Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor!

JMSI Aceh Minta Polda Aceh Bebaskan Dedi Iskandar

- Apahabar.com Kamis, 20 Februari 2020 - 19:52 WIB

JMSI Aceh Minta Polda Aceh Bebaskan Dedi Iskandar

Plt Ketua JMSI Aceh, Hendro Saky, dan Direktur AJNN, Akhiruddin Mahjuddin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANDA ACEH – Plt Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Hendro Saky, meminta kepada Kapolda Aceh, untuk membebaskan Dedi Iskandar, wartawan LKBN Antara yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Aceh Barat.

Penegasan ini, disampaikan Hendro Saky, dalam rilisnya yang diterima apahabar.com, Kamis (20/02), menyikapi perkembangan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait terhadap Dedi Iskandar yang terjadi beberapa waktu lalu, di Meulaboh.

Menurutnya, saat lepas sambut Kapolda Aceh beberapa hari lalu, Irjen Pol Wahyu Widada, secara tegas menunjukkan komitmennya terhadap kebebasan pers, dan mendorong setiap tindakan premanisme dapat menggunakan UU Pers dalam proses penyelesaiannya.

Namun, sambung pimpinan umum popularitas.com tersebut, dengan telah ditetapkannya Dedi Iskandar sebagai tersangka, maka JMSI Aceh, meragukan pernyataan Kapolda Aceh tersebut, dan atau mungkin jajaran Polres Aceh Barat, tidak menyahuti sikap Irjen Pol Wahyu Widada.

Atas persoalan ini, pihaknya menuntut agar Dedi Iskandar dapat dibebaskan dari hukum, dan Polda Aceh segera mengeluarkan SP3 dalam kasus ini. “Sebab sudah jadi tersangka, maka harus dibebaskan dengan keluarkan SP3,” terangnya.

JMSI Aceh juga meminta agar Polda Aceh, memberikan atensi atas berbagai peristiwa tindak kekerasan wartawan di Aceh Barat, dengan mengambil alih penanganan kasus disana.

“Kami berpikir, Polres Aceh Barat tidak kredibel dalam menangani kasus kekerasan wartawan disana. Dan Polda Aceh harus ambil alih kasus tersebut,” katanya.

Baca Juga: Melalui Omnibus Law, Pemerintah Berupaya Serap 3 Juta Tenaga Kerja

Baca Juga: Surya Paloh Bingung, Apa yang Dicari UU Ketahanan Keluarga

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Taman Nasional Komodo Bakal ‘Diliburkan’ Selama Setahun
apahabar.com

Nasional

Masjid dan TPA di Banyumas ‘Dikotori’ Orang Tak Dikenal, Alquran Dibuang ke Sumur
apahabar.com

Nasional

Hari Raya Idul Fitri 1440 H Jatuh 5 Juni 2019
apahabar.com

Nasional

Gayus Tambunan Dapat Remisi, Pegiat Antikorupsi Kecam Yasonna
apahabar.com

Nasional

Jelang Debat, Jokowi Makan Siang Bersama Keluarga di Restoran Padang
apahabar.com

Nasional

4 Orang Tewas Tertimpa Longsor Gianyar, Ahli Waris Dapat Santunan
apahabar.com

Nasional

Tanpa BPJS, Bayi Jantung Bocor di Batola Dirujuk ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Masyarakat Tetap Tenang Namun Waspada Tsunami
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com