Duduk Perkara Heboh Piton Patuk Majikan di Q-Mall Banjarbaru Gugatan Jilid II H2D ke MK Siang Ini, Denny Gandeng Lawyer “Level Dewa” Somasi Tim BirinMu ke Uhaib, Komnas HAM hingga H2D Pasang Badan Hujan Lebat, Desa Hawang HST Banjir Lagi POPULER SEPEKAN: Kasus Pembunuhan Istri di Kapuas hingga ABK Tenggelam di Tanah Laut

Kebakaran Lahan Masih Mengintai Penajam, Calon Ibu Kota RI

- Apahabar.com Rabu, 5 Februari 2020 - 16:24 WIB

Kebakaran Lahan Masih Mengintai Penajam, Calon Ibu Kota RI

Ilustrasi karhutla. Foto- apahabar.com

apahabar.com, PENAJAM – Kebakaran hutan dan lahan rupanya masih mengintai calon ibu kota negara (IKN) di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Bersama Kabupaten Kutai Kartanegara, Penajam ditunjuk Presiden Jokowi sebagai ibu kota negara Indonesia menggantikan Jakarta.

Dilansir apahabar.com dari Antara, rangkaian kebakaran terjadi di wilayah Desa Giripurwa dan wilayah RT 01 Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam Selasa (4/2) kemarin.

“Kebakaran lahan di wilayah Kelurahan Sungai Parit itu terjadi sekitar pukul 12.10 Wita,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila.

Hingga hari ini, Rabu (5/2), petugas gabungan masih melakukan pemadaman. Cuaca panas disertai angin kencang membuat api di lokasi kebakaran sulit dipadamkan. “Tapi api berangsur mulai padam,” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara beserta unsur terkait lainnya terus memantau dan melakukan penanganan lanjutan di lokasi kebakaran, kendati api mulai berangsur padam.

Kondisi cuaca panas dan jarangnya hujan mengguyur wilayah Penajam Paser Utara menurut Nurlaila, titik panas masih terpantau dan risiko kebakaran hutan serta lahan masih cukup tinggi.

Data BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, luas lahan yang terbakar di wilayah RT 01 Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam tersebut sekitar lima hektare dan masih dalam pantauan.

“Ada tiga lokasi lahan yang terbakar di wilayah RT 01 Kelurahan Sungai Parit itu, lahan terbakar di lokasi pertama satu hektare, di lokasi kedua seluas dua hektare dan lokasi ketiga dua hektare,” jelas Nurlaila.

Untuk penanggulangan kebakaran lahan yang terjadi di wilayah Penajam Paser Utara lanjut ia, dilakukan BPBD bersama tim gabungan terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP dan instansi terkait, serta warga sekitar.

Masyarakat dan perusahaan diminta ikut menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran apalagi tidak diawasi, sebab dampaknya cukup luas termasuk merusak ekosistem hewan di sekitar.

“Setiap perusahaan juga diminta jangan hanya melindungi wilayahnya saja, tetapi harus berpartisipasi membantu melindungi masyarakat saat terjadi bencana,” kata Nurlaila.

Baca Juga: AMAN Kaltim Kecam Penangkapan Jurnalis AS di Palangkaraya

Baca Juga: Penduduk Miskin di Kaltim, Calon Ibu Kota RI Naik

Baca Juga: Peduli Penghijauan, Polres PPU Tanam 5.000 Pohon

Baca Juga: Sampai Hari Ini, Tol Balsam Dipastikan Masih Gratis

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

RSP Balikpapan

Kaltim

Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan

Kaltim

ETLE Nasional Diresmikan, Penerapannya di Balikpapan April Mendatang
Masjid Al Ikhwan

Kaltim

Fasilitas Masjid Al Ikhwan di Balikpapan Dirusak Usai Salat Ied, Aksi Pelaku Terekam CCTV
apahabar.com

Kaltim

Dirjen Otda: Kaltim Masuk Zona Kondusif Tahun Politik

Kaltim

Ribuan Kilogram Benih Ilegal Asal 10 Negara Dimusnahkan Karantina Pertanian Balikpapan
apahabar.com

Kaltim

Bertambah 1, Postif Covid-19 di Kaltim Jadi 154 Kasus
apahabar.com

Kaltim

Pasien Positif Corona di Samarinda Pernah Ikuti Pertemuan di Bogor
apahabar.com

Kaltim

Balikpapan Tambah 16 Kasus Covid-19, Pasien Bergejala Penuhi ICU
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com