Terduga Penyusup Diamankan, Kapolda Kalsel Angkat Bicara Ingat Setahun Jokowi tapi Mahasiswa di Banjarmasin Lupa Prokes Refleksi Setahun Jokowi-Ma’ruf, BEM Kalsel Ancam Demo Tiap Pekan NASA Tunjuk Nokia untuk Bangun Jaringan Seluler di Bulan, 2024 Kirim Manusia Bermukim di Sana Demo Setahun Jokowi-Ma’ruf, Pelajar di Banjarmasin Kepergok Bawa Miras

Jokowi: Pemerintah Terus Perhatikan Kondisi WNI di Diamond Princess

- Apahabar.com Rabu, 26 Februari 2020 - 18:55 WIB

Jokowi: Pemerintah Terus Perhatikan Kondisi WNI di Diamond Princess

Presiden Joko Widodo di Jakarta, Rabu (26/02) menyatakan pemerintah terus memperhatikan kondisi Warga Negara Indonesia (WNI) di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, Jepang, sembari melancarkan diplomasi kepada otoritas setempat demi kelancaran evakuasi. Foto-Antara/Indra Arief

apahabar.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan pemerintah terus memperhatikan kondisi WNI di kapal pesiar Diamond Princess, Yokohama, Jepang, sembari melancarkan diplomasi kepada otoritas setempat demi kelancaran evakuasi.

“Pemerintah harus mempertimbangkan banyak aspek untuk mengevakuasi WNI dari kapal pesiar tersebut,” kata Jokowi di Balai Sidang Jakarta dikutip dari Antara, Rabu (26/02)

Beberapa aspek yang dipertimbangkan adalah fakta bahwa wabah Corona atau Covid-19 sudah semakin meluas dan menjadi ancaman serius di Jepang, Korea Selatan, Iran dan Italia. Proses evakuasi juga tetap mempertimbangkan keamanan sebanyak 267 juta jiwa masyarakat Indonesia di Tanah Air.

“Tetap (memperhatikan). Ini masih dalam proses,” ujarnya.

Kepala Negara sudah meminta jajaran Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendy, dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto untuk mengkalkulasi seluruh aspek sebelum melakukan proses evakuasi.

“Ini sudah menjalar ke banyak negara. Awalnya Tiongkok, kemudian Korea Selatan juga, Jepang, Iran, Italia. Semua keputusan harus hati-hati tidak boleh tergesa-gesa,” ujar Jokowi.

Di kapal Diamond Princess, terdapat total 78 WNI yang menjadi awak kapal. Sembilan di antara puluhan kru tersebut, dinyatakan positif terjangkit Covid-19 dan dirawat di rumah sakit di Jepang. Sedangkan 69 WNI lainnya dinyatakan sehat, menurut keterangan Menkes Terawan Agus Putranto pada Selasa (25/2).

Saat ini, Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah terlebih dahulu mengevakuasi 188 WNI yang menjadi kru kapal pesiar World Dream. Jumlah WNI yang menjadi kru kapal di World Dream lebih banyak dibanding Diamond Princess, dan letak kapal World Dream pun lebih dekat dari Indonesia.

Jokowi mengatakan para ABK World Dream selanjutnya akan dibawa ke Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu Sejumlah fasilitas observasi kesehatan, kata Jokowi, sudah disiapkan di pulau tersebut.

“Sebaru dipilih karena faktor kesiapan,” ujarnya.

Menurut rencana pemerintah, para WNI dari kapal World Dream akan sampai di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta pada Jumat (28/2).

Setelah tiba di Sebaru, sebanyak 188 WNI dari kapal World Dream itu akan diobservasi selama dua pekan sesuai prosedur kesehatan yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).(Ant)

Baca Juga: Jokowi Sedang Cari Calon Pemimpin Ibu Kota Baru

Baca Juga: Mesir Adakan Pemakaman Militer untuk Husni Mubarak

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bela Menteri Erick Thohir, MHM: Pemerintah Sedang Kerja Keras Lawan Pandemi
apahabar.com

Nasional

Ethiopian Airlines Jatuh, Seorang Netizen Pernah Peringatkan tentang Max 8
apahabar.com

Nasional

Dampak Hujan Abu Erupsi Merapi, Bandara Adi Soemarmo Ditutup Sementara
apahabar.com

Nasional

Mengira Pesawat Musuh, Operator Rudal Iran Tembak Pesawat Ukraina
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Pemerintah Mati-matian Turunkan Defisit Neraca Perdagangan
apahabar.com

Nasional

Pasar Ramai Lagi, Jokowi Minta Protokol Kesehatan Diterapkan
apahabar.com

Nasional

Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres, Akses Jalan Tetap Dibuka
apahabar.com

Nasional

Baru 19 Persen, Jokowi: Serapan Stimulus Penanganan Covid-19 Belum Optimal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com