Update 3 April: 2 Kecamatan di Banjarmasin Paling Rentan Covid-19 Jumatan Libur, Hanya Satu Masjid yang Ramai di Kotabaru Token Gratis untuk Warga Kalsel-Teng: Ada Kepanikan, PLN Jangan Pasif! UPDATE Corona 3 April di Kalsel: Banjarbaru Paling Banyak ODP! Optimisme Melawan Covid-19: STIKES Martapura Ciptakan APD




Home Nasional

Sabtu, 29 Februari 2020 - 18:36 WIB

Jokowi: Kiai Asep Saifuddin Kembangkan Pendidikan Inovatif

nazmudin - Apahabar.com

Presiden Joko Widodo dalam acara pengukuhan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai guru besar bidang sosiologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel di Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel, Kota Surabaya, Sabtu (29/02). Foto-Antara/HO-Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Joko Widodo dalam acara pengukuhan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai guru besar bidang sosiologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel di Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel, Kota Surabaya, Sabtu (29/02). Foto-Antara/HO-Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kiprah Kiai Haji Asep Saifuddin Chalim sebagai figur yang ikut mengembangkan model pendidikan yang inovatif untuk membangun umat sekaligus bangsa Indonesia.

“Saya mengikuti terus perjuangan beliau, Bapak Kiai Asep, dalam mengembangkan dan mewujudkan manusia unggul dan berakhlakul karimah. Bukan hanya melalui pemikiran-pemikiran yang beliau sampaikan di banyak kesempatan, tetapi yang lebih penting lagi adalah melalui kiprah dan karya yang beliau ciptakan,” kata Jokowi di Surabaya, Jawa Timur, seperti dilansir Antara, Sabtu (29/02).

Jokowi menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara pengukuhan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai guru besar bidang sosiologi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel di Gedung Sport Center UIN Sunan Ampel, Kota Surabaya.

Menurut Jokowi, guru besar adalah bentuk pengakuan akademik tertinggi atas kontribusi K.H Asep dalam mengembangkan studi Islam.

Kepala Negara mencontohkan salah satu karya kiai Asep yaitu buku “Aswaja” yang menekankan pentingnya pendidikan keagamaan yang benar dalam keluarga.

“Supaya kita terhindar dari pemikiran dan kepercayaan yang menyimpang di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi saat ini,” ungkap Jokowi.

Perkembangan dunia saat ini, menurut Jokowi, tidak hanya mempengaruhi perilaku keagamaan seseorang, tetapi juga berpengaruh pada kepercayaan seseorang pada sebuah sistem ideologi, tata negara dan kehidupan sosial. Apalagi saat ini gerakan ekstremis muncul yang bahkan memicu peperangan dan konflik di beberapa negara.

Baca juga :  Pendukung Jokowi dan Prabowo Nikah, Tunjukkan Beda Pilihan Hal Biasa

“Di sinilah pendidikan moderasi yang dianut warga NU dan yang dikembangkan Kiai Asep sangat relevan untuk kita aplikasikan,” ujar Jokowi menambahkan.

Pendidikan moderasi tersebut ialah pendidikan yang mengusung nilai dan karakter tawassuth (bersikap moderat), tawazzun (bersikap seimbang), i’tidal (bersikap adil), dan tasamuh (bersikap toleran).

Jokowi memandang, nilai-nilai dan karakter tersebut menjadi kekuatan pendidikan dalam menjaga Pancasila dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, merawat persatuan dan kesatuan bangsa, serta membangun masyarakat yang madani.

“Saya juga menyaksikan kiprah dan karya nyata Kiai Asep di masyarakat. Bapak kiai membangun pesantren dari nol sampai menjadi pesantren besar seperti sekarang ini, Pesantren Amanatul Ummah di Siwalankerto dan di Pacet. Saya pernah kesana, dan sekarang informasi yang saya dapatkan sudah memiliki lebih dari 10 ribu santri,” katanya.

Tidak hanya itu, Kiai Asep juga mendirikan sebuah institut yang membuka layanan pendidikan sarjana dan pascasarjana, yang sebagian mahasiswanya berasal dari beberapa negara, yang memberikan banyak beasiswa, dan menumbuhkan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswanya.

Kiai Asep juga dikenal memiliki perhatian besar dalam meningkatkan kualitas guru dan pesantren. Sebagai Ketua Umum Persatuan Guru NU (Pergunu), banyak program dan inovasi yang dilakukan oleh KH Asep, seperti pengembangan metode pembelajaran dan peningkatan fasilitas pesantren, serta penguatan keterampilan bagi para guru dan santri.

Baca juga :  Paman Birin Berharap Pemerintahan Jokowi Pacu Pembangunan Kalsel

“Saya dengar anggota Pergunu juga didorong untuk membuat gerakan teacher-preneur, pemberdayaan komunitas berbasis ekonomi kerakyatan, menerapkan kearifan lokal, dan sudah memanfaatkan teknologi digital. Ini semua adalah kiprah yang layak kita apresiasi,” ungkap Jokowi.

Jokowi menilai pemikiran, kiprah, dan karya K.H Asep dalam membangun umat dan dalam membangun sumber daya manusia (SDM) bangsa yang unggul sangat selaras dengan agenda besar bangsa Indonesia sekarang ini, yaitu pembangunan sumber daya manusia.

“Kita ingin SDM Indonesia mampu menghadapi tantangan dunia saat ini. Kita ingin SDM Indonesia semakin unggul dan kompetitif sehingga mampu menjadi motor penggerak transformasi bangsa mewujudkan Indonesia Maju,” ujar Jokowi menegaskan.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Rektor UIN Sunan Ampel Prof. Masdar Hilmy, dan Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit.(Ant)

Baca Juga: Serikat Penyelenggara Haji dan Umrah Surati Jokowi

Baca Juga: Jokowi: Pemerintah Terus Perhatikan Kondisi WNI di Diamond Princess

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Polisi Periksa Kejiwaan Si Pembanting Motor
apahabar.com

Nasional

AJI: Media Harus Perhatikan Keselamatan Jurnalis Saat Liputan Kasus Covid-19
apahabarcom

Nasional

Heboh Negara Maju, Hipmi: Hati-hati Jebakan Batman
apahabar.com

Nasional

Haedar: Penundaan Pembahasan RUU Kontroversial Sudah Tepat
apahabar.com

Nasional

Kemenag Sebut Dialog Lintas Iman Mencerahkan Indonesia
apahabar.com

Nasional

Jelang Natal, Harga Daging Ayam Tembus Rp65.000
apahabar.com

Nasional

Pacu Ekonomi Daerah, Haris Makkie: Kalsel Butuh Kereta Api
apahabar.com

Nasional

Keluarga Korban Crane Tunggu Santunan Pemerintah Arab Saudi