Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Jokowi Harapkan BUMN-Swasta Bantu Danai Riset

- Apahabar.com Kamis, 6 Februari 2020 - 19:46 WIB

Jokowi Harapkan BUMN-Swasta Bantu Danai Riset

Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (06/02). Foto-Antara/Indra Arief

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengharapkan peran BUMN dan swasta untuk membantu pendanaan riset, agar tidak hanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Jokowi dalam rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (06/02), mengatakan riset dan penelitian harus dilakukan menyeluruh, dan dekat dengan aplikasi serta kebutuhan di dunia industri. Maka itu, ia tidak ingin riset dilakukan secara tidak komprehensif dan tidak aplikatif dalam kehidupan masyarakat.

Kepala Negara menekankan proses riset dan hilirisasi riset agar dapat menghasilkan produk unggulan.

“Pendanaan riset yang memadai, sehingga tidak setengah-setengah. Hal ini membutuhkan bukan hanya konsolidasi anggaran riset yang bersumber dari APBN tapi juga butuh dorongan pendanaan riset dari BUMN maupun sektor swasta,” katanya.

Dalam riset, Jokowi meminta adanya peta jalan (road map) yang mengadaptasi konsep hilirisasi. Dengan begitu, peta jalan itu memuat aspek-aspek hilirisasi riset hingga ke tahap produksi massal.

Dalam proses riset, Jokowi mengharapkan perguruan tinggi dan para ilmuwan dapat menerapkan konsep yang aplikatif dengan dunia industri.

“Hasil riset yang dihasilkan lembaga dan ini harus tersambung dengan dunia industri. Sehingga bisa diproduksi secara massal dan dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat dan dunia usaha,” katanya.

Jokowi mengapresiasi produk teknologi berbasis riset yang sudah dihasilkan seperti kapal selam buatan PT. PAL di Surabaya. Kemudian juga, pesawat tanpa awak (drone), katalis, teknologi konstruksi kapal dan juga teknologi “stem cell”.

“Kemudian teknologi konstruksi kapal yang memungkinkan membuat kapal nelayan yang dijamin aman namun dengan harga yang lebih murah. Kemudian juga teknologi stemcell ortopedi yang dikembangkan oleh UI dan RSCM dan juga banyak lagi yang lainnya,” ujarnya.(Ant)

Baca Juga: Bahas Ratifikasi IA-CEPA, Jokowi Akan Berkunjung ke Australia

Baca Juga: Jokowi Instruksikan Kementerian dan Pemda Selesaikan Tumpang Tindih Lahan

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ciptakan SDM Unggul, BP Jamsostek Batulicin Gelar Pelatihan Alat Berat
apahabar.com

Ekbis

Emas Menguat Pasca Donald Trump Tawarkan Stimulus Lawan Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Pertegas Eksistensi Rupiah, BI Kalsel Lepas Tim Susur Sungai
apahabar.com

Ekbis

April, Volume Kontainer di Trisakti Banjarmasin Naik Tipis
apahabar.com

Ekbis

Cenderung Terkoreksi, IHSG Diprediksi Bergerak Mendatar
apahabar.com

Ekbis

Efek Surat Muatan Udara Mulai Dirasa Pengusaha Ekspedisi
Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif

Ekbis

Bank Penyedia Pendanaan Dampak Covid-19 Dapat Intensif
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Remajakan Belasan Ribu Hektare Sawit Petani di Paser
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com