan Banjir Samarinda
1 Pasien Positif Covid-19 Asal Banjarmansin Meninggal Dunia di Balikpapan

Kaltim

1 Pasien Positif Covid-19 Asal Banjarmansin Meninggal Dunia di Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Tunggakan Iuran BPJS Mandiri Penajam Tembus Miliaran Rupiah
apahabar.com

Kaltim

Ramai-Ramai Dorong Percepatan Status Hutan Adat Mahulu
apahabar.com

Kaltim

Jumlah Koperasi di Kaltim Naik Tipis
apahabar.com

Kaltim

Pemprov Kaltim Evaluasi Penerima Beasiswa ke Rusia
apahabar.com

Kaltim

Klaim Gubernur Soal Pabrik Semen Tak Ganggu Karst Dinilai Sesat!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com