Kebakaran Jalan Manggis, Los Bedakan Diduga Sengaja Dibakar Sopir di Banjarmasin Setop Logistik ke Palangka Raya, Ada Apa? Resmi, Batola Laksanakan PSBB Jilid Kedua Horee, Insentif Tenaga Medis di Banjarmasin Segera Dibayar Kebakaran Jalan Manggis, Korban Tinggal Baju di Badan




Home Kalbar

Jumat, 14 Februari 2020 - 14:59 WIB

Lima Orang Utan Dilepasliarkan di TN Bukit Baka-Bukit Raya

Ahmad Redha - Apahabar.com

Sebanyak lima orang utan kembali dilepasliarkan di kawasan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, dan mitranya IAR Indonesia. Foto- Antara

Sebanyak lima orang utan kembali dilepasliarkan di kawasan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (BTNBBBR) bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, dan mitranya IAR Indonesia. Foto- Antara

apahabar.com, PONTIANAK – Sebanyak lima orang utan di Kalimantan Barat kembali dilepasliarkan.

Pelepasliaran lima orang utan di kawasan Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, dan mitranya IAR Indonesia.

Pelepasliaran kelima orangutan juga setelah semuanya menjalani rehabilitasi.

“Semua orang utan yang dilepasliarkan itu, merupakan orangutan yang diselamatkan dari kasus pemeliharaan ilegal, dan sebelum dilepasliarkan, mereka menjalani masa rehabilitasi di pusat rehabilitasi orangutan di IAR Indonesia, di Ketapang. Proses rehabilitasi ini dimaksudkan untuk mengembalikan sifat alami mereka sekaligus membuat mereka memiliki kemampuan bertahan hidup di habitat aslinya,” ungkap Direktur Program IAR Indonesia Karmele L Sanchez dilansir apahabar.com dari Antara, Jumat (14/2).

Orang utan akan hidup bersama induknya sejak lahir sampai usia enam hingga delapan tahun. Selama masa pengasuhan inilah, orang utan seharusnya mempelajari berbagai kemampuan hidup seperti memanjat, mencari makan, dan membuat sarang.

Namun karena berbagai sebab, bayi orangutan ini terpisah dari induknya dan berakhir di tangan manusia sehingga kehilangan kesempatan untuk mempelajari segala kemampuan tersebut.

Baca juga :  Olah TKP Kebakaran Maut di Sekadau, Jendela Kamar Terkunci Mati

“Proses rehabilitasi sampai pelepasliaran ini bisa memakan waktu dan biaya yang tidak sedikit, dan saat ini IAR Indonesia menampung lebih dari 90 orang utan untuk direhabilitasi. Proses rehabilitasi juga tidak bisa dibilang singkat yakni butuh tujuh hingga delapan tahun atau tergantung kemampuan masing-masing orang utan itu,” ungkapnya

Sejak 2016, IAR Indonesia mendirikan stasiun monitoring untuk memantau orangutan rehabilitasi yang dilepaskan dalam kawasan ini.
Tim monitoring diterjunkan untuk melakukan pemantauan perilaku dan proses adaptasi orangutan ini di lingkungan barunya itu.

Tim monitoring yang terdiri dari warga desa penyangga kawasan TNBBBR ini akan mencatat perilaku orangutan setiap dua menit dari orang utan bangun sampai tidur lagi setiap harinya.

Proses pemantauan ini berlangsung selama satu hingga dua tahun untuk memastikan orang utan yang dilepaskan bisa bertahan hidup dan beradaptasi dengan lingkungan barunya.

“Kita tidak bisa mensukseskan program ini tanpa partisipasi dan keterlibatan dari warga setempat. Kami sangat bangga bisa bekerja sama dengan warga desa-desa penyangga Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya,” ujar Karmele lagi.

Baca juga :  Kemendikbud Diminta Kaji Kembali Sistem Zonasi PPDB

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya, Agung Nugroho mengatakan bahwa pelepasliaran ini dilakukan dengan melalui serangkaian kegiatan dan kajian.

“Semua kegiatan dan kajian ini dilakukan untuk memastikan semua orangutan yang telah dilepasliarkan dapat hidup aman dan nyaman. Ketika pelepasliaran dilakukan bukan berarti kerja kita selesai. Tim monitoring akan bekerja tetap sekitar satu hingga dua tahun untuk memastikan setiap orangutan yang dilepasliarkan dapat beradaptasi dengan habitat barunya, dan kami harapkan orang utan yang dilepaskan di dalam kawasan BTNBBBR ini mampu membentuk populasi baru dan mempertahankan eksistensi spesiesnya,” katanya.

Baca Juga: Demi Lihat Orang Utan, Pasangan Bule Ini Menabung 11 Tahun

Baca Juga: 355 Orang Utan di Pusat Rehabilitasi Nyaru Menteng Terancam Kabut Asap

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

Warga Batang Lupar Geger Mayat Wanita Dalam Karung

Kalbar

Warga Batang Lupar Geger Mayat Wanita Dalam Karung
apahabar.com

Kalbar

Dua Penyelenggara Pemilu Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalbar

Tiba di Perbatasan Indonesia-Malaysia, Tim Touring Kemerdekaan Disambut Hangat Polsek Entikong
Pilkada 2020, Kajati Kalbar Siap Turunkan Jaksa Terbaik

Kalbar

Pilkada 2020, Kajati Kalbar Siap Turunkan Jaksa Terbaik
apahabar.com

Kalbar

Kapal Pembawa BBM Terbakar di Rasau Jaya, 2 Orang Luka Bakar
apahabar.com

Kalbar

Satu Positif Corona, 63 Jemaah Sajadah Fajar Diperiksa Maraton
apahabar.com

Kalbar

Gubernur Kalbar Siapkan Bonus Rp 10 Juta Bagi Peserta UN Peraih Nilai 10
apahabar.com

Kalbar

Penyelundupan Mesin Speed Boat asal Malaysia Berhasil Digagalkan