Hasil Visum: 2 Anak yang Diduga Dibunuh Ibu di Benawa HST Mati Lemas! Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya

Jokowi Sebut IA-CEPA Bakal Tingkatkan Keterbukaan Perdagangan dan Investasi

- Apahabar.com Minggu, 9 Februari 2020 - 17:24 WIB

Jokowi Sebut IA-CEPA Bakal Tingkatkan Keterbukaan Perdagangan dan Investasi

Presiden Joko Widodo disambut Gubernur Jenderal Australia David Hurley dan Ibu Linda Hurley di Government House, Canberra, Australia, pada Minggu (09/02). Foto-Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev

apahabar.com, CANBERRA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia atau “Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement” (IA-CEPA) dapat meningkatkan keterbukaan kedua negara di bidang perdagangan, investasi, dan pariwisata.

“Yang paling jelas kita ingin keterbukaan sehingga perdagangan, investasi, pariwisata akan lebih banyak antara kedua negara Indonesia dan Australia, arahnya ke situ,” kata Jokowi di Mount Ainslie, Canberra, Australia, Minggu (09/02).

Sebelumnya Menteri Luar Negeri Retro Marsudi mengatakan bahwa pada Senin (10/02) Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri Australia Scott Morrison akan melakukan penandatanganan Nota Kesepakatan (MoU) rencana aksi IA-CEPA 2020-2024.

“Kunjungan ini adalah tindak lanjut dari telah selesainya ratifikasi Indonesia Australia CEPA atau IA-CEPA yang 3 hari lalu juga sudah disetujui oleh DPR, jadi ini adalah tindak lanjutnya akan ke arah mana besok baru akan dibicarakan karena ratifikasi sudah selesai,” ungkap Jokowi.

DPR RI meratifikasi UU IA CEPA pada 6 Februari 2020. Ratifikasi itu menyusul penandatanganan kesepakatan IA-CEPA kedua negara yang dilakukan pada 4 Februari 2019 yang sudah dibicarakan selama 9 tahun.

Dalam perjanjian yang telah ditandatangani tersebut, Indonesia akan memangkas bea impor sebesar 94 persen untuk produk asal Negeri Kanguru secara bertahap. Sebagai gantinya 100 persen bea impor produk asal Indonesia yang masuk ke Australia akan dihapus.

Salah satu keuntungan Indonesia, antara lain dihapuskannya bea masuk impor seluruh pos tarif Australia sebanyak 6.474 pos menjadi nol persen.

Produk-produk Indonesia yang ekspornya berpotensi meningkat adalah produk otomotif, khususnya mobil listrik dan hybrid sebab IA-CEPA memberikan persyaratan kualifikasi konten lokal yang lebih mudah untuk kendaraan listrik dan hybrid asal Indonesia dibandingkan negara lainnya.

Produk-produk Indonesia lain yang berpotensi meningkat ekspornya yaitu kayu dan turunannya termasuk furnitur, tekstil dan produk tekstil, ban, alat komunikasi, obat-obatan, permesinan, dan peralatan elektronik.

Selain itu, di sektor perdagangan jasa, Indonesia akan mendapatkan akses pasar di Australia seperti kenaikan kuota visa kerja dan liburan yaitu dari 1.000 visa menjadi 4.100 visa di tahun pertama implementasi IA-CEPA dan akan meningkat sebesar 5 persen di tahun-tahun berikutnya.

Indonesia juga akan mendapatkan berbagai program peningkatan kualitas sumber daya manusia, seperti program magang yang dibuat berdasarkan kebutuhan sektor industri dan ekonomi Indonesia, namun berkaitan langsung dengan investasi Australia di sektor pendidikan kejuruan.

Investasi Australia di Indonesia pada 2018 diketahui mencapai 597,4 juta dolar AS dengan 635 proyek terdiri lebih dari 400 perusahaan Australia yang beroperasi di berbagai sektor seperti pertambangan, pertanian, infrastruktur, keuangan, kesehatan, makanan, minuman dan transportasi.

Sementara itu perdagangan Indonesia-Australia pada 2018 menurut data Kementerian Perdagangan totalnya mencapai 8,62 miliar dolar AS dengan ekspor Indonesia ke Australia mencapai 2,8 miliar dolar AS dan impor 5,82 miliar dolar AS alias Indonesia mengalami defisit perdagangan hingga 3,02 miliar dolar AS.(Ant)

Baca Juga: Jokowi Yakin Perpindahan Ibu Kota Baru Terlaksana 2024

Baca Juga: Jokowi Dapat Apresiasi Terkait Kontribusinya Menangani Kebakaran Hutan di Australia

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ojol Rusia Muncul, Menhub: Makin Banyak Makin Baik
apahabar.com

Ekbis

HUT Ke-75 RI, Telkomsel Percepat Akselerasi Negeri
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Per Juni 2019 Turun 11,17 Persen dan Impor Naik 23,55 Persen
apahabar.com

Ekbis

H+1 Idulfitri, Tingkat Keterisian Hotel di Banjarmasin Meningkat 70%
apahabar.com

Ekbis

Jelang New Normal,1.000 Unit GoCar Dipasang Sekat Pelindung
apahabar.com

Ekbis

OJK Setujui Perubahan Pencatatan Saham
apahabar.com

Ekbis

Resmi, OJK Tunjuk KB Kookmin Pegang Saham Pengendali Bukopin
apahabar.com

Ekbis

YLK Kalsel: Jangan Angsul Konsumen dengan Permen!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com