Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Jokowi Akan Atur Platform Pers Digital Asing

- Apahabar.com Sabtu, 8 Februari 2020 - 16:23 WIB

Jokowi Akan Atur Platform Pers Digital Asing

Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di kompleks kantor pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (08/02).Foto-Republika/Febrianto Adi Saputro

apahabar.com, BANJARMASIN – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana mengatur regulasi platform digital yang menjajaki dunia pers di Indonesia. Langkah ini disiapkan agar insan pers mendapatkan perlindungan dan proteksi dari negara.

“Platform digital yang aturan regulasinya belum ada sangat menjajaki dunia pers kita,” ujar Jokowi saat acara Pembukaan HPN 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, seperti dilansir apahabar.com dari Republika.co.id, Sabtu (08/02).

Menurutnya persiapan regulasi tersebut akan disiapkan oleh masing-masing pimpinan redaksi kantor berita di Indonesia. Nantinya melalui regulasi tersebut maka pemerintah dapat memungut pajak dari platform digital milik asing.

“Tadi malam saya sudah berbincang-bincang dengan pimpinan redaksi dan meminta disiapkan draf regulasi. Jangan sampai semuanya diambil oleh platform dari luar, pajak tidak bayar, aturan main tidak ada padahal aturan pers kita diatur dengan rigit, dia (platform luar) tidak pakai aturan, dia ambil iklan, sehingga ada capital outflow,” jelasnya.

Jokowi menyebut selama ini belum ada aturan platform digital khusus insan pers. Padahal, saat ini platform digital telah membanjiri ke Indonesia bahkan seluruh negara.

“Nah ini yang sering tidak dihitung (pajak) dan ini segera perlu diatur dan semua negara mengalami hal yang sama mengenai ini. Regulasi belum ada, aturan belum ada,” ucapnya.

Ke depan, pemerintah berupaya mewujudkan Indonesia Maju seperti pembangunan infrastruktur, pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), penyerdehanaan regulasi melalui Omnibus Law, reformasi birokrasi, reformasi ekonomi, hilirisasi dan industrilisasi dan pemindahan ibu kota negara.

“Insan pers merupakan pilar demokrasi yang keempat. Kemudian pada pemilu terbesar dan terumit di dunia peran pers sangat besar, mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga situasi bangsa dalam keadaan kondusif,” jelasnya.(Rep)

Baca Juga: Kapok Lantaran Pernah Tak Hadir di HPN, Jokowi: Saya Pergi yang Ngejar Pers

Baca Juga: Resmikan Hutan Pers, Jokowi Tanam Pohon Raksasa di HPN 2020

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cegah Covid-19, Jokowi Intruksikan Kampanye Masif Protokol Kesehatan

Nasional

Alasan Prabowo Mau Jadi Menteri Pertahanan Jokowi
apahabar.com

Nasional

Banjir Jabodetabek, Basarnas Kirim Pasukan SAR ke Jakarta
apahabar.com

Nasional

Usai Pemilu, Investor Pilih “Wait and See”
apahabar.com

Nasional

Andai Ibu Kota ke Kalimantan, Repnas: Kalsel Berpotensi Kembangkan Wisata Religi
apahabar.com

Nasional

Bekas Menteri SBY Wanti-Wanti Rencana Jadikan Kalsel Ibu Kota RI
apahabar.com

Nasional

Lebaran 2019, Pertamina Berangkatkan Belasan Ribu Pemudik
apahabar.com

Nasional

Tangkal Hoaks, Jokowi Langsung yang Ingin Bertemu Masyarakat Kalsel 27 Maret
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com