Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung

Kewenangan Fatwa Halal oleh Banyak Lembaga akan Rancu

- Apahabar.com Sabtu, 22 Februari 2020 - 04:45 WIB

Kewenangan Fatwa Halal oleh Banyak Lembaga akan Rancu

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, JAKARTA – Pemberian wewenang fatwa halal kepada semua ormas akan membuat standard halal di Indonesia menjadi rancu.

Itu berbeda dengan bidang lain atau fatwa biasa. Fatwa halal termasuk dalam fiqih qath’i. Artinya, fatwa halal ini sifatnya final dan mengikat karena sesuai dengan ketetapan negara yang berlaku.

“Sifat fiqih terbagi menjadi dua, yakni fiqih biasa dan fiqih qath’i, untuk opini fikih atau fatwa biasa, setiap ormas memiliki kewenangan yang sama untuk menetapkan hukumnya, hal ini memungkinkan adanya perbedaan putusan dalam satu varian,” kata Wakil Sekjen MUI Bidang Fatwa, KH Sholahuddin Al-Aiyub, Jumat (21/02) melalui keterangan tertulis.

Kasus sertifikasi halal ini berbeda dengan fatwa-fatwa umum yang dikeluarkan oleh ormas Islam yang disesuaikan dengan jamiyat ormas yang bersangkutan. Hal demikian dalam ilmu fiqih disebut fiqih biasa. Di dalamnya, setiap ormas memiliki kewenangan mengeluarkan fatwa hukum dan fatwa tersebut sifatnya tidak mengikat.

Berbeda dengan fiqih qath’i, di dalamnya tidak diperbolehkan ada perbedaan pendapat atau dalam kata lain wewenang fatwa tersebut tidak bisa dijalankan oleh beberapa atau banyak pihak. Sekalipun acuan penetapan fatwanya sama, namun penetapan fatwa antar satu ormas dengan ormas besar kemungkinannya berbeda.

“Misalnya, ada sepuluh pendapat, ketika negara atau yang ditunjuk oleh negara mengambil pendapat A, maka yang berlaku adalah pendapat tersebut. Itulah fiqih qath’i. Jadi tidak dibuka peluang pendapat setelah itu. Jika dibuka, maka akan terjadi kekacauan keputusan fatwa,” jelasnya.

MUI, menurut dia, adalah wadah yang paling ideal melaksanakan sertifikasi halal. Di dalam MUI, khususnya komisi fatwa, terdiri dari ulama dari berbagai latar belakang ormas Islam. MUI menjadi rumah bersama ormas Islam karena setiap ormas Islam memiliki perwakilan di MUI. Di MUI, terhimpun para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim mulai dari Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad Al Islamiyah, Mathlaul Anwar, Al Ittihadiyah, PERSIS, Al Washliyah, PUI, dan puluhan ormas Islam lain yang bila ditotal mencapai sekitar tujuh puluh ormas.

Karena itu, lanjut Kiai Aiyub, Fatwa yang ditetapkan di MUI juga menjadi cerminan dari fatwa yang sudah dibahas oleh ulama dari berbagai latar belakang ormas. Hal ini tentu saja berbeda jika fatwa diberikan kepada semua ormas. Yang nanti terjadi adalah setiap ormas, meskipun memiliki acuan yang seragam, namun hasil fatwanya nanti berpotensi berbeda-beda, khususnya pada produk-produk yang masih abu-abu kehalalanya.

Hulu RUU Omnibus Law Cipta Kerja ini disebut-sebut karena tidak ada satu perusahaan pun yang berinvestasi ke Indonesia setelah keluar dari China akibat perang dagang China-Amerika. Sehingga pemerintah berupaya keras menciptakan iklim investasi Indonesia yang baik, salah satunya perbaikan dan kepastian regulasi. Namun, Kiai Aiyub menambahkan, sekalipun ingin menciptakan kondisi investasi yang ideal, namun tidak perlu sampai menihilkan prinsip-prinsip sertifikasi halal.

“Memudahkan investasi boleh saja, tapi jangan sampai menghilangkan prinsip-prinsip sertifikasi halal yakni jaminan keyakinan dari prinsip keagamaan, sayangnya Omnibus Law RUU Cipta Kerja justru mencederai prinsip itu,” tegasnya. (rep)

Baca Juga: 6 Orang Meninggal Akibat Banjir Sungai Sempor, 4 Teridentifikasi

Baca Juga: Virus Corona Bermutasi, Ancaman Susah Bikin Vaksin

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gempa 4 Magnitudo Menggoyang Lombok Pagi Ini
apahabar.com

Nasional

Kunjungi Gamchoen Busan, Jokowi: Bisa Jadi Inspirasi Kepala Daerah
apahabar.com

Nasional

Masuk Komplotan Pencuri, Seorang Caleg di Tangkap Polisi
apahabar.com

Nasional

Misi Perdamaian, Polri Kirim 381 Pasukan
apahabar.com

Nasional

Tiga Mobil Mewah Kasus Korupsi Mantan Wali Kota Madiun Dilelang
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmi Tunda Pilkada Serentak hingga Desember 2020
apahabar.com

Nasional

Herman Terduga Pembunuh Levi di Mata Ibunda: Dia Tak Suka Bikin Onar
apahabar.com

Nasional

Tahanan Narkoba Melahirkan, Ini Perlakuan yang Diberikan Pihak Lapas Tulungagung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com